DANA BAPERTARUM – PNS TERKUMPUL RP 1,2 TRILIUN

DANA BAPERTARUM – PNS TERKUMPUL RP 1,2 TRILIUN[1]

 

Jakarta, ANTARA

Dana yang terkumpul di Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan Pegawai Negeri Sipil (Bapertarum – PNS) sejak dibentuk 1 Januari 1993 sampai April 1997 sekitar Rp 1,2 triliun termasuk bunganya, kata Menpera Akbar Tanjung. Dalam Rapat Kerja dengan Komisi V DPR yang dipimpin H Achmadi (F-KP) di Jakarta, Selasa, Akbar mengemukakan dari total dana itu, 60 persen di antaranya dikelola Kantor Menpera untuk disalurkan kepada PNS dalam bentuk bantuan perumahan dan pengembalian tabungan.

“Sedangkan 40 persen dana dikelola Departemen Keuangan untuk dikembangkan lebih lanjut.” ujarnya dalam Raker.

Raker tersebut diwarnai pula dengan ucapan-ucapan selamat berpisah dari anggota Dewan yang akan mengakhiri masa kerjanya.

Dana Tersalur

Pada kesempatan itu, Menpera menjelaskan, jumlah dana yang telah disalurkan sebesar Rp 366,909 miliar bagi 389.745 PNS di 27 propinsi.

Dalam rangka mempercepat pelaksanaan program pembangunan perumahan sebanyak 500 ribu unit dalam Repelita VI, maka dengan persetujuan Presiden Soeharto sebagai Ketua Bapertarum PNS, telah diberikan pinjaman dana Taperum PNS kepada beberapa lembaga.

Pertama, pinjaman dana Tabungan Perumahan (Taperum) PNS diberikan kepada Perum Perumnas, karena BUMN di bawah Departemen Pekerjaan Umum itu memiliki misi menyediakan Rumah Sangat Sedemana (RSS) dan Rumah Sedemana (RS) Tipe 36 kebawah sebanyak 250 ribu unit selam Repelita VI.

Kedua, pinjaman dana Taperum PNS diberikan kepada PT Bank Kesejahteraan Ekonomi guna memperkuat permodalan bank tersebut dalam rangka membantu kredit kepada pengembang untuk membangun perumahan bagi PNS.

Ketiga, pinjaman dana Taperum PNS diberikan kepada Bank Pembangunan Daerah (BPD) untuk kemudian diberikan pada pengembang dalam bentuk kredit konstruksi untuk membangun RS/RSS.

Sumber : ANTARA (24/06/1997)

_________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 388.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.