CENDANA SIBUK TERIMA PEJABAT TINGGI SIPIL MILITER

CENDANA SIBUK TERIMA PEJABAT TINGGI SIPIL MILITER[1]

 

 

Jakarta, Merdeka

Suasana kediaman Presiden Soeharto di Jalan Cendana tadi malam diwarnai kesibukan dengan datangnya sejumlah menteri, dan pejabat tinggi sipil maupun militer. Juga Wakil Presiden BJ Habibie yang tiba pukul 08.50 WIB dan kembali 30 menit kemudian.

Sebelum itu, Pak Harto menerima Menhankam/Pangab Jenderal TNI Wiranto, Mendagri R Hartono, Kasad Jend TNI Subagyo HS, Pangkostrad Letjen TNI Prabowo dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Syafrie Syamsoeddin.

Mendagri yang keluar lebih dulu, kepada pers mengatakan bahwa dalam pertemuan itu, selaku pembina politik dalam negeri dia melaporkan perkembangan situasi terakhir di berbagai daerah.

Ditanya bagaimana pendapat Presiden dalam pertemuan tadi, Hartono mengatakan, dirinya tidak akan mengemukakan secara eksplisit.

“Kalau setahu saya, Pak Harto itu bagaimana konstitusi, bagaimana UU,” katanya.

Hartono melihat Pak Harto sebagai seorang negarawan, seorang prajurit selalu tegar. Kalau memang keputusan itu konstitusional, Presiden selalu siap asal diinginkan oleh rakyat.

Mendagri juga menjelaskan, sesuai dengan konstitusi antara DPR dan lembaga kepresidenan tidak bisa saling menjatuhkan. Secara konstitusi, pengembalian mandat presiden bisa dilakukan melalui Sidang Istimewa MPR.

“Sesuai dengan UU, presiden tidak bisa menjatuhkan DPR dan DPR tidak bisa menjatuhkah presiden. Sehingga kalau ada pernyataan begitu, kalau akan bertemu dengan Bapak Presiden ya, kita tunggu saja bagaimana sikap beliau,” kata Hartono.

Sementara itu Kabakin Letjen (Purn) Moetojib mengatakan, Presiden Soeharto dijadwalkan Selasa hari ini akan menjelaskan secara langsung berkaitan dengan pernyataan Ketua DPR/MPR yang meminta dirinya secara arif dan bijaksana mengundurkan diri.

“Pak Harto mengatakan, sudah besok saya akan menjelaskan sendiri,” kata Moetojib seusai diterima Presiden. Ia tiba pukul 09.25 WIB dan kembali pukul 20.00 WIB.

Ditanya mengenai pemyataan yang dikemukakan oleh Harmoko , Moetojib mengatakan , DPR terlalu cepat mengemukakan pemyataan itu kepada pers. Sebenamya,untuk mengambil keputusan-keputusan itu ditanya kepada fraksi-fraksi lebih dulu.

Untuk melaksanakan Sidang Istimewa (SI) itu sudah ada tatacaranya. Mekanisme itulah yang kita selamatkan, kita pertahankan dan jaga sehingga keputusan itu sifatnya konstitusional.

Menjawab pertanyaan bagaimana sikap Presiden setelah ada pernyataan Ketua DPR, Moetojib mengatakan, Pak Harto terlihat tenang.

“Sudah, besok saja saya akan beri keterangan,” katanya mengutip Pak Harto.

Kemarin Presiden juga menerima empat Menko, yaitu, Menko Polkam Feisal Tanjung, Menko Ekuin/Ketua Bappenas Ginandjar Kartasasmita, Menko Wasbang Hartarto dan Menko Kesra dan Taskin Haryono Suyono. Ginandjar yang ditanya isi pertemuan, mengatakan, membicarakan masalah-masalah yang rutin saja. Selain itu nampak juga H Probosutedjo yang terlihat sibuk pulang pergi lewat pintu samping. (FN)

Sumber: MERDEKA (19/05/1998)

_________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 341-342

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.