BANTUAN DEPSOS HARUS SAMPAI KEPADA MEREKA YANG SUSAH

BANTUAN DEPSOS HARUS SAMPAI KEPADA MEREKA YANG SUSAH

Presiden Soeharto Harapkan :

Bantuan yang disalurkan melalui Departemen Sosial harus benar-benar dapat menyentuh masyarakat banyak, terutama masyarakat paling bawah yang sangat memerlukannya. Misalnya yatim-piatu, fakir miskin serta mereka yang dalam kesusahan.

Harapan Presiden Soeharto ini disampaikan kepada Menteri Sosial Ny. Nani Soedarsono SH dan para pejabat eselon I Depsos di Bina Graha, Kamis kemarin. Mensos datang memperkenalkan para pejabat eselon I yang baru, sekaligus mohon petunjuk Kepala Negara.

Menurut Presiden, jumlah anggaran Depsos paling kecil jika dibandingkan instansi lainnya. Meskipun demikian, jumlah yang kecil ini harus diselenggarakan sebaik-baiknya dengan hasil yang seoptimal mungkin. Tidak saja untuk kepentingan departemen atau pemerintah, tetapi juga kepentingan bangsa dan negara Indonesia.

Karena anggaran Depsos kecil, Presiden minta kepada para pejabat Depsos agar bisa memobilisasi dan mendinamisasi keikutsertaan masyarakat, sehingga masalah sosial yang dihadapi dapat dirasakan sebagai masalah bersama.

Pelayanan Manusiawi

Para pejabat eselon I Depsos yang baru, dilantik tanggal 12 September. Mereka adalah Sekjen Tulus Supranoto SH., Irjen Brigjen (purn) Soekono, Dirjen Bina Kesejahteraan sosial Kolonel Laut Drs. Muchrodji, Dirjen Bina Bantuan Sosial Jusuf Tabib SH serta Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Drs B. Parmanto.

Presiden Soeharto minta agar mereka benar-benar menyediakan diri untuk mengabdi kepada kesejahteraan negara dan bangsa Indonesia. Juga supaya mereka betul-betul melakukan tugas dalam suasana kesederhanaan dan keterbukaan, sehingga dapat menjadi teladan bagi semua. Apalagi, sasaran Depsos adalah manusia yang memerlukan pelayanan secara manusiawi.

Menurut Mensos, setelah pelantikan eselon I ini akan disusul dengan eselon II dan III. Pergantian-pergantian ini, seiring tuntutan proses kehidupan masyarakat Indonesia yang memerlukan tatanan yang lebih baik lagi. (RA)

Jakarta, Kompas

Sumber : KOMPAS (12/09/1983)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku VII (1983-1984), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 485-486.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.