DEPAG TTG IDUL ADHA TGL 5 AGUSTUS 1987

DEPAG TTG IDUL ADHA TGL 5 AGUSTUS 1987

Jakarta, Antara

Kepala Biro Hukum dan Humas Departemen Agama H. Djamil Latief, SH menjelaskan, surat kawat yang dikirim Sekjen Depag dr. H. Tarmizi Taher ke Kanwil Depag dan Gubernur seluruh Indonesia bahwa Pemerintah menetapkan 10 Zulhijjah 1407 H jatuh tanggal 5 Agustus 1987 dan shalat ldul Adha hari Rabu (5 Agustus 1987).

Namun demikian, kata Humas Depag, pemerintah memberikan kebebasan kepada umat Islam Indonesia untuk mengerjakan ibadah shalat ldul Adha 1407 H 1987 sesuai keyakinan masing-masing hari Selasa atau hari Rabu.

“Bagi mereka yang berkeyakinan 10 Zulhijjah 1407 H jatuh tanggal 14 Agustus 1987, Pemerintah tidak berkeberatan mereka melaksanakan shalat ldul Adha pada hari itu, sehari mendahului keputusan Pemerintah”, kata Djamil.

Pemberian kebebasan atau kelonggaran ini berdasarkan petujuk Menteri Agama dan hari libur resmi Hari Raya Adha tetap sesuai dengan Keputusan Menag No. 168 tahun 1986 ialah tanggal 5 Agustus 1987.

Adanya pemberian kebebasan ini menghilangkan kesan terisolir bagi mereka yang tidak mengikuti keputusan Pemerintah dalam melaksanakan ibadah seperti tahun lalu terdapat diantara umat Islam Indonesia melaksanakan shalat ldul Adha tidak sesuai dengan keputusan Pemerintah.

Shalat ldul Adha 1407H/1987 secara nasional akan dipusatkan di masjid Istiqlal Jakarta. Presiden Soeharto dan Wakil Presiden Umar Wirahadikusumah bersama­sama umat Islam lbu kota shalat ldul Adha, hari Rabu (5 Agustus 1987) di masjid Istiqlal.

Menteri Agama H. Munawir Sjadzali, MA akan berpidato menyambut Idul Adha 1407H melalui TVRI Selasa malam, 4 Agustus 1987, tambah Djamil.

Pemerintah mengharapkan kepada umat Islam Indonesia dapat menunaikan ibadah ldul Adha serentak hari yang sama, sehingga dapat terlihat adanya kesatuan dan persatuan antara umat Islam Indonesia serta syi’ar Islam semakin semarak, tambahnya.

Sumber: ANTARA  (01/08/1987)

 

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IX (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 647-648

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.