DIPERLUKAN PERCAYA DIRI UNTUK MENUNDUKKAN TANTANGAN PEMBANGUNAN

DIPERLUKAN PERCAYA DIRI UNTUK MENUNDUKKAN TANTANGAN PEMBANGUNAN[1]

 

Kupang, Media Indonesia

Presiden Soeharto menegaskan, dalam melaksanakan pembangunan bangsa Indonesia harus memiliki tekad yang bulat dan rasa percaya diri bahwa bangsa Indonesia mampu menundukkan tantangan yang ada di depan.

“Rasa percaya diri ini perlu terus kita tumbuhkan.” demikian kata Kepala Negara dalam pidato peresmian proyek-proyek pembangunan daerah di Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di arena promosi kerajinan rakyat Kupang, NTT, hari Senin (14/10).

Acara ini antara lain dihadiri Mensesneg Moerdiono, Menteri PU Radinal Moochtar, Mendagri Yogie SM, Menteri Kehutanan Djamaludin Suryohadikusumo, Meninves Sanyoto Sastrowardaya, Bambang Trihatmodjo dan Nyonya Halimah Bambang Trihatmodjo, Siti Hutami Endang Adiningsih Pratikto (Mamiek), Gubernur NTT Herman Musakabe serta para pejabat sipil dan militer lainnya.

“Kita tidak boleh berkecil hati, misalnya karena kawasan yang kita tempati gersang, berbatu karang dan rendah curah hujannya. Sebagai umat beragama, kita yakin bahwa Tuhan Yang Maha Kuasa akan menyediakan nikmat dan rahmat-Nya bagi mereka yang bekerja keras. Sebagai manusia berakal, kita menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memanfaatkan keadaan alam.” demikian Presiden.

Kepala Negara menunjukkan bangsa Indonesia hidup di tengah-tengah dunia yang mengalami perubahan-perubahan sangat cepat dan sebagian tidak terbayangkan sebelumnya. Bangsa-bangsa hidup di tengah tengah perlombaan  dalam mengejar kemajuan.

“Semuanya itu harus membuat kita makin sadar bahwa kita harus memacu lebih cepat lagi pembangunan bangsa kita. Kita harus lebih meningkatkan semangat kerja dan solidaritas sosial bangsa kita. Bangsa yang lembek semangat kerjanya akan makin tertinggal dan terbelakang dibandingkan bangsa-bangsa lain.” demikian Presiden.

Taman Rutan Raya

Menurut Presiden, daerah NTT terkenal dengan kekayaan fauna dan flora langka di dunia, antara lain binatang komodo dan kayu cendana. Kekayaan laut di kawasan ini juga berlimpah. Untuk menjaga agar kekayaan alam itu tetap lestari, demikian Presiden, maka kelompok hutan Sisinemi-Senam yang luasnya 2.000 hektar di kabupaten Daerah Tingkat II Kupang akan dibangun sebagai Taman Hutan Raya.

“Taman Hutan Raya ini kita namakan Taman Hutan Raya Prof. Ir. Herman Johannes, salah seorang ilmuwan terkemuka danpendidik bangsa kita yang berasal dari daerah ini.” demikian Presiden.

Dengan dibangunnya Taman Hutan Raya Prof. Dr. Herman Johannes diharapkan plasma nutfah hutan NIT akan dapat dilestarikan .Selain itu, taman hutan ini juga dapat berfungsi sebagai sarana penelitian, pendidikan dan latihan serta tempat wisata alam.

“Dengan adanya taman hutan maka keindahan daerah iniakan lestari dan iklimnya tetap segar.” kata Kepala Negara.

“Dalam rangka itu pula, maka dari tempat ini saya canangkan dimulainya kegiatan pembangunan Hutan Tanaman Industri di Propinsi Nusa Tenggara Timur dan Propinsi Timor Timur.” demikian Presiden.

Sementara itu Gubernur NTT Herman Musakabe melaporkan, tujuh proyek pemerintah dan swasta bernilai Rp 126 milyar lebih yang diresmikan Presiden. Proyek­proyek tersebut adalah, jaringan irigasi Kambaniru di Sumba, pembangunan  jalan di Kabupaten Ende, Ngada dan Sikka, gelanggang olahraga dan gedung olahraga, arena promosi kerajinan rakyat NIT, peternakan burung onta, pabrik air minum Viquam dan Embung Depe, Benkoko dan Oebuain.

Selain itu, kata Gubernur, sejak tahun 1995 GN-OTA Pusat telah menyantuni 1.000 anak dan pada hari ini (Senin 14/10) dituntaskan 2.600 anak asuh di wilayah Kotamadya Kupang.

Dikatakan pula Pemda NTT tengah mempersiapkan suatu kawasan industri di Bolok (10 kilometer barat Kupang) untuk mengantisipasi eksploitasi potensi minyak Celah Timor.

Kepada Presiden, Gubernur melaporkan juga rencana tata kota yang berkaitan dengan peningkatan status kota administratif Kupang menjadi kotamadya, rencana pemindahan ibu kota kabupaten Ngada dari Bejawa ke Mbay, pemindahan ibu kota Kabupaten Kupang ke Sulamu dan penetapan Mbay menjadi kawasan pengembangan ekonomi terpadu di NTT.

Kemarin Kepala Negara sempat meninjau ke kawasan penangkaran burung unta di Kecamatan Fatuleu dan lokasi Hutan Tanaman Industri (HTI) di Polen, sekitar 160 kilometer sebelah timur Kupang. Sebelumnya Presiden sempat mengadakan temu wicara dengan kelompok masyarakat IDT dan para pendamping.

Presiden di NTT

Presiden Soeharto hari Senin (14/10) meresmikan proyek-proyek pembangunan di Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di Arena Promosi Kerajinan Rakyat Kupang NTT. Proyek-proyek yang diresmikan Presiden itu meliputi jaringan irigasi Kambaniru di Sumba, pembangunan jalan di Kabupaten Ende dan Sikka, gelanggang olahraga dan gedung olahraga, arena Promosi kerajinan rakyat NTT, peternakan burung Onta, pabrik air minum Viquam dan Embung Depe, Benkoko, dan Oebuain.

Sumber : MEDIA INDONESIA (15/10/1996)

_______________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 448-450.

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.