BANTUAN JEPANG BAGI KEBERHASILAN PEMBANGUNAN INDONESIA

BANTUAN JEPANG BAGI KEBERHASILAN PEMBANGUNAN INDONESIA

Tokyo, Antara

PM Noboru Takeshita, Senin pagi, menyatakan kesediaan pemerintahnya untuk terus mengulurkan bantuan bagi keberhasilan pembangunan Indonesia.

Dia juga mengatakan, akan bekerjasama dengan Indonesia untuk menjamin ekspor sumber-sumber energi, terutama minyak bumi Indonesia ke Jepang.

Takeshita mengatakan, Jepang merupakan pasar penting bagi minyak dunia, dan menaruh harapan yang besar kepada Indonesia, setelah Indonesia selama ini membuktikan diri sebagai pemasok minyak yang terpercaya bagi Jepang.

Ketika menerima Menteri Pertambangan dan Energi Ginandjar Kartasasmita di kantornya, Takeshita juga memuji hubungan baik yang terjalin antara kedua bangsa, serta peranan Indonesia yang makin besar dalam upaya mempertahankan stabilitas wilayah Asia Tenggara.

Dia juga memuji keberhasilan bangsa Indonesia dalam melaksanakan pembangunan. Karena itu dia sangat mendorong pemberian bantuan Jepang 2,3 miliar dolar AS yang dijanjikan kepada Indonesia. Dia mengharap hubungan Jepang­Indonesia makin berkembang di masa-masa depan.

Menteri Ginandjar yang berada di Jepang sejak Kamis, Senin pagi diterima PM Takeshita selama sekitar 25 menit.

Menteri Ginandjar menyampaikan salam Presiden Soeharto dan rasa terima kasih pemerintah atas bantuan yang telah diulurkan pemerintah Jepang selama ini. Dia juga menyatakan Indonesia akan tetap menjadi pemasok sumber energi yang terpercaya bagi Jepang.

Dalam kesempatan itu, dia minta pengertian pemerintah Jepang akan pentingnya arti pemasukan dari ekspor migas bagi pelaksanaan pembangunan Indonesia dan menyinggung tentang turunnya harga minyak di pasar dunia.

Kepada Ginandjar, yang merupakan lulusan pendidikan Jepang pertama sesudah perang yang menjadi menteri Indonesia.

Takeshita juga menyebutkan tekad pemerintahnya untuk melaksanakan rencana peningkatan jumlah mahasiswa asing di Jepang menjadi 100.000 orang menjelang akhir abad dua puluh, dari yang sekarang sekitar 20.000.

Selesai dengan Takeshita, Ginandjar mengadakan pertemuan dengan Presiden Dana Kerjasama Ekonomi Luar Negeri (Overseas Economic Cooperation Funds OECF) Mitsuhide Yamaguchi, dilanjutkan pertemuan dengan Ketua Dewan Riset Politik Partai Liberal Demokrat yang berkuasa, Michio Watanabe.

Dengan ketua OECF, Ginandjar membicarakan kerjasama ekonomi antara Jepang dan Indonesia. OECF adalah badan yang menangani bantuan-bantuan teknis Jepang kepada negara-negara berkembang.

Ginandjar menguraikan usaha-usaha yang dijalankan pemerintah Indonesia untuk mensukseskan pemanfaatan dana bantuan luar negeri, serta langkah-langkah yang diambil untuk menyukseskan pembangunan nasional.

Dengan Watanabe yang juga adalah ketua Perhimpunan Jepang-Indonesia dan ketua Perhimpunan Parlemen Jepang-Indonesia, dia membicarakan upaya-upaya peningkatan hubungan kerjasama antara ke dua bangsa.

Ginandjar, Senin sore, melanjutkan perjalanan ke Ibukota Korea Selatan, Seoul, untuk menghadiri rapat Komite Bersama Energi Korsel-Indonesia.

Tokyo, ANTARA

Sumber : ANTARA (05/09/1988)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku X (1988), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 352-354.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.