BOB HASSAN : “KALAU BUSANG TAK ADA ISINYA, KITA MUNDUR”

BOB HASSAN : “KALAU BUSANG TAK ADA ISINYA, KITA MUNDUR”[1]

 

Jakarta, Antara

Komisaris Utama PT Nusamba Bob Hassan menegaskan Indonesia akan menarik diri sebagai investor pada proyek penambangan emas di Busang Kalimantan Timur, jika deposit serta kadar emasnya tidak memadai.

“Kalau tidak ada isinya, kita akan mundur.” kata Bob kepada pers di Mesjid Baiturrahim, Istana Merdeka, Jumat, ketika diminta komentarnya tentang perkembangan penelitian ulang.

Perusahaan penambangan emas dari Kanada, Bre-X semula menyebutkan cadangan emas di Busang sekitar 57 juta ounce (satu ounce sekitar 33 gram). Kemudian Bre-X mengatakan cadangan emas disana 70 juta ounce.

Namun perusahaan AS, Freeport-Me Morran Copper dari New Orleans yang menjadi mitra Bre-X mengungkapkan cadangan emas disana dibesar-besarkan (over­ state).

Bre-X memiliki saham 45 persen, Freeport 15 persen, pemerintah Indonesia 10 persen serta perusahaan swasta, PT Nusamba 30 persen.

Akhirnya, PT Nusamba melakukan penelitian ulang guna memperkirakan deposit emas disana. Menurut Bob Hassan, hasil penelitian itu akan diketahui tiga hingga empat minggu mendatang.

“Ngapain kalau tidak ada isinya. Kalau tidak ada isinya, ya tidak feasible (layak).” kata Bob yang datang ke Mesjid Baiturrahim untuk menghadiri upacara pernikahan putra BJ Habibie dengan putri Sudibyo Rahardjo yang dihadiri pula Presiden Soeharto, Wakil Presiden Try Sutrisno dan Ibu Tuti, Ketua BPK, JB Sumarlin serta Ketua MA Sarwata.

Ketika ditanya tentang angka ideal cadangan minimal tambang emas Busang ini hingga layak digarap secara ekonomis, Bob Hassan yang juga sering disebut sebagai “raja hutan” karena memiliki HPH yang luas, tidak mau berkomentar banyak.

“Kita tunggu saja hasil penelitian tim independen.” katanya sambil menyebutkan hasil penelitian lapangan akan diperiksa di Balikpapan dan Perth, Australia. Ia mengatakan yang penting selain depositnya besar, kadarnya juga harus maksimal.

Setelah menghadiri upacara pernikahan itu, Presiden Soeharto menerima Mentamben Ida Bagus Sudjana. Usai pertemuan itu, Sudjana mengatakan ia memang melaporkan masalah Busang.

“Kita memang harus segera mengambil keputusan.” kata Sudjana yang juga mengatakan pemerintah masih harus menunggu hasil penelitian tim independen sebelum mengambil sikap.

Ketika ditanya wartawan apakah pemerintah akan mengenakan sanksi kepada Bre-X jika mengetahui mereka berusaha mengelabui pemerintah Indonesia dengan membesar- besarkan angka cadangan emas Busang, Sudjana hanya mengatakan pemerintah belum mengambil kesimpulan seperti itu.

Sudjana mengatakan pula sampai sekarang belum ada satu teknologi pun yang bisa menentukan secara tepat kandungan bahan tambang di suatu daerah.

Sumber : ANTARA (11/04/1997)

_________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 311-312.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.