Badai Pasti Berlalu

Jakarta, 30 Mei 1998

Kepada

Yth. Bapak H. M. Soeharto

dan keluarga

di Tempat

 

BADAI PASTI BERLALU [1]

 

Dengan hormat,

Bapak Soeharto yang kekasih,

Pertama-tama saya sampaikan, bahwa mungkin Bapak tidak mengenal saya dan sayapun tidak mengenal Bapak secara dekat. Yang jelas, suka atau tidak, mau atau tidak, saya tetap menunjukkan hormat saya kepada Bapak yang pernah menjadi kepala negara dan presiden selama 32 tahun. Dan semua rakyat Indonesia sudah mengecap baik buruknya hidup selama kepemimpinan Bapak.

Menyimak peristiwa-peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini dan perkembangan politik pasca kepemimpinan Bapak, saya sebagai anak bangsa dan warga negara yang beriman kepada Yesus Kristus, terpanggil untuk menyuarakan jeritan hati dan harapan bagi masa depan tanah air tercinta Indonesia.

Hati saya sungguh tersentak, pada saat Bapak mengumumkan pengunduran diri Bapak sebagai presiden Indonesia tangal 21 Mei 1998 lalu. Perasaan haru campur syukur muncul. Oleh karena bangsa Indonesia mengalami lagi peralihan kekuasaan yang sejarahnya menyedihkan. Dan ironisnya “lengser keprabon” Bapak itu disambut dengan “sejuta cacian -makian” yang sampai saat ini semakin merebak dan menyeluruh.

Inilah kesedihan mendalam yang saya rasakan, sebagai anak bangsa saya tidak tahu dan tidak sanggup mau buat apa? Rasanya tidak mau mendengar dan membaca berita yang begitu menyayat hati sanubari ini, tetapi inilah bagian dