DAUD BEUREUEH MENILAI PAK HARTO SEBAGAI PAHLAWAN ANTI KOMUNIS

DAUD BEUREUEH MENILAI PAK HARTO SEBAGAI PAHLAWAN ANTI KOMUNIS

Diharapkan Berkunjung Ke Aceh Timur

 

Tokoh masyarakat Aceh Daud Beureueh menilai Pak Harto adalah Pahlawan Anti komunis. Ia sangat menghargai Presiden Soeharto karena telah memberantas Komunis di Indonesia. Hal ini dikatakan oleh Menteri Koperasi/Kabulog Bustanil Arifin selesai diterima Presiden Soeharto di Bina Graha, Senin.

Bustanil Arifin yang baru kembali dari kunjungannya ke Aceh kepada Kepala Negara menyampaikan salam dan ucapan selamat dari tokoh masyarakat Aceh, Daud Beureueh. Tokoh yang sudah berusia lanjut itu menyampaikan terima kasih kepada Presiden atas bantuannya selama ini.

Masyarakat Aceh, kata Bustanil, mengundang kedatangan Presiden Soeharto ke Langsa, Ibu kota Aceh Timur, bulan Maret mendatang untuk meresmikan sejumlah proyek pembangunan di daerah itu. Di antaranya: proyek jalan rayajembatan, dan listrik masuk desa.

Selain melaporkan hasil kunjungannya ke Aceh, Menteri juga melaporkan kondisi petani pada umumnya. Setelah menerima laporan, Presiden Soeharto menyerukan agar semua petani tidak segera menjual gabahnya setelah panen.

“Kepala Negara mengharapkan petani menahan sebentar hasil panen dan mengeringkannya, sehingga dapat menjual gabah dengan harga lebih baik,” kata Bustanil menjelaskan.

Dikatakan, penjualan gabah yang baru selesai dipanen hanya akan menguntungkan para tengkulak.

Presiden melihat pentingnya ditingkatkan penyuluhan kepada para petani tentang mutu gabah. Dengan demikian petani dapat menikmati hasil panen secara maksimal.

Bustanil lalu menjelaskan tentang penetapan harga dasar gabah. Mulai 1 Februari 1987 gabah kualitas kadar air 14 persen, kadar hampa 3 persen, butir kapur/hijau 5 persen, butir kuning 3 persen dan butir merah 3 persen, berharga Rp 190/kg.

Menteri Koperasi mengatakan, perkembangan koperasi secara kuantitas dalam Pelita IV cukup memuaskan. Namun ia mengakui, peningkatan kualitas masih belum seperti yang diharapkan.

Awal Pelita IV jumlah KUD 6.733 buah, sekarang menjadi 7.167 buah. Koperasi non-KUD dari 18.217 menjadi 21.620 buah. Jumlah berbagai macam koperasi awal Pelita IV 25.161 buah. kini telah menjadi 29.460 buah. (RA)

 

 

Jakarta, Suara Karya

Sumber : SUARA KARYA (03/02/1987)

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IX (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 40-41.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.