BANK EKSIM JEPANG SETUJUI PINJAMAN INDONESIA

BANK EKSIM JEPANG SETUJUI PINJAMAN INDONESIA

 

 

Bank Ekspor Impor Jepang menyanggupi untuk memberikan kredit 900 juta dolar AS (sekitar Rp 1,5 trilyun) bagi keperluan pembiayaan kelanjutan sejumlah proyek pembangunan di Indonesia yang mendapat bantuan Bank Dunia.

Hal itu diungkapkan Presiden Bank EXIM Jepang, Takashi Tanaka kepada wartawan setelah diterima Presiden Soeharto di Bina Graha, Selasa.

Persetujuan protokol dari pinjaman itu ditandatangani di Jakarta Selasa masing masing oleh Menteri Keuangan Radius Prawiro dan Presiden Bank EXIM Jepang Tanaka.

Mengenai syarat syarat pinjaman, Tanaka mengatakan hal ini masih akan dirundingkan lagi dengan pemerintah Indonesia dan diharapkan dalam waktu dekat sudah dapat ditandatangani persetujuan pinjaman tersebut.

Ia mengatakan, Bank EXIM Jepang memilih Indonesia dalam memberikan pinjaman ini karena negeri ini merupakan nasabah yang terbesar bagi Bank EXIM Jepang. Selain itu Indonesia mempunyai hubungan yang penting dengan Jepang.

Menurut Tanaka, pinjaman ini tidak mengikat dan merupakan pembiayaan penyerta (co-financing) bagi kelanjutan proyek proyek pembangunan yang mendapat bantuan Bank Dunia.

Menteri Keuangan Radius Prawiro dalam kesempatan terpisah di Bina Graha mengatakan kepada wartawan, sekitar 21 proyek yang akan memanfaatkan pinjaman dari Bank EXIM Jepang ini.

Proyek proyek meliputi berbagai bidang antara lain proyek perkebunan, perhubungan, tenaga listrik, irigasi, bendungan, kata menteri.

Mengenai co-financing, menteri menjelaskan, kredit Bank EXIM Jepang ini nanti digunakan sebagai dana pendamping (local cost) bagi proyek-proyek pembangunan yang mendapat bantuan Bank Dunia.

Dana pendamping untuk proyek proyek tersebut dalam tahun 1986/1987 mengalami kesulitan sebab penerimaan negara berkurang akibat pengaruh harga minyak. Dengan adanya kredit ini diharapkan proyek-proyek tersebut dapat dilanjutkan lagi pembangunannya hingga selesai.

Presiden Soeharto ketika menerima Presiden Bank EXIM Jepang itu menjelaskan kesulitan ekonomi Indonesia yang diakibatkan oleh factor-faktor di luar seperti turunnya harga minyak.

Presiden menjelaskan pula langkah-langkah kebijaksanaan yang diambil Pemerintah Indonesia dalam menghadapi kesulitan ekonomi ini antara lain dengan peningkatan ekspor non migas, deregulasi serta tindakan tindakan efisiensi.

Presiden Bank EXIM Jepang Tanaka atas pertanyaan wartawan mengatakan bahwa semula memang Pemerintah Indonesia mengajukan permintaan kredit lebih dari satu milyar dolar AS, namun Bank EXIM hanya dapat menyediakan kredit sekitar 900 juta dolar AS.

Selama ini Bank EXIM Jepang telah memberikan kreditnya kepada pihak Indonesia sekitar 4,6 milyar dolar AS, kata Tanaka. Angka ini tidak termasuk kredit baru 900 juta dolar AS itu, tambahnya. (RA)

 

 

Jakarta, Antara

Sumber : ANTARA (17/02/1987)

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IX (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 388-389.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.