BALI USUL BANDARA NGURAH RAI JADI TEMPAT PEMBERANGKATAN JAMAAH HAJI

BALI USUL BANDARA NGURAH RAI JADI TEMPAT PEMBERANGKATAN JAMAAH HAJI[1]

 

Denpasar, Antara

Pemda Bali mengusulkan kepada Presiden Soeharto dan Menteri Agama Tarmizi Taher agar Bandara Ngurah Rai bisa dijadikan tempat pemberangkatan calon haji dalam kelompok terbang menuju Tanah Suci Mekkah.

Gubernur Bali, Ida Bagus Oka mengatakan hal itu, di Denpasar, Rabu, ketika melepas 335 calon jamaah haji menuju Surabaya untuk seterusnya ke Tanah Suci.

Ia mengatakan, fasilitas bandara Ngurah Rai untuk penerbangan ke mancanegara sebenarnya melebihi dari fasilitas yang dimiliki bandara lainnya di Indonesia.

Kondisi tersebut sangat memudahkan untuk penerbangan ke mancanegara khususnya menuju tanah suci Mekkah dan Madinah, maupun kembali setelah menunaikan ibadah haji.

“Penerbangan dari bandara Ngurah Rai sendiri akan memudahkan calon jamaah haji karena tidak lagi harus melalui Surabaya.” katanya.

“Mudah-mudahan usulan untuk menjadikan bandara Ngurah Rai sebagai salah satu bandara pemberangkatan mendapat persetujuan.” katanya lagi.

Gubernur Oka mengatakan, pemberangkatan dari bandara Ngurah Rai sekaligus bisa menampung calon jamaah haji dari Nusa Tenggara Barat dan daerah lainnya di Kawasan Timur Indonesia.

“Jika mendapat persetujuan dari Kepala Negara dan Menteri Agama berarti saya akan bisa langsung melepas di atas pesawat di bandara Ngurah Rai Bali, tidak selama ini hanya di dalam Gedung.” katanya.

Pelepasan di daerah asal calon jamaah haji langsung menuju Tanah suci akan lebih efektif dan efisien, apalagi didukung kesadaran dan kemampuan umat melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci terus bertambah.

“Tahun 1988 ketika saya baru menjabat Gubernur Bali hanya melepas 200 calon jamaah haji menuju Tanah Suci sekarang jumlahnya meningkat dua kali lipat dalam kurun waktu sembilan tahun.” Katanya.

Ia menambahkan “mudah-mudahan tahun depan sebelum mengakhiri masa jabatan Gubernur yang kedua saya bisa melepas calon jamaah haji di Bandara Ngurah Rai.

Kerukunan umat baik

Gubernur Oka menilai, tri kerukunan umat beragama di Bali baik sesama agama, antar agama serta agama dengan pemerintah selama ini sangat baik dan tidak pernah terjadi masalah.

Kerukunan antar umat beragama terjalin sejak 500 tahun yang lalu hendaknya tetap dapat terpelihara dan terbina dengan baik di masa-masa mendatang, kata Gubernur Oka.

Drs. H. Mulyono, Pengurus Haji daerah Bali mengatakan, pihaknya ikut memperkuat usulan Gubernur Oka itu, mengingat masalah penampungan calon jamaah haji sebelum diberangkatan tidak mengalami hambatan.

Departemen Agama akan membangun sebuah asrama di atas areal seluas 4000 meter persegi yang bisa dimanfaatkan sebagai tempat penampungan haji sebelum diberangkatan atau setelah datang dari tanah suci.

Minat, kesadaran dan kemampuan umat muslim di Bali untuk melaksanakan ibadah haji ke tanah suci semakin baik, bahkan Bali yang mendapat jatah pemberangkatan 308 orang terasa kurang.

Bali yang seluruhnya memberangkatkan 335 calon jamaah haji,berarti 27 orang lainnya menggunakan jatah dari Yogyakarta dan Malang, Jawa Timur.

(U-DPS-002/DPS-001/DN-0 3/C/26/03/97 15:38/RU1)

Sumber: ANTARA (26/03/1997)

_______________________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 522-523.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.