DETIK-DETIK TERAKHIR KEPEMIMPINAN SOEHARTO

DETIK-DETIK TERAKHIR KEPEMIMPINAN SOEHARTO[1]

 

 

Jakarta, Media Indonesia

Kamis (21/5) pukul 09:05, merupakan hari bersejarah bagi bangsa Indonesia, setidaknya bagi Pak Harto, sebab pada hari dan jam tersebut, Pak Harto menyatakan berhenti sebagai Presiden RI.

Situasi politik di Tanah Air, khususnya di Jakarta detik demi detik dalam beberapa hari terakhir ihi memang terus berubah hingga Pak Harto mengumumkan sendiri pengunduran dirinya.

Berikut adalah kronologi berbagai peristiwa hingga Pak Harto menyatakan berhenti sebagai presiden.

Senin 18 Mei : Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi menduduki gedung DPR, menuntut reformasi dan mendesak agar Pak Harto mundur. Mahasiswa juga minta MPR segera mengadakan sidang istimewa. Memenuhi tuntutan mahasiswa, Ketua DPR/MPR Harmoko menyatakan Pak Harto secara arif dan bijaksana sebaiknya mengundurkan diri.

Pukul 18:00 Pak Harto memanggil sejumlah menteri, termasuk di antaranya Pangab. Pukul 20:00 Menhankam/Pangab Jenderal TNI Wiranto menyatakan pernyataan Harmoko adalah pendapat individual. Situasi Jakarta mencekam.

Selasa 19 Mei : Pak Harto mengundang sembilan tokoh intelektual dan ulama, antara lain Abdurrahman Wahid dan Nurcho lish Madjid di Istana Merdeka. Pertemuan berlangsung buka-bukaan. Nurcholish melaporkan bahwa perkembangan terakhir menghendaki Pak Harto mundur. Tapi permintaan ini ditolak. Pak Harto lalu mengajukan kompromi politik dengan mempercepat pemilu, membentuk Komite Reformasi dan Kabinet Reformasi. Pak Harto menyatakan tak mau dicalonkan lagi sebagai presiden pada pemilu yang rencananya diadakan Januari 1999.

Mahasiswa tetap menduduki gedung DPR. Amien Rais menyerukan kepada masyarakat untuk berbondong-bondong ke Monas guna memperingati Hari Kebangkitan Nasional pada 20 Mei. Aparat bersiaga. Jalan-jalan ke arah Monas mulai diblokir.

Rabu 20 Mei : Pukul 03:00 Amien Rais membatalkan acara pengerahan massa di Monas. Jakarta lengang. Jalan-jalan ke arah Monas diblokir. Ribuan mahasiswa terus berbondong-bondong ke DPR, menuntut Pak Harto segera mundur. Sore hingga malam di kediaman Jl. Cendana, Pak Harto mengundang sejumlah tokoh dan menteri untuk menyusun Komite Reformasi. Sebagian besar tokoh menolak Wartawan yang biasa meliput kegiatan kepresidenan tak lagi diperkenankan berkumpul di Jl. Cendana. Sebelas menteri mengajukan permohonan mengundurkan diri. Pak Harto bertemu dengan keluarga juga Yusril Ihza Mahendra untuk membahas rencana pengunduran dirinya. Yusril bersama Mensesneg Saadillah Mursjid, Sukanto, Bambang Kesuwo (staf Setneg), dan Yasril Yacob (sekretaris militer) menyusun teks pengunduran diri Pak Harto. Menurut Yusril penyusunan teks itu berlangsung sekitar dua jam.

Kamis 21 Mei : Rencana pengunduran diri Pak Harto bocor. Pada pukul 02:00 Amien Rais dan Nurcholish Madjid kepada pers menyatakan.

“Selamat tinggal pemerintahan lama dan selamat datang pemerintahan baru.”

Sekitar pukul 08:00, Pak Harto tiba di Istana Merdeka, dengan mobil nomor polisi B 1, dua puluh lima menit kemudian, Wapres Habibie dengan mobil nomor polisi B 2 tiba. Setengah jam kemudian pimpinan DPR/MPR (Harmoko, Syarwan Hamid, Abdul Gafur, Fatimah Achmad, dan Ismail Hasan Metareum) tiba. Beberapa detik berikutnya, tiba Menhankam/Pangab Jenderal TNI Wiranto. Di ruang Jepara, Pak Harto mengadakan pertemuan silaturahmi sekitar lima menit dengan pimpinan DPR/MPR, lalu keluar memasuki Ruang Credential dengan tetap tersenyum, diikuti Habibie, Ketua Mahkamah Agung Sarwata dan Wakil Ketua MA, para hakim agung, dan Ny. Siti Hardiyanti Rukmana. Pak Harto tidak lagi mengenakan PSL (pakaian sipil lengkap), namun hanya memakai PSH (pakaian sipil harian) ; Pukul 09:05, Pak Harto mengumumkan berhenti menjadi presiden.

Sumber : MEDIA INDONESIA (22/05/1998)

____________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 465-466.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.