BELENGGU ISOLASI YANG MENGUNDANG MASYARAKAT BENGKULU BERHASIL DIPATAHKAN

BELENGGU ISOLASI YANG MENGUNDANG MASYARAKAT BENGKULU BERHASIL DIPATAHKAN

PRESIDEN SOEHARTO :

Belenggu isolasi yang mengungkung masyarakat kini berhasil kita patahkan. Dengan demikian roda ekonomi rakyat akan semakin lancar. Demikian dikemukakan Presiden Soeharto ketika meresmikan "Jembatan Ketahun" dan "Bendung Seluma" di Bengkulu, Selasa siang.

Presiden berkata, upaya mematahkan belenggu isolasi ini tidak saja penting dilihat dari segipembangunan fisik, akan tetapi juga amat mempunyai arti dalam pembangunan mental spiritual.

Dengan makin lancarnya perhubungan maka makin terasa pula kesatuan dan persatuan Indonesia. Jadi pembangunan ekonomi berkaitan erat dengan pembangunan berbagai segi kehidupan masyarakat.

Sebenarnya perhubungan mempunyai faktor penting dalam pembinaan memperkokoh persatuan bangsa, maupun ketahanan nasional dan juga memberi isi nyata kepada "wawasan nusantara."

Selesainya dua proyek tersebut adalah meningkatkan kesejahteraan rakyat terutama di daerah ini. Lancarnya perhubungan sama dengan memperkuat urat nadi perekonomian bangsa. Hasil bumi dan hasil lainnya mudah dipasarkan guna memenuhi kebutuhan masyarakat banyak.

Jembatan Ketahun ini merupakan satu, dari 106 jembatan di Bengkulu yang turut memperlancar roda perekonomian rakyat Kalau selama ini menggunakan perahu, sekarang sudah lebih lancar dan mudah.

Sebelumnya Muko-muko dengan Bengkulu harus ditempuh satu minggu. Tapi dengan selesainyajembatan tcrsebut, cukup dengan 12 jam umpamanya. Tidak lama lagi pelabuhan samudera Pulau Baai akan selesai dibangun. Hasil ekspor maupun kebutuhan barang impor bisa diangkut melalui pelabuhan tersebut.

Bendung Seluma

Presiden mengatakan, selesainya bendung ini berarti meningkatkan hasil produksi rakyat, karena persawahan akan semakin diperluas.

Dengan meningkatnya produksi padi, kata Presiden, mempunyai arti meningkatnya penghasilan petani. Hal ini berarti pula meningkatkan mutu kehidupan rakyat.

Apabila seluruh proyek bendung selesai, maka diharapkan mampu mengairi 8 ribu hektar sawah. "Saya minta," kata Presiden, "petani di daerah ini benar-benar melaksanakan intensifikasi dengan Panca Usaha".

Daerah Bengkulu mempunyai potensi besar. Terdapat sejumlah perkebunan yang harus dikembangkan guna meningkatkan ekspor. Kecuali itu, di daerah ini banyak obyek wisata yang cukup menarik.

Daerah ini masih luas sedang penduduk maih relatif sedikit Karena itu," kata Presiden, "saya gembira, daerah ini mengharapkan tambahan transmigrasi umum maupun transmigrasi spontan."

Transmigrasi harus kita sukseskan sebagai uaha menggarap kekayaan alam misalnya Presiden minta agar gubernur setempat mengatur transmigrasi dengan baik dan agar dua proyek yang baru saja diresmikan tadi, dijaga baik-baik supaya bisa dimanfaatkan dalamjangka waktu lama.

Pembangunan jembatan semacam ini juga dilakukan di daerah Kalimantan Barat yang diresmikan bulan lalu oleh Presiden Soeharto. Kemudian jembatan di Jambi dalam waktu dekat akan diresmikan pula.

Transmigrasi Spontan Lebih Banyak

Menurut Gubernur Bengkulu, transmigran spontan di daerahny jauh lebih banyak dari transmigran pemerintah. Transmigran pemerintah saat ini jumlahnya hanya sekitar 16.000 KK sedang transmigran spontan ada 25.000 KK lebih.

Karena itu, katanya, Bengkulu akan dijadikan proyek percontohan dalam bidang transmigrasi swakarya. Tahun ini, daerah itu akan menerirna 1.000 KK transmigran swakarya yang mendapat tunjangan pemerintah.

Pada kesempatan upacara yang dipusatkan di Jembatan Ketahun, sekitar 85 km di utara kota Bengkulu, Presiden juga sekaligus secara simbolis memberikan sertifikat kepada 6.000 transmigran yang berasal dari WPP (Wilayah Pengembangan Partial) Ketahun.

Dengan diresmikannya 106 jembatan itu berarti saat ini 141 jembatan di Bengkulu sudah diperbaiki. Sedangkan jumlah seluruh jembatan di SHU ada 371 buah.

Biaya pembangunan jembatan-jembatan itu bernilai Rp 10,4 milyar lebih yang berasal dari APBN dan APBD. Sedangkan Bendung Seluma yang merupakan proyek pengairan terbesar di daerah itu telah menelan biaya Rp 12 milyar.

Sebagai tahap pertama, bendung yang seluruhnya dapat mengiri areal seluas 8.000 hektar saat ini baru efektif dapat mengairi areal seluas 1.500 hektar.

Sisanya akan dikerjakan bertahap, sampai tahun 1985 dengan biaya Rp 8,5 milyar.

Dalam kesempatan di Bengkulu, Ibu Tien Soeharto meresmikan Sekolah Luar Biasa Dharma Wanita Bengkulu.

Gedung sekolah yang menghabiskan dana Rp 150 juta itu mampu menampung 65 murid dengan luasbangunan 1500 meter persegi di atas tanah 6000 meter persegi.

Mengenai daerah Bengkulu ini, Menteri PU Purnomosidi mengatakan, merupakan daerah yang sangat potensial untuk pertanian. Karena selain curah hujannya cukup, yang merupakan potensi besar akan sumper-sumber air, kemiringan lahannya juga memungkinkan untuk mengembangkan daerah pangan. (RA)

Jakarta, Kompas

Sumber : KOMPAS (24/03/1982)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku VI (1981-1982), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 1080-1082.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.