“BUPATI AGAR DIDIK RAKYAT, MEKANISME SALURKAN PENDAPAT”

“BUPATI AGAR DIDIK RAKYAT, MEKANISME SALURKAN PENDAPAT”

 

 

Jakarta, Bisnis Indonesia

Presiden Soeharto meminta kepada para Bupati dan Walikota untuk mendidik rakyat agar mereka mengerti mekanisme dalam menyalurkan pendapat dan keinginannya.

Permintaan Kepala Negara itu dikemukakannya kemarin ketika mengadakan pertemuan tatap muka dengan para Bupati dan Walikota Madya Kepala Daerah tingkat II se-Indonesia di Istana Negara, Jakarta.

Para Bupati dan Walikota itu berada di Jakarta dalam rangka mengikuti penataran yang diselenggarakan oleh Departemen Dalam Negeri.

Kepada para Bupati dan Walikota, Presiden pada kesempatan tersebut juga mengharapkan agar mereka mengajak DPRD yang menjadi wakil-wakil rakyat untuk menyalurkan pendapat, kepentingan dan aspirasi rakyat.

Ditegaskannya, sebagai unsur Pemerintah Daerah, para anggota DPRD juga wajib meneruskan dan memberi penjelasan mengenai kebijaksanaan-kebijaksanaan dan keputusan-keputusan yang telah diambil oleh Pemerintah Daerah.

“Dengan jalan ini kita memberi makna yang positif dan segar terhadap kehidupan demokrasi kita. Sebab, dalam Demokrasi Pancasila hak dan kewajiban sama bobotnya dan sama pentingnya,” kata Kepala Negara menambahkan.

 

Negara Kekeluargaan

Di bagian awal sambutannya, Presiden mengingatkan agar sejumlah jajaran pemerintahan mulai dari pusat sampai ke daerah­daerah harus meningkatkan kualitasnya dalam mengemban tugas­tugas pemerintahan.

Menurut Kepala Negara, hal itu penting dalam rangka menghadapi tantangan-tantangan bam dan masalah-masalah baru yang selama ini belum pernah dialami, sebagai akibat gerak maju dari pembangunan di samping bertambah kritisnya masyarakat yang diakibatkan kemajuan pendidikan, kemajuan informasi dan pendidikan politik melalui P-4.

Tugas-tugas pemerintahan yang dimaksudkan oleh Presiden itu mencakup pula untuk melaksanakan pembangunan dalam arti yang seluas-luasnya.

“Semangat itulah yang hendaknya mendapat perhatian yang sebesar-besarnya dari sejulah jajaran pemerintahan,” kata Kepala Negara.

 

 

Sumber :BISNIS INDONESIA (19/06/1990)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XII (1990), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 105-106.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.