BANGSA YANG LEMBEK SEMANGAT KERJANYA KIAN TERTINGGAL BANGSA LAIN

BANGSA YANG LEMBEK SEMANGAT KERJANYA KIAN TERTINGGAL BANGSA LAIN[1]

 

Jakarta, Business News

Kita harus memacu lebih cepat lagi laju pembangunan bangsa. Untuk itu kita harus melipatgandakan kerja keras, harus lebih tekun dan mempererat kerjasama di antara semua kalangan dan kekuatan bangsa. Kita harus lebih meningkatkan semangat kerja dan solidaritas sosial bangsa. Bangsa yang lembek semangat kerjanya akan makin tertinggal dan terbelakang disbanding bangsa-bangsa lain. Demikian Presiden Soeharto menekankan.

Hal di atas ditegaskan saat peresmian proyek-proyek pembangunan daerah di Propinsi Nusa Tenggara Timur, Senin lalu, di Arena Promosi Karajinan Rakyat Kupang. Sebelumnya diungkapkan, kita sedang hidup di tengah-tengah dunia yang mengalami perubahan-perubahan sangat cepat dan sebagian tidak terbayangkan sebelumnya. Bangsa-bangsa hidup di tengah-tengah perlombaan dalam mengejar kemajuan.

Dengan selesainya pembangunan bendungan dan jaringan irigasi Kambaniru, misalnya maka ribuan hektar sawah tadah hujan akan dapat kita jadikan sawah dengan irigasi teknis. Dengan demikian, di waktu-waktu yang akan datang terbuka kesempatan bagi kaum tani untuk meningkatkan produksi pangan dan memperbesar penghasilannya. Selesainya pembangunan embung-embung irigasi akan menyediakan air bersih dan air minum ternak di desa desa sekitarnya, yang kita harapkan dapat memperbaiki peternakan di sini. Di samping itu, tidak kurang dari 100 hektar lahan akan mendapatkan air. Selanjutnya, dengan selesainya pembangunan Peternakan Inti Rakyat Terpadu Burung Unta dan pabrik air minum, diharapkan akan terbuka lapangan kerja baru dan pendapatan daerah akan meningkat. Demikian pula dengan selesainya pembangunan arena promosi kerajinan rakyat.

Semuanya itu jelas akan meningkatkan kegiatan ekonomi di daerah ini. Meningkatnya kegiatan ekonomi memerlukan dukungan transportasi yang andal. Pembangunan dan peningkatan mutu jalan raya yang telah selesai dikerjakan dan diresmikan hari ini akan menambah lancarnya arus tansportasi yang menghubungkan Gako Ende-Mamnere-Kewapane. Kelancaran arus transportasi ini penting, terutama untuk melaksanakan tugas besar kita dalam memacu laju pembangunan di mana-mana. Dan dengan selesainya pembangunan Gedung Olah Raga Flobaruora, maka bertambahlah sarana olah raga dan sarana rekreasi masyarakat Nusa Tenggara Timur, khususnya masyarakat Kupang.

Disadari bahwa pembangunan itu mendatangkan masalah. Sebagian masalah itu adalah masalah lama yang belum terselesaikan. Sebagian lagi adalah masalah baru yang ditimbulkan oleh kemajuan itu sendiri. Semua bangsa yang membangun menghadapi masalah-masalah seperti itu juga, ungkap Soeharto. Salah satu masalah yang kita hadapi adalah perbedaan laju pembangunan di antara daerah-daerah, yaitu ada daerah­-daerah yang maju lebih cepat, dari daerah lain.

Dorong Dunia Usaha Kawasan Timur

Sejak melaksanakan pembangunan, kita telah berusaha keras untuk mengatasi perbedaan tadi. Salah satu caranya adalah dengan membangun prasarana dan sarana perhubungan melalui darat, laut maupun udara. Perhatian yang besar juga tertuju pada pembangunan prasarana dan sarana perhubungan di kawasan Indonesia sebelah timur. Pemerintah juga mendorong dunia usaha untuk lebih banyak menanamkan modalnya di kawasan ini. Bahkan, Pemerintah membentuk Dewan Pengembangan Kawasan Timur Indonesia, yang bertugas untuk merumuskan dan menetapkan kebijakan dan strategi guna mempercepat pembangunan di kawasan timur Indonesia.

