BERANI MEMIKUL TANGGUNG JAWAB

BERANI MEMIKUL TANGGUNG JAWAB[1]

 

 

Jakarta, Suara Pembaruan

KELEBIHAN Pak Harto (Presiden Soeharto) adalah kesabarannya mendengarkan orang berbicara, meskipun orang itu adalah stafnya. Beliau mengikuti masalah yang diuraikan dengan seksama sampai detail terinci. Hal ini tentu menyenangkan bagi pembawa laporan, yang berupa masalah atau saran-saran itu, Nampak sekali bagaimana beliau menyimak keadaan perekonomian negara yang sedang merosot pada tingkatan terburuk bagi suatu bangsa yang memperoleh kedudukan terhormat di forum Internasional.

Bagi kepentingan nasional pikiran dan pertimbangan didasarkan atas jalan pikiran yang rasional, disertai penangkapan unsur yang detail menjadi bagian penting pula di dalam mengambil keputusan, Beliau melihat rentang persoalan jauh ke depan, bahwasanya yang ditentukan waktu ini akan punyai pengaruh yang cukup penting bagi perkembangan masa datang. Bahkan keputusan tersebut hendaknya menjadi dasar kerangka pula bagi pertumbuhan sosial ekonomi masyarakat pada tahun-tahun mendatang.

Hal ini nampak jelas dari tindakan pertama pemerintah untuk membenahi perekonomian nasional yang merosot tajam itu, sebagai akibat pengelolaannya yang kurang mengacu kepada kepentingan rakyat serta masa depan rakyat. Praktis baru 6-7 bulan menjabat sebagai ketua, Presidium Kabinet RI sejak Maret 1966, diambilah keputusan penting untuk mencanangkan suatu program yang sangat populer yaitu program stabilitas ekonomi pada tanggal 3 Oktober, 1966, Tiap program stabilisasi tentu menyangkut pengendalian inflasi yang berarti penekanan yang tajam dari pengeluaran negara, dan penegakan disiplin di lingkungan aparat negara, temtama yang ada sangkut pautnya dengan pengeluaran negara.

Sesudah itu memang terasa mulai meningkat kritik-kritik yang dilancarkan, terutama dalam bidang moneter, namun tiada kurang pula terhadap aparat negara yang lain, di mana kebutuhan pokok rakyat belum dapat dipenuhi, sedangkan harganya terus meningkat. Namun demikian Pak Harto yakin bahwa apa yang diletakkannya sebagai keputusan yang penting mempunyai manfaat dan kebaikan bagi masyarakat di masa depan. Oleh karena itu Pak Harto terus menjaga agar konsistensi dalam pelaksanaan program tersebut tetap dipertahankan dan bagi tiap gejala atau dampak negatif yang timbul, persoalan tersebut diselesaikan secara pragmatis.

Demikian program berjalan, tidak sepi dari kritik dan kecaman, maka sekaligus mulai kehidupan politik ditata untuk diarahkan kepada perkembangan politik yang sehat setelah kehidupan partai atau golongan mengalami restrukturisasi.

Dengan demikian program ekonomi untuk membawa masyarakat kepada suatu kehidupan yang lebih baik pada hari esok, dapat mempunyai landasan yang kuat disertai dukungan politik yang mantap.

Kemampuan

Pertumbuhan dari multiparty system menjadi kekuatan sosial politik yang bertumpu pada dua partai politik dan satu Golongan Karya, telah membuktikan kemampuan bangsa Indonesia untuk melaksanakan pembangunan lima tahunnya sampai memasuki Pelita V ini dengan selamat.

Setiap orang yang telah berhubungan dengan beliau secara dekat tentu mempunyai pendapat dan kesan sendiri mengenai pribadi Pak Harto dan hubungan yang dibina. Demikian juga dengan saya. Selama dua puluh empat tahun saya telah bekerja membantu beliau. Setelah hal ini saya renungkan kembali, saya merasa bahwa adalah suatu “privilege” bagi saya untuk mendapat kesempatan bekerja dan menjadi pembantu Presiden selama ini, dan selama waktu tersebut saya terkesan mengenai beberapa sifat beliau yang mempunyai pengaruh besar dalam pelaksanaan tugas memimpin bangsa dan negara Indonesia.

Pada awal tahun 1973, tepatnya bulan Maret, saya dipanggil untuk menghadap Presiden di (kediaman di jalan) Cendana. Saat itu saya berkedudukan sebagai Gubernur Bank Sentral/Bank Indonesia. Lazimnya kalau dipanggil bapak presiden, tentu ada beberapa masalah yang ingin ditanyakan atau ada beberapa petunjuk guna memecahkan suatu masalah yang ingin diberikan. Lain daripada biasanya, waktu itu beliau mengemukakan tentang maksud beliau untuk mengangkat saya, sebagai pembantu Presiden dalam kedudukan sebagai Menteri Perdagangan. Salah satu petunjuk yang amat penting yang beliau kemukakan ialah soal penanganan penyaluran pupuk kepada petani yang perlu diatur sebaik-baiknya, karena dari tahun ke tahun akan meningkat jumlahnya.

