BULATKAN TEKAD UNTUK TERUS MEMBANGUN

BULATKAN TEKAD UNTUK TERUS MEMBANGUN

PRESIDEN :

Presiden Soeharto mengatakan, kehidupan masyarakat yang berbahagia, lahir batin hanya dapat dicapai, jika mampu melaksanakan serangkaian pembangunan bertahap dan sambung menyambung serta dengan mengerahkan semua daya dan dana yang dimiliki.

Kehidupan masyarakat yang berbahagia sendiri, cukup pangan, sandang, mempunyai tempat tinggal pantai, perawatan kesehatan memadai, anak-anak mudah mendapat pendidikan, setiap orang mendapat lapangan kerja yang cukup, seni budaya berkembang, bebas dari rasa takut dan cemas, dan leluasa dan tenteram melaksanakan ibadah dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan lainnya, demikian Presiden Soeharto, pada peresmian Bendungan Serbaguna Bening dan Jaringan Irigasi Widas, di Desa Petung, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Selasa.

Bulatkan Tekad

Menurut Kepala Negara, tanda-tanda yang menunjukan cita-cita itu mulai tampak. Selama hampir satu setengah dasawarsa masa pembangunan, kehidupan mulai bertambah baik.

Produksi pangan meningkat pesat, sandang sudah bukan masalah lagi, pelayanan kesehatan membaik, anak-anak mendapat pendidikan di sekolah-sekolah dasar.

"Marilah kita bulatkan tekad untuk terus membangun, sebab hanya dengan pembangunan itulah," kehidupan kita bertambah baik dan cita-cita terwujud," demikian ajakan Presiden Soeharto.

Dua proyek pembangunan, yaitu Bendungan Serbaguna Bening dan Proyek Irigasi Widas, merupakan bagian usaha pengembangan dan pemanfaatan sumber daya alam dimiliki, yaitu sumber air Kali Widas sehingga wilayah kali Widas bisa berkembang.

Namun untuk pengembangan keseluruhan, masih harus dibangun beberapa bendungan, pengembangan saluran irigasi, bahkan memperbaiki Kali Widas sendiri yang juga merupakan salah satu anak Kali Brantas.

Dalam pelaksanaan pembangunan tersebut yang dimanfaatkan bukan air Kali Widas saja, melainkan juga sumber air Kali Brantas dan anak-anak sungainya serta sungai besar-kecil lainnya.

Dengan demikian, wilayah aliran kali tersebut dapat dikembangkan. Dalam rangka pengembangan wilayah itu, juga telah dibangun bendungan-bendungan, seperti Wlingi, Selorejo, Karang Kates, dan Lahor jaringan irigasi dan bangunan lainnya.

Tidak Bisa Bermalas

Pembangunan yang diungkapkan Presiden Soeharto tersebut menunjukkan, untuk memanfaatkan dan mengembangkan sumber air dari sebuah sungai saja, diperlukan waktu lama, modal besar, dan kerja keras puluhan ribu orang.

"Padahal pengembangan itu baru merupakan salah satu dari beribu-ribu masalah pembangunan besar-kecil," kata Presiden.

Untuk itu Presiden menyatakan, pembangunan tidak mungkin dilaksanakan hanya dengan bermalas-malas, atau janji muluk. Melainkan perlu ketekunan dan kerja keras serta modal.

Dengan selesainya bendungan itu, banjir yang sering melanda daerah tersebut dapat dikendalikan. Dengan selesainya jaringan irigasi, ribuan hektar sawah dapat diairi sepanjang tahun sehingga dengan ini semua, masyarakat daerah tersebut, khususnya masyarakat tani, akan dapat meningkatkan penghasilannya.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga menyatakan, setelah pembangkit listrik dipasang, Bendungan Serbaguna Bening, juga dapat menghasilkan tenaga listrik yang cukup besar sehingga akan lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (RA)

Jakarta, Suara Karya

Sumber : SUARA KARYA (28/04/1982)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku VI (1981-1982), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 1114-1115.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.