DETIK-DETIK BERSEJARAH MUNDURNYA PAK HARTO

DETIK-DETIK BERSEJARAH MUNDURNYA PAK HARTO[1]

 

Jakarta, Republika

Kamis 21 Mei 1998, yang bertepatan dengan peringatan hari Kenaikan Isa Almasih menjadi hari bersejarah bagi bangsa Indonesia. Sekitar pukul 09.00 Presiden Soeharto menyatakan mundur dari jabatan presiden. Lima menit kemudian Wapres BJ Habibie mengucapkan sumpah sebagai Presiden RI ke-3. Isu pengunduran pak Harto telah beredar sejak Rabu sore, namun belum diperoleh konfirmasi hingga Kamis dini hari.

Hari Rabu, FKP DPR mengadakan rapat marathon selama enam jam. Rapat yang dimulai pukul 10.00 itu berakhir pukul 16.00. Ketua FKP Irsjad Sudiro menyatakan FKP minta Pak Harto mundur melalui Sidang Umum Istimewa MPR. Rapat juga berlangsung di jajaran Menko Ekuin. Rapat yang tidak dihadiri Menperindag Bob Hasan dan Menkeu Fuad Bawazier, menyimpulkan pemerintah perlu segera mengambil keputusan yang cepat dan penting dalam bidang politik.

Pimpinan DPR juga mengadakan rapat di kediaman Harmoko. Pimpinan DPR mengisyaratkan akan meminta Pak Harto mundur secara resmi. Menjelang Maghrib, beredar isu Komite Reformasi terbentuk. Wartawan berusaha mendapatkan konfrrmasi. Mensesneg Saadilah Mursjid dan Yusril Ihza Mahendra mondar-mandir Cendana-Setneg.

Beredar isu di kalangan wartawan, tiga mantan Wakil Presiden bertemu dengan Pak Harto pukul 20.00. Ketiganya menyarankan Pak Harto mundur. Dua jam kemudian, beredar isu, Wapres Habibie bertemu Pak Harto. Rabu tengah malam, beredar isu Pak Harto mundur dan menyerahkan jabatan kepada Habibie. Pukul 08.25 Wapres tiba di Istana Negara. Kemudian masuk ke ruang Jepara.

Pukul 08.30

Presiden Soeharto didampingi Ny. Siti Hardiyanto Rukmana (Mbak Tutut) tiba di Istana Negara.

Pukul 08.40

Ketua DPR/MPR Harmoko didampingi Syarwan Hamid, Abdul Gafur, Ismail Hasan Metareum dan Fatimah Achmad serta Sekjen DPR Afif Ma’ruf tiba di Istana. Pimpinan DPR kemudian bersilaturahmi dengan presiden dan wapres selama lima menit di ruang Jepara.

Pukul 09.00

Presiden mengumumkan pengunduran diri yang disiarkan langsung oleh media elektronika. Pengumuman itu disaksikan oleh Pimpinan MA, Wapres, Menkeh Muladi, Menhankam/Pangab Wiranto, Menpen Alwi Dahlan, Mensesneg Saadilah Mursjid, dan Mensos Ny. Siti Hardiyanti Rukmana.

Pukul 09.05

BJ Habibie mengucapkan sumpahnya sebagai Presiden RI melanjutkan sisa waktu jabatan Presiden/Mandataris MPR 1998-2003 di hadapan Mahkamah Agung. Usai pengucapan sumpah, Pak Harto memberikan ucapan selamat kepada Presiden RI yang baru, dilanjutkan dengan memberi salam kepada pimpinan Mahkamah Agung.

Pukul 09.15

Pak Harto didampingi Mbak Tutut meninggalkan lstana Negara menuju kediaman di Jl. Cendana. Mobil yang ditumpangi Pak Harto mobil yang mengantarkan ke istana. Bila saat berangkat dengan plat B 1, saat pulang dengan plat nomor sipil, B 2044 AR. Pengawalan Paspampres masih dalam bentuk konvoi. Ajudannya baik waktu datang maupun kembali masih tetap yakni Kol Kav Issantoso dan Kol Pol Sutanto. Dalam konvoi itu, terdapat mobil Range Rover Discovery dengan bintang tiga merah yang ditumpangi Pangkostrad Letjen TNI Prabowo Subianto.

Pukul 09.20

Presiden baru BJ Habibie meninggalkan Istana Merdeka dengan konvoi yang sama. Bila sebelumnya menggunakan plat nomor B 2, saat meninggalkan istana menggunakan plat nomor 1 Indonesia.

Pukul 19.30

Dari Istana Merdeka, Presiden RI BJ Habibie menyampaikan pidato pertama sebagai presiden dan disiarkan oleh seluruh media elektronika. Habibie menyampaikan komitmen melaksanakan reformasi, serta menyusun kabinet yang profesional, berdedikasi serta memiliki integritas tinggi.

Sumber : REPUBLIKA (22/05/1998)

_____________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 469-470.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.