BELANDA TERUS BERUSAHA MENYEDIAKAN BANTUAN DAN KERJASAMA UNTUK INDONESIA

BELANDA TERUS BERUSAHA MENYEDIAKAN BANTUAN DAN KERJASAMA UNTUK INDONESIA

Perdana Menteri Belanda Andreas A.M. van Agt dalam komunike bersama dengan Presiden Soeharto, Kamis malam, menyatakan kesediaan negerinya untuk berusaha melanjutkan penyediaan bantuan dan kerjasama baik secara bilateral maupun dalam rangka IGGI bagi usaha2 pembangunan Indonesia yangjugamemberi perhatian khusus pada pembangunan di Irian Jaya.

PM Van Agt menyatakan juga bahwa ia sangat terkesan atas kemajuan pembangunan yang telah dicapai Indonesia.

Presiden Soeharto, dalam pada itu menyatakan bahwa walaupun telah banyak kemajuan yang dicapai Indonesia dalam pembangunan nasionalnya, negara2 maju hendaknya janganlah berkesimpulan bahwa Indonesia tidak memerlukan lagi bantuan dan kerjasama. Menurut Presiden, Indonesia masih menghadapi masalah besar bagi sebagian besar penduduknya dan masalah2 besar lainnya.

Presiden menyatakan bahwamulai Pelita III ini Indonesia melakukan delapan jalur pemerataan.

Kedua kepala pemerintahan itu bersetuju untuk mengintensifkan kerjasama ekonomi, teknik, ilmu pengetahuan dan kebudayaan antara kedua negeri.

ASEAN-MEE

Kedua Kepala Pemerintahan menekankan pentingnya Persetujuan Kerjasama ASEAN-MEE yang ditandatangani di Kuala Lumpur bulan Maret 1980.Diharapkan, program kerjasama dalam persetujuan itu dapat dilaksanakan dalam waktu dekat.

Dalam membahas situasi politik dunia, kedua Kepala Pemerintahan menyarankan keprihatinannya terhadap ketegangan yang meningkat yang makin terlihat. Mereka menghimbau pemimpin2 semua negara yang terlibat dalam ketegangan2 itu agar menahan diri untuk mengurangi ketegangan dan mencari penyelesaian secara damai.

Presiden menyatakan kecemasannya terhadap situasi di Asia Tenggara yang terjadi di Kampuchea. Ia menyatakan situasi tersebut tak dapat dibiarkan berlarut2 tanpa penyelesaian karena bahaya yang mengancam kestabilan politik di Asia Tenggara dan situasi di Kampuchea sekarang juga mempengaruhi negara2 di kawasan itu.

Suatu penyelesaian politik diperlukan sesuai dengan prinsip2 resolusi Sidang Umum PBB.

Masalah Afganistan

Dalam komunike itu, Perdana Menteri van Agt mengutuk invasi Uni Sovyet di Afganistan. Kedua kepala pemerintahan menyetujui perlunya mencari penyelesaian politik terhadap masalah tersebut yang dapat diterima oleh semua kelompok yang bersangkutan dan memberikan rakyat Kampuchea dan Afganistan bebas memilih bentuk pemerintahannya.

Keduanya menyatakan bahwa krisis di Afganistan dapat diatasi dengan munculnya Afghanistan yang netral dan Non Blok.

Ekonomi Dunia

Tentang situasi ekonomi dunia, kedua kepala pemerintahan sepakat perlu dilakukan usaha2 dan dialog2 yang bertujuan mengurangi ketidak seimbangan antara negara maju dan negara berkembang dalam rangka Orde Ekonomi Internasional.

Kedua pihak sepakat perlunya perhatian yang sungguh2 terhadap perundingan internasional yang menyangkut masalah bahan mentah, enerji, perdagangan, pembangunan ekonomi, moneter dan keuangan. Mereka yakin, dengan semangat kerjasama yang saling menguntungkan, penyelesaian yang memuaskan terhadap masalah yang mendesak ini akhirnya dapat dicapai.

Usaha2 Patungan

Menjawab pertanyaan pers, Van Agt menyatakan usaha2 patungan dan aktivitas ekonomi yang saling menguntungkan akan merupakan tindakan2 konkrit dalam meningkatkan hubungan ekonomi dan perdagangan kedua negara.

Dijelaskan bahwa neraca perdagangan Indonesia-Belanda tahun 1977-78 memperlihatkan angka positif bagi Belanda. Namun sesudah itu sampai sekarang keadaannya telah berbalik, yakni memberikan angka lebih bagi Indonesia.

Menjawab pertanyaan sekitar hak2 asasi manusia Indonesia, PM Belanda itu menyebutkan sesudah dibebaskannya semua tahanan G-30-S/PKI golongan B, maka masalah yang dihadapi ialah bagaimana mereka bisa kembali hidup normal di masyarakat. Untuk itu katanya, negerinya memberikan bantuan kepada pemerintah Indonesia.

Menjawab pertanyaan, apakah kedatangan PM Van Agt juga membawa semacam pesan dari Lisbon mengenai pemulihan hubungan diplomatik antara Portugal dan Indonesa, Menlu Chr. A. van der Klaauw yang mendampingi P,M Belanda itu menyatakan bahwa pada bulan September tahun lalu ada pembicaraan diantaranya dengan Menlu Mochtar dan Menlu Portugal di PBB, namun tidak membawa hasil.

Sekarang katanya, ada tampak bahwa kedua pihak ingin melanjutkan pembicaraan menyangkut masalah pemulihan hubungan itu.

Tentang Timor Timur, PM Van Agt menyatakan bahwa pemerintahnya bersedia memberikan bantuan lebih Ianjut untuk daerah itu lewat badan2 intemasional.

Pihak Belanda menghargai jaminan2 Indonesia dalam membangun daerah Timor-Timur yang berkembang secara positif, tambahnya.

Menjawab pertanyaan tentang masalah kelompok musik "Black Brothers" yang kini ingin menetap di negeri Belanda, PM Van Agt menyatakan masalahnya kini tengah diteliti oleh Kementerian Kehakiman Belanda. (DTS)

Jakarta, Antara

Sumber: ANTARA (18/04/1980)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku V (1979-1980), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 567-569.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.