BANGKITKAN SEMANGAT BERKOPERASI

BANGKITKAN SEMANGAT BERKOPERASI

PRESIDEN

Presiden Soeharto kembali mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk membangkitkan semangat berkoperasi dan menggabungkan diri dalam koperasi di lingkungan masing-masing. Sebab, melalui koperasi akan dapat diperbaiki kehidupan bersama melalui usaha bersama yang sehat dan produktif.

Berbicara pada peringatan hari koperasi ke-35 Sabtu pagi di Istana Negara di depan 250 wakil dari 69 koperasi/KUD dari seluruh tanah air oleh Presiden ditegaskan bahwa koperasi sangat penting dan menentukan bagi pembangunan ekonomi serta kesejahteraan rakyat.

Dikatakan, koperasi adalah salah satu wujud nyata dari demokrasi ekonomi, dari pelaksanaan perekonomian yang berdasarkan asas kekeluargaan sesuai amanat Undang-Undang Dasar.

Menurut Kepala Negara, membangun koperasi merupakan panggilan hati nurani dalam mewujudkan tata ekonomi yang dicita-citakan bersama, yaitu tata ekonomi yang mengutamakan kemakmuran masyarakat dan bukan kemakmuran orang seorang.

Presiden melihat kesadaran dan semangat berkoperasi yang telah mulai bangkit di masyarakat adalah penting, sebab koperasi merupakan wadah ekonomni bersama yang didasari oleh rasa percaya pada diri sendiri.

Walaupun begitu, Presiden mengingatkan, "Kita masih harus terus meningkatkan semangat dan kesadaran masyarakat untuk berkoperasi, agar koperasi dapat tumbuh subur dalam masyarakat kita."

Selain itu, menurut dia, masih hamsjuga terus diusahakan, agar koperasi benar­benar menjadi badan usaha yang dapat bekerja secara berdaya guna dan berhasil guna.

"Sebab hanya koperasi yang dapat bekerja secara berdaya guna dan berhasil gunalah yang akan mampu menghadapi perkembangan kemajuan ekonomi dan pembangunan masyarakat yang modern. Untuk itu, Pemerintah akan terus memberikan perlindungan, bimbingan dan pembinaan," katanya.

Dikatakan, Pemerintah akan terns pula memherikan kesempatan usaha yang seluas luasnya, sehingga koperasi dapat tumbuh dan berusaha diberbagai kegiatan ekonomi.

Jaminan

Menurut Presiden, Pemerintah juga akan terus memberikan kepastian usaha bagi koperasi dengan cara memberikan jamnan pemasaran dan harga serta mengadakan pemupukan modal melalui simpanan wajib secara terpadu dan terpusat.

"Pembangunan modal melalui penting sebagai wajib ini penting sebagai landasan bagi pembentukan "Lembaga Keuangan Koperasi", yang akan menjadi pendukung utama bagi perkembangan koperasi di masa mendatang," tuturnya.

Sejalan dengan tingkat perkembangan, menurut Kepala Negara, Pemerintah juga akan terus membantu perbaikan manajemen koperasi dengan menempatkan tenaga­tenaga yang memiliki pendidikan yang memadai sebagai manajer koperasi.

Dengan demikian dia mengharapkan, koperasi akan sanggup menghadapi perkembangan ekonomi dan pembangunan. Kekuatan-kekuatan ekonomi di luar koperasi, yaitu badan usaha milik negara dan swasta akan pula terus didorong untuk lebih dapat membuka dan meningkatkan kerja sama dengan koperasi.

Terjalinnya kerja sama yang serasi dan saling menguntungkan antara ke tiga kekuatan ekonomi tersebut oleh Presiden dinilai sebagai cermin terwujudnya pelaksanaan demokrasi ekonomi seperti yang diamanatkan Undang-Undang Dasar, menjadijarninan bagi kuatnya ekonomi nasional.

Diingatkan bahwa koperasi hanya akan dapat tumbuh subur, jika digerakkan dan didukung oleh masyarakat sendiri, karena sesungguhnya koperasi, merupakan usaha dari masyarakat dan untuk masyarakat sendiri.

Dikatakan tanpa kesadaran dan kepercayaan masyarakat, maka betapapun besarnya bantuan yang diberikan Pemerintah, koperasi tidak akan memiliki kekuatan.

Katanya, tanggung jawab berkoperasi perlu dibandingkan melalui keterlibatan yang sungguh-sungguh dari semua anggota dalam proses pengambilan keputusan, kegiatan usaha, pengelolaan keuangan dan dalam kegiatan pengawasan.

"Koperasi juga harus diusahakan untuk dapat bergerak maju dengan segala kreatifitasnya sendiri, dengan tanggung jawab dan kesadaran bersama segenap anggota. Gerak maju koperasi harus senantiasa bernafaskan kekeluargaan dan gotong royong," katanya.

Dikatakan, kecintaan kepada koperasi perlu ditanamkan pula dikalangan generasi muda, karena koperasi akan dijadikan salah satu soko guru ekonomi nasional.

"Untuk itu, saya serukan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk turut serta membangun dan mengembangkan koperasi di lingkungan masing-masing, sehingga anak-anak kita terbiasa hidup dengan koperasi dan mencintai koperasi”.

Jika kecintaan berkoperasi dapat bersemi di lingkungan generasi muda, jika tradisi berkoperasi telah tumbuh dan berakar kuat dimana-mana, maka tentu akan tiba saatnya koperasi benar-benar menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia yang dapat diandalkan, demikian Presiden Soeharto.

Indikator

Ketua umum Dewan Koperasi Indonesia Eddiwan dalam laporannya menyebutkan indikator pertumbuhan koperasi tahun 1981, yakni jumlah koperasi naik 10,7 persen menjadi 21.184 buah, anggota naik 27 persen menjadi 10.059.00, simpanan anggota meningkat 48 persen menjadi Rp. 80.892.9 juta, permodalan meningkat 48 persen menjadi Rp. 513.683.9 juta dan volume usaha meningkat 308 persen menjadi Rp. 1.663.360,1 milyar.

Dalam kesempatan yang sama Presiden Soeharto menyerahkan sebuah mobil Kijang beserta sebuah piagam masing-masing kepada delapan koperasi (KUD) terbaik nomor satu tingkat nasional tahun 1982.

Adapun ke delapan koperasi tersebut adalah "Makaryo Mino" Pekalongan, koperasi Kerajinan, "Batur Jaya" Ceper, Klaten, Koperasi Susu "SAE" Pujon, Malang "Pemengkut Banda" Tasikmalaya, Koperasi angkutan darat "Kobutri" Bandung, koperasi "Aroma" karyawan PTP VII Medan, KUD "Akur" Magetan "Pasar Cempaka Putih", Jakarta, (RA)

Jakarta, Merdeka

Sumber : MERDEKA (09/08/1982)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku VI (1981-1982), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 987-989.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.