DIISUKAN DIRAWAT, PAK HARTO HANYA TERSENYUM KEPPRES PENSIUN SUMARLIN DITANDATANGANI

DIISUKAN DIRAWAT, PAK HARTO HANYA TERSENYUM KEPPRES PENSIUN SUMARLIN DITANDATANGANI[1]

 

Jakarta, Republika

Presiden Soeharto hanya tersenyum-senyum begitu diberitahu berkembangnya isu-isu yang menyatakan Kepala Negara wafat atau Kepala Negara dipindahkan dari kediaman ke rumah sakit.

“Begitu saya beritahu ada isu-isu seperti itu, beliau hanya tersenyum.” papar Moerdiono menggambarkan kondisi Pak Harto di gedung utama Setneg, Selasa (9/12) petang.

Menurut Mensesneg, isu yang menyebut Presiden wafat atau dirawat di rumah sakit sama sekali tidak berdasar. Ia sendiri mengetahui beredarnya isu itu justru ketika sedang menghadap Kepala Negara di kediaman Jalan Cendana, kemarin.

Setiap hari, lanjutnya, Presiden memintanya menghadap untuk menerima instruksi. Pada kesempatan seperti itu Mensesneg juga melaporkan hal-hal yang dianggap perlu. Kemarin, misalnya, Pak Harto menanyakan tentang kebakaran menara Bank Indonesia.

“Bukan saya yang melaporkan, tapi beliau yang menanyakan.” paparnya.

Ketika wartawan bertanya tentang kondisi kesehatan Presiden, dengan lugas Moerdiono menegaskan kesehatan Presiden dalam kondisi baik.

“Seperti yang saya terangkan, menurut keterangan para dokter ahli, Presiden dalam keadaan sehat. Tapi bahwa beliau perlu istirahat, itu ya.”

“Saya kira banyak kepala pemerintahan lain yang secara teratur, seminggu sekali atau dua minggu sekali beristirahat. Terus terang, saya kira Anda semua yang mengikuti perjalanan Bapak Presiden ke luar negeri, juga banyak yang mengalami kelelahan. Ya, saya kira begitu.” tambahnya.

Penegasan tentang kondisi Pak Harto juga disampaikan Bambang Trihatmojo. Kepada wartawan di sela sidang BP MPR, kemarin, putra ketiga Presiden itu mengatakan kesehatan Pak Harto dalam kondisi baik. Ia membantah isu Presiden tengah dirawat secara khusus. Bahkan menurutnya Pak Harto masih tetap menerima tamu.

“Dalam kondisi istirahat pun dia tetap menerima tamu.” tutur Bambang.

Ia menandaskan, selama beristirahat, Pak Harto sama sekali tak terganggu oleh berbagai isu apalagi manuver politik. Menjawab pertanyaan wartawan tentang isu dan kemungkinan manuver politik itu, Bambang mengatakan,

“Ya terserah mereka. Silakan saja. Itu saya rasa enggak akan mengganggu istirahat Bapak.”

Di sela rapat kerja dengan Komisi VII DPR, kemarin, Menristek BJ Habibie juga menegaskan kondisi Pak Harto dalam keadaan baik.

“Ya seperti yang disampaikan Tim Dokter Presiden dan Mensesneg Moerdiono.” katanya. Ia merencanakan melaporkam hasil lawatannya ke luar negeri baru-baru ini kepada Presiden.

Di Yogyakarta, Gubernur Lemhannas Letjen TNI Sofian Effendi mengatakan, istirahat Prsiden Soeharto adalah hal biasa dan tidak perlu ada yang dikhawatirkan. Hal itu sama saja dengan ketika Presiden melakukan kunjungan ke luar negeri.

“Jadi soal istirahatnya Presiden adalah hal yang biasa, dan masalah ini tidak akan berpengaruh terhadap kondisi ketahanan nasional kita.” kata Sofian pada wartawan seusai menjadi pembicara pada Seminar Nasional Agama dan Pembinaan Ketahanan Nasional di Fakultas Teknik UGM, Selasa (9/12).