Pembangunan memang memerlukan waktu yang panjang dan harus dilakukan setahap demi setahap. Pembangunan bukan pekerjaan yang sekali jadi. Pembangunan adalah proses panjang menuju kemajuan, kemamuran dan kesejahteraan. Ukuran waktu untuk membangun suatu bangsa bukan tahun atau puluhan tahun, tetapi generasi dan bahkan abad. Sejarah menunjukkan bahwa bangsa-bangsa yang kini telah menjadi bangsa yang maju, juga melakukan pembangunan sekitar satu abad.

Kemakmuran dan kesejahteraan hanya akan terwujud dalam masyarakat industry yang kuat dengan dukungan pertanian yang tangguh. Karena itulah, sejak semula pembangunan kita memberikan perhatian yang sangat besar kepada pembangunan pertanian dan industri. Berkat kerja keras dan keuletan kita semua dalam melaksanakan pembangunan tadi, maka dewasa ini sektor pertanian dan industri telah dapat memenuhi kebutuhan pokok masyarakat kita.

Namun, semua yang kita capai tadi masih jauh dari cukup. Pembangunan pertanian, masih harus terus kita mantapkan, kita tingkatkan dan kita perluas. Demikian pula di sektor industri. Lagi pula belum seluruh rakyat kita dapat hidup berkecukupan, belum semua rakyat kita memperoleh pekerjaan yang layak. Itulah sebabnya kita harus terus membangun untuk meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan bersama. Kita juga harus mengejar ketinggalan kita dari bangsa-bangsa lain yang telah lebih maju.

Kita menyadari bahwa dalam melanjutkan pembangunan tidak sedikit tantangan yang harus kita hadapi dan tidak ringan ujian yang harus kita lalui. Tetapi kita juga melihat bahwa di hadapan kita terbuka peluang yang tidak kecil.

Tekad dan Percaya Diri

Dalam melaksanakan pembangunan kita memang harus memiliki tekad yang bulat dan rasa percaya diri bahwa kita mampu menundukkan tantangan yaitu ada di depan kita. Rasa percaya diri ini perlu terus kita tumbuhkan, ungkap Presiden.

Kita tidak boleh berkecil hati, misalnya karena kawasan yang kita tempati gersang, berbatu karang dan rendah curah hujannya. Sebagai umat beragama, kita yakin bahwa Tuhan Yang Maha Kuasa akan menyediakan nikmat dan rahmat-Nya bagi mereka yang bekerja keras. Sebagai manusia berakal, kita menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memanfaatkan keadaan alam.

Sesungguhnya, tidak sedikit yang bisa kita lakukan untuk mengolah kekayaan alam yang kita miliki. Dengan berbekal tekad yang bulat, keuletan dan teknologi, maka batu kapur dan karang dapat kita olah menjadi semen yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Di atas tanah tandus dan beriklim kering juga dapat hidup beberapa jenis hewan yang mempunyai nilai ekonomi tinggi, seperti ternak, kuda danburung unta.

Daerah Nusa Tenggara Timur terkenal dengan kekayaan fauna dan flora langka di dunia, antara lain binatang komodo dan kayu cendana. Kekayaan laut di kawasan ini juga berlimpah. Untuk menjaga agar kekayaan alam tadi tetap lestari, maka kelompok hutan Sisinemi-Senain yang luasnya hampir 2.000 hektar di Kabupaten Daerah Tingkat II Kupang akan kita bangun sebagai Taman Rutan Raya.

Taman Rutan Raya ini kita namakan Taman Rutan Raya Prof. Ir. Herman Johannes, salah seorang ilmuwan terkemuka dan pendidik bangsa kita yang berasal dari daerah ini. Dengan dibagunnya Taman Rutan Raya Prof. Ir. Herman Johannes diharapkan plasma hutan flora hutan Nusa Tenggara Timur akan dapat di lestarikan. Selain itu, Taman Rutan ini juga dapat berfungsi sebagai sarana penelitian, pendidikan dan latihan serta tempat wisata alam. Dengan adanya Taman Rutan maka keindahan daerah, akan lestari dan iklimnya tetap segar.

Marilah alam itu kita olah dengan rasa tanggungjawab agar dapat memberi manfaat yang sebesar-besarnya bagi kesejahteraan kita.

Dalam rangka itu pula, dicanangkan dimulainya kegiatan pembangunan Rutan Tanaman Industri di Propinsi Nusa Tenggara Timur dan Propinsi Timor Timur.

Sumber : Business News(16/10)

_______________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 454-456.

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.