BASOFI BERADA DI TENGAH-TENGAH MAHASISWA MENYAMBUT GEMBIRA PENGUNDURAN DIRI SOEHARTO

BASOFI BERADA DI TENGAH-TENGAH MAHASISWA MENYAMBUT GEMBIRA PENGUNDURAN DIRI SOEHARTO[1]

 

 

Jakarta, Media

Kalangan mahasiswa di Indonesia menyambut gembira pengunduran diri Soeharto sebagai Presiden, namun sebagian dari mereka mempersoalkan penunjukan BJ Habibie menjadi Presiden.

Mahasiswa ITB, misalnya meluapkan kegembiraannya dengan mengadakan dengar pendapat di Ruang Serbaguna Student Center Barat di dalam kampus Ganesha. Dengan pendapat itu dihadiri sekitar 100 mahasiswa yang umumnya mempertanyakan langkah selanjutnya yang akan dilakukan.

“Habibie tidak representatif sebagai Presiden Republik Indonesia. Kita bisa lihat apa yang diperjuangkannya selama ini. Bagaimana ia mempertanggungjawabkan urusan yang besar ini, urusan negara.” kata Widdi Aswindi Sekjen Satgas KM-ITB.

Umumnya berpendapat tetap memerlukan sosok pemimpin nasional yang baru. Sementara itu mahasiswa Unpad tidak sekedar berdiskusi. Sekitar pukul 14.00 mereka mulai melakukan konvoi keliling Kota.

“Kita akan sampaikan kabar gembira ini pada masyarakat sambil menyatakan reformasi masih diteruskan.” kata seorang mahasiswa.

Di Ujungpandang, 500 mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Universitas Muslim Indonesia (UMI) turon kejalan dengan melakukan pawai keliling kota, Kamis (21/5). Aksi suka cita ini digelar secara spontanitas menyusul pernyataan Soeharto dengan arif dan bijaksana meletakkan jabatannya sebagai Presiden.

Demikian juga dengan mahasiswa Sumatera Barat yang meluapkan kegembiraan dengan melakukan pawai keliling kota Padang menggunakan belasan kendaraan sambil melambai-lambaikan bendera merah putih dan meneriakkan yel-yel hidup Reformasi.

Dari Manado, sebagian besar tokoh pemuda dan mahasiswa menyatakan setuju sekaligus menghargai kebesaran jiwa Pak Harto yang bertindak ksatria dengan pernyataannya berhenti dari jabatan sebagai Presiden/Mandataris MPR.

Di Solo, keputusan HM Soeharto mundur dari jabatan Presiden RI, disambut gegap gempita ratusan aktivis mahasiswa yang menduduki Balai Kota Solo sejak Rabu siang. Mereka yang sejak menduduki balai kota membentuk Dewan Reformasi.

Mahasiswa Surakarta (DRMS) dari 10 perguruan tinggi di kota itu juga menginginkan secepatnya dibentuk Dewan Pimpinan Nasional. Sementara yang terdiri atas mahasiswa, kaum intelektual dan tokoh masyarakat guna mempersiapkan pemerintahan baru yang demokratis melalui Pemilu.

Sementara Gubernur Jatim Basofi bergabung dengan mahasiswa, mewujudkan kegembiraan. Di tengah menyampaikan pernyataan sikap, Gubernur Basofi Sudirman dengan mengendarai sepeda motor berada di tengah-tengah mahasiswa. Selama lima menit Basofi Sudirman menyampaikan pidato dihadapan ratusan mahasiswa tersebut.

“Silakan kalian mengimplementasikan kebahagiaan Anda, namun tetap waspada jangan sampai disusupi perusuh yang akan membuat situasi kacau.” ujar Basofi Sudirman disambut tepuk tangan mahasiswa.

Di Yogyakarta, ribuan orang baik mahasiswa, pelajar, dan kalangan masyarakat lainnya kemarin melakukan sujud syukur di Boulevard Gadjah Mada Yogyakarta setelah mendengar pernyataan pengunduran diri Jenderal Besar (Purn) Soeharto dari jabatannya sebagai Presiden RI.

Sementara itu kehidupan di Yogyakarta kemarin kembali berjalan normal setelah sehari sebelumnya lumpuh total karena masyarakat Yogyakarta mendengarkan Maklumat SDISKS Hamengku Buwono X dan KGPAA-Paku Alam VIII. Namun, tulisan-tulisan pro reformasi dan poster serta spanduk dukungan terhadap aksi reformasi masih terpasang jelas. Sedangkan pendudukan terhadap Monumen Serangan Oemoem 1 Maret dihentikan setelah mendengar pernyataan pengunduran diri Soeharto. Kalangan mahasiswa di Yogyakarta juga masih akan menggelar apel syukur hari ini (22/05) di Hall Kampus Universitas Islam Indonesia.

Dalam undangannya, Rektor UII Prof. Zaini Dahlan, MA mengatakan apel syukur yang digelar pukul 10.00 WIB itu merupakan ungkapan kegembiraan tanpa caci maki dan renungan serta doa bersama untuk kemaslahatan bangsa dan negara.

Sumber : MEDIA INDONESIA (22/05/1998)

______________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 498-499.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.