Semula saya terima petunjuk itu sebagai petunjuk yang sederhana dan wajar-wajar saja. Baru kemudian setelah menjalani tugas sebagai Menteri Perdagangan beberapa tahun lamanya, terasa strategisnya pupuk itu dalam usaha meningkatkan produksi pangan. Dengan demikian dapat diupayakan agar Indonesia terlepas dari ketergantungan terhadap impor beras dari luar negeri dan menjadi swasembada pangan. Swasembada pangan ini mempunyai tiga segi kemanfaatan. Pertama ialah peningkatan pendapatan petani ; kedua ialah penghematan devisa yang bagi Indonesia merupakan suatu kelangkaan ; dan yang ketiga ialah dampak stabilitas yang sangat didambakan rakyat.

Pertama-tama yang dapat kita simak ialah perhatian beliau yang ditujukan kepada masalah-masalah yang menyangkut kehidupan rakyat. Sebagai negara yang agraris, penyelesaian masalah pangan, sandang dan papan merupakan prioritas utama. Untuk mencapai hal ini pembangunan ekonomi mendapat prioritas utama. Strategi yang dipergunakan untuk maksud ini adalah strategi yang tidak mudah perumusannya. Akan tetapi pengalaman beliau yang mendalam dan luas dapat menjamin kontinuitas pemikiran yang dikemukakan. Ditambah dengan sifat tenang beliau, maka kebijaksanaan pembangunan dapat digariskan secara jelas. Hal ini dikemukakan oleh beliau dalam berbagai forum, baik melalui pernyataan-pernyataan maupun diskusi dengan kelompok masyarakat yang adalah rakyat biasa.

Mengenal Masyarakat

Pendekatan inilah yang sangat membantu dalam pelaksanaan program pembangunan selama masa Orde Baru ini. Selama periode awal menjabat sebagai Presiden beliau mengadakan perjalanan ke seluruh Tanah Air. Maksud kunjungan­kunjungan tersebut antara lain adalah untuk dapat mengenal masyarakat dan dekat. Bangsa Indonesia yang terdiri dari aneka ragam suku dan kebudayaan mempunyai aspirasi yang beraneka ragam pula. Dan aspirasi rakyat ini hanya dapat diungkapkan melalui pendekatan kepada rakyat itu sendiri. Dengan mengenal masyarakat dari dekat, maka permasalahan yang dihadapinya dapat pula dikenal. Dengan demikian, langkah-langkah yang perlu diambil untuk memecahkan masalah mereka, dapat diupayakan.

Sifat yang kita jadikan teladan ialah ketekunan beliau dalam melakukan tugas. Saya terkesan dengan ketekunan dan kesungguhan beliau dalam melaksanakan tugas yang dipercayakan kepada beliau, sejak masa muda sifat ini telah ditunjukkan dalam berbagai keterlibatan beliau selama perjuangan fisik. Hal ini yang antara lain memungkinkan beliau selalu berhasil dengan baik dalam melakukan tugas dan mencapai hasil terbaik dalam mengikuti pendidikan, termasuk pendidikan kemiliteran. Pendidikan terakhir yang diikuti adalah SSKAD, setelah mana beliau langsung ditugaskan dalam Operasi Mandala. Sikap inilah yang membuat beliau tidak berhenti di tengah jalan, akan tetapi secara konsisten melanjutkan perjuangan melalui peranan yang dilakukan.

Sifat beliau yang lain yang patut diteladani adalah keteguhan beliau dalam melaksanakan amanat UUD. Contoh terbaik Indonesia telah dipuji oleh berbagai negara dan lembaga internasional yang mempunyai otoritas di bidangnya. Akan tetapi Pak Harto tetap merasa ada kekurangan yang mendasar karena koperasi sebagai salah satu sokoguru perekonomian nasional belum mencapai tingkat perkembangan sebagai mitra usaha yang sepadan bagi kedua sokoguru lainnya, yakni Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Swasta. Oleh karena sistem ekonomi Indonesia harus bertumpu atas asas kekeluargaan, maka kebersamaan haruslah menjadi sikap dasar dalam menjalin kemitraan. Inilah yang menjadi inti pokok himbauan Pak Harto kepada pengusaha nasional untuk menjual sebagian sahamnya kepada koperasi.

Kesadaran

Imbauan tersebut memacu kepada kesadaran setiap pengusaha Indonesia bahwa keberhasilan mereka dimungkinkan oleh kesediaan rakyat untuk berkorban, baik dalam perjuangan untuk menegakkan kemerdekaan, menumpas pemberontakan maupun bagi keberhasilan pembangunan khususnya di bidang ekonomi. Kesadaran yang menda1am tentang pengorbanan yang telah diberikan oleh rakyat akan memperteguh tekad pengusaha nasional untuk membantu perkembangan koperasi dengan penuh keikhlasan.

Selama beliau melaksanakan tugas sebagai Presiden banyak tantangan yang dihadapi, yang semuanya dapat diatasi dengan baik. Tantangan ini membuat beliau harus terus mengupayakan jalan keluar dari persoalan yang dihadapi. Semuanya itu menempa beliau menjadi seorang yang tabah dan tenang serta tidak pernah berhenti berpikir mengenai negara dan bangsa. Kontinuitas berpikir inilah yang membuat beliau tetap tegar dan sehat.

Tulisan ini diambil dari buku “Di Antara Sahabat, Pak Harto 70 Tahun.” Diterbitkan PT Citra Lamtoro Gung Persada tahun 1991 dan te1ah disingkat.

Sumber : SUARA PEMBARUAN (11/03/1998)

______________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 238-241.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.