Pada bagian lain keterangannya, Mensesneg Moerdiono menjelaskan, seperti lazimnya ia menghadap Kepala Negara, Pak Harto selalu memberi petunjuk-petunjuk. Kemarin, petunjuk yang disampaikan berkisar soal situasi moneter terakhir, persiapan RAPBN 1998, serta pemberhentian dengan hormat Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Prof. JB Sumarlin.

Menyimak perkembangan moneter khususnya pada hari-hari terakhir ini, kata Moerdiono, Presiden meminta Dewan Moneter dan menteri-menteri yang ditugaskan menangani masalah-masalah moneter, untuk melanjutkan dan memantapkan lagi langkah-langkah pelaksanaan program-program keuangan dan reformasi ekonomi yang telah diputuskan Presiden beberapa waktu lalu.

“Seperti kita ketahui program-program tersebut telah mendapat dukungan sepenuhnya dari IMF ; Bank Dunia, ADB dan dari sejumlah negara.” tutur Pak Moer.

Di samping itu, karena sekarang telah berada pada minggu ke dua bulan Desember, maka Presiden juga menugaskan kepada menteri-menteri yang terkait untuk segera menyiapkan rancangan RAPBN tahun 1998/99. Sebagaimana lazimnya selama ini, anggaran belanja tersebut akan disampaikan Presiden kepada DPR RI, pada minggu pertama Januari.

Secara garis besar, sambung Moerdiono, Presiden meminta agar rancangan tersebut disusun secara realistis. Sebab bagaimanapun juga seperti telah disinggung Presiden dalam beberapa kesempatan akhir-akhir ini, gejolak moneter ini pasti ada pengaruhnya terhadap perekonomian nasional, dan bahkan pada pertumbuhan ekonomi nasional.

“Karena itu Bapak Presiden minta agar sejak semula dalam penyusunan RAPBN ini diperhatikan sungguh-sungguh perkembangan yang terjadi akhir-akhir ini, lebih khusus lagi perkembangan kurs rupiah kita, terhadap dolar AS.” papar Moerdibno.

“Dengan kata lain Bapak Presiden minta agar di dalam merancang APBN 1998/ 1999 nanti program-program reformasi ekonomi yang telah diambil oleh pemerintah untuk mengatasi gejolak moneter, seperti yang tadi saya katakan, yang telah kita ambil beberapa waktu yang lalu mendapat perhatian sungguh-sungguh implementasinya.”

Di lain pihak program yang disusun dalam RAPBN nanti hendaknya dapat lebih efektif lagi untuk mengatasi masalah-masalah moneter.

“Bapak Presiden juga mengimbau kepada saya untuk mengingatkan sidang kabinet paripurna untuk membahas rancangan akhir dari RAPBN ini. Dan seperti kita ketahui bersama lazimnya diadakan dalam minggu pertama bulan Desember.” ujarnya.

Mensesneg Moerdiono kemarin juga menjelaskan tentang pemberhentian dengan hormat Ketua BPK Prof. Sumarlin oleh Presiden.

Dijelaskannya, sesuai dengan ketentuan undang-undang, usia ketua Badan Pemeriksa Keuangan maksimal 65 tahun. Dan 7 Desember lalu, Sumarlin telah mencapai usia tersebut.

“Dengan demikian Bapak Presiden hari ini telah menandatangani Keppres yang memberhentikan dengan hormat Bapak Prof. Dr. Sumarlin darijabatannya sebagai ketua BPK.” jelas Moerdiono.

Berdasarkan ketentuan UU, sambung Moerdiono, Presiden meminta kepada dirinya selaku Mensesneg untuk menyampaikan surat pemberitahuan kepada pimpinan DPR mengenai berakhirnya masa jabatan Prof. Dr. Sumarlin, selanjutnya Presiden meminta kepada DPR untuk mengajukan nama-nama calon ketua BPK yang baru.

Sumber : REPUBLIKA (10/12/1997)

___________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 720-722.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.