Bapak Akan Mendapat Jalan Terbaik

Malang, 24 Juni 1998

Kepada

Yth. Bapak Soeharto

di Jl. Cendana 8

Jakarta Pusat

 

BAPAK AKAN MENDAPAT JALAN

TERBAIK [1]

Selama kurang lebih 30 tahun, bangsa dan negara Indonesia mengalami kemajuan yang pesat dan sangat berarti. Baik di kota maupun di pedesaan-pedesaan pembangunan merata di seluruh pelosok tanah air, dan langsung dinikmati oleh masyarakat.

Kami merasakan langsung hasil pembangunan Orde baru yang Bapak pimpin dengan arif dan bijaksana. Sebagai seorang yang pernah menjadi anak buah Bapak (kami mantan kepala desa) wajar kalau kami tetap mengagumi dan simpati yang mendalam atas kepemimpinan Bapak Soeharto walaupun saat ini Bapak sudah tidak menjabat lagi sebagai presiden.

Bapak seorang negarawan yang berjiwa besar, bersemangat serta bertanggung jawab penuh terhadap tugas-tugas yang diemban. Lewat perjuangan Bapak, bangsa dan negara terbebas dari pemberontakan G 30 S/PKI, walaupun harus mengorbankan tujuh Jenderal akibat kebiadaban PKI. Banyak sejarah perjuangan yang Bapak ukir di negara kita selama 30 tahun yang tidak mungkin bangsa Indonesia melupakannya.

Jasa-­jasa Bapak selalu terkenang sebagai pedoman kami, penerus perjuangan bangsa. Dalam kondisi yang seperti ini, harapan kami Bapak Soeharto tetap tegar dan selalu eksis. Walaupun pada saat ini Bapak dan keluarga sedang digoncang oleh beberapa masalah dan pemberitaan yang sangat memojokkan. Kami berkeyakinan Bapak di pihak yang benar.

Insya Allah, Bapak akan mendapatkan jalan yang terbaik, karena tidak semua bangsa Indonesia menilai Bapak dan keluarga negatif. (DTS)

Wassalam

Moch. Rifa’i Choliq HW.

Malang – Jawa Timur

[1]     Dikutip langsung dari dalam sebuah buku berjudul “Empati di Tengah Badai: Kumpulan Surat Kepada Pak Harto 21 Mei – 31 Desember 1998”, (Jakarta: Kharisma, 1999), hal 929. Surat ini merupakan salah satu dari 1074 surat  yang dikirim masyarakat Indonesia dari berbagai pelosok, bahkan luar negeri, antara tanggal 21 Mei – 31 Desember 1998, yang menyatakan simpati setelah mendengar Pak Harto menyatakan berhenti dari kursi Kepresidenan. Surat-surat tersebut dikumpulkan dan dibukukan oleh Letkol Anton Tabah.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.