DELAPAN NEGARA D-8 BAHAS BERBAGAI PROYEK PENINGKATAN SDM

DELAPAN NEGARA D-8 BAHAS BERBAGAI PROYEK PENINGKATAN SDM[1]

 

Jakarta, Antara

Para pakar dari negara-negara yang tergabung dalam kelompok Pembangunan Delapan (D-8) mengadakan pertemuan tingkat tenaga ahli bidang pengembangan sumber daya manusia (SDM) guna membahas berbagai proyek yang berkaitan dengan peningkatan SDM di masing-masing negara.

“Pertemuan D-8 tingkat pakar ini merupakan sidang persiapan untuk mengkoordinasikan proyek-proyek kerja sama pengembangan SDM sebelum dibawa ke KTT di Turki 15 Juni 1997 nanti.” kata Dubes saat keliling RI Nana Sutrisna kepada ANTARA dan TVRI di Jakarta, Rabu.

Para pakar tersebut berkumpul di Jakarta untuk mengkoordinasikan berbagai proyek kerja sama SDM yang nantinya akan dibahas lebih lanjut pada tingkat pejabat tinggi (12-13 Juni 1997) kemudian dibawa pada sidang tingkat menteri, sebelum menjadi materi acara di KTT.

Kepala Badan Pelaksana Gerakan Non Blok itu mengemukakan, berbagai proyek kerja sama yang sekarang ini sedang di bahas terutama pengembangan SDM di bidang industri, perdagangan, pertanian, kesehatan, energi, IPTEK, telekomunikasi dan informasi.

Bahasan yang telah mendapat persetujuan bersama, ujar Nana, adalah proyek­-proyek yang dapat dilaksanakan oleh ke delapan negara dan bukan merupakan proyek kerja sama yang ambisius, tetapi merupakan proyek-proyek yang saling mengisi dan sudah dimiliki oleh masing-masing negara.

“Selain itu proyek kerja sama tersebut juga diupayakan tidak menjadi terduplikasi atau tumpang tindih dengan proyek-proyek kerja sama pada kelompok negara yang lain seperti di ASEAN atau organisasi regional yang diikuti delapan negara anggota.” kata Nana.

Menjawab pertanyaan wartawan mengenai proyeksinya di masa depan, kalau sudah kongkret proyek-proyek kerja samanya maka akan menjadi suatu forum pemilihan proyek-proyek sejenis yang dapat memajukan kepentingan masing-masing negara di bidang yang telah disepakati.

Pemilihan proyek kerja sama yang akan dilaksanakan, akan ditentukan dalam KTT D-8 di Istanbul, Turki, yang berlangsung pada 15 Juni 1997 dan akan dihadiri oleh masing-masing kepala negara dan kepala pemerintahan. KTT juga sekaligus menandai terbentuknya Kelompok itu.

Identifikasi Proyek

Dalam rangka mengindentifikasi proyek-proyek tersebut, D-8 telah menyepakati serangkaian prinsip dan kriteria proyek yang akan dipilih antara lain bersifat praktis, pargmatis dan dapat memberi hasil kongkret dalam jangka waktu tertentu.

“Pada dasarnya tujuan D-8 adalah mengembangkan kemampuan bersama di antara negara anggota yang semuanya merupakan negara-negara berkembang. Ini juga merupakan kebutuhan bersama untuk mengatasi kemisikinan.” ujar Nana.

Indonesia dalam pertemuan itu bertindak selaku koordinantor untuk mengumpulkan dan menyeleksi berbagai proyek kerja sama SDM negara-negara anggota D-8 sebelum diajukan oleh masing-masing kepala negara dan kepala pemerintahan.

Presiden Soeharto menurut rencana akan menghadiri KTT tersebut bersama sejumlah menteri kabinet seperti Menlu Ali Alatas, Mensekneg Moerdiono dan Menko Prodis Hartarto, sementara sehari sebelumnya berlangsung pertemuan tingkat pejabat tinggi di tempat yang sama.

Negara anggota D-8 adalah Bangladesh, Malaysia, Mesir, Nigeria, Iran, Indonesia, Pakistan dan Turki.

Sumber : ANTARA (17/06/1997)

________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 801-803.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.