BUTUH DUA TAHUN LAKSANAKAN BANK PEMERINTAH HASIL MERGER

BUTUH DUA TAHUN LAKSANAKAN BANK PEMERINTAH HASIL MERGER[1]

 

Jakarta, Antara

Bank-bank pemerintah hasil penggabungan usaha (merger) akan membutuhkan waktu sekitar dua tahun untuk melakukan penyesuaian dalam operasionalnya sejak keputu san merger itu dikeluarkan pemilik bank.

“Kalau pun sudah diputuskan, pelaksanaan merger itu butuh waktu sekitar dua Tahun.” kata sumber di Bank Indonesia (BI) di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, merger bank pemerintah merupakan langkah yang harus dilaksanakan menjelang pelaksanaan AFTA pada tahun 2003.

“Dari kajian akademis kita, bank-bank pemerintah hasil merger akan menjadi kekuatan dan tulang punggung bank nasional menghadapi AFTA 2003.” katanya.

Ia mengatakan saat ini Departemen Keuangan dan BI pada level staf masih melakukan kajian mengenai pelaksanaan merger yang mencuat ketika dilaksanakannya sebuah seminar pada Februari 1997 di lnstitut Bankir Indonesia (IBI).

“Sampai saat ini kita masih melakukan kajian dan belum mengajukan hasilnya ke mana pun. Kajian ini bukan diminta oleh siapa pun.” katanya.

Ia menjelaskan pengkajian akademis harus memberikan sejumlah alternatif itu, tidak bersifat memutuskan, namun hanya memberikan sejumlah alternatif yang berkaitan pelaksanaan merger seperti berapa jumlah bank pemerintah yang dibentuk dan bagaimana nasib karyawan hingga level direksi yang saat ini betjumlah 40 orang.

“Tapi, kita ingin jangan sampai ada PHK (pemutusan hubungan kerja-red) dalam merger itu.” ucapnya.

Kajian itu, katanya, juga melihat aspek keuangan serta teknologi sistem komputer. Ketujuh bank pemerintah itu menggunakan sistem komputer yang berbeda karena itu perlu dikaji agar tidak tetjadi pemborosan yang terlalu banyak.

Menurut dia, dalam pengkajian itu tidak terlintas pemikiran untuk melaksanakan merger dengan bank-bank asing. Pengkajian itu, katanya, juga tidak ada kaitannya dengan jumlah kredit bermasalah yang diderita bank-bank pemerintah.

Total modal bank pemerintah yang terdiri atas BNI, BRI, BTN, BDN, BBD, Bapindo dan Bank Eksim per Maret 1997 sebesar Rp 13,5 triliun dengan aset Rp 213,3 triliun.

Jumlah kredit yang disalurkan mencapai Rp 140,4 triliun, sementara dana pihak ketiga yang berhasil dihimpun Rp 108,6 triliun. Laba pada tiga bulan pertama 1997 sebesar Rp 2,7 triliun.

Sementara itu, jumlah kredit macet di bank-bank pemerintah per Maret 1997 sebesar 4,65 persen, turun dibanding Desember 1994 yang sebesar 5,94 persen. Sedang kredit kurang lancarnya 4,56 persen turun dibanding Desember 1994 yang 5,39 persen, dan kredit diragukan 4,95 persen, turun dibanding Desember 1994 yang 7,3 persen.

Sebelumnya Menkeu Mar’ie Muhammad mengatakan Presiden Soeharto sudah mengetahui sepenuhnya dan secara prinsip menyetujui rencana merger tujuh bank pemerintah.

Usai melapor kepada Kepala Negara, Mar’ie menjelaskan masalahnya tinggal bank mana yang harus dimerger dan rencana pembentukan anak perusahaan.

Sumber : ANTARA (20/06/1997)

__________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 385-386.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.