DALAM MERAYAKAN LEBARAN TAHUN INI KELUARGA PRESIDEN TIDAK LAKUKAN ‘OPEN HOUSE’

DALAM MERAYAKAN LEBARAN TAHUN INI KELUARGA PRESIDEN TIDAK LAKUKAN ‘OPEN HOUSE’

Jakarta, Pelita

Keluarga Presiden Soeharto yang berdiam di Jalan Cendana 8, Jakarta tidak akan melakukan “open house” atau acara penyambutan terhadap para pejabat dan anggota masyarakat yang datang berhalal bi halal dalam rangka Hari Raya Idul fitri mendatang. Presiden meminta melalui Mensesneg Sudharmono agar pers menyiarkan hal itu.

Sudharmono yang Menemui Presiden di Bina Graha Kamis kemarin mengatakan pada pers, alasan tidak menerima ucapan selamat secara langsung dan tidak berhalal bi halal itu semata-mata adalah dalam rangka pelaksanaan hidup sederhana.

Karena itu Presiden jauh-jauh hari minta disampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan bangsa Indonesia termasuk pejabat, demikian pula anggota korps diplomatik, seandainya ada kesalahan-kesalahan yang tidak berkenan di hati.

Ditanya hubungan antara hidup sederhana dan tidak adanya halal bi halal itu, Sudharmono mengatakan, “kalau menerima tamu demikian banyak, seperti ada kesan berupa pesta yang berlebih-lebihan”.

Dikatakan, tradisi maaf memaafkan dalam setiap Hari Raya Idul fitri tetap dapat dilakukan, baik melalui surat atau kesempatan lain. “Misalnya dengan staf itu di kantor”, kata Soedharmono. “Mungkin bisa di Masjid Istiqlal dalam kesempatan selesai sholat Id? “tanya wartawan. “Di situ juga mungkin sulit, karena harus ada pengaturan yang sulit”, katanya.

Ditanya tentang pengaturan halal bi halal di rumah kediaman keluarga Wakil Presiden, Sudharmono mengatakan, hal itu belum disampaikan kepadanya.“Tetapi saya kira akan sama saja”, katanya.

“Apa peniadaan acara demikian akan seterusnya berlaku demikian?” tanya pers. Nanti dilihat suasananya”, kata Sudharmono.

Tentang kemungkinan kiriman bunga atau bingkisan lain, Mensesneg mengatakan, “yang sifatnya tidak sederhana, juga tidak”.

Sumber: PELITA (22/05/1987)

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IX (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 646

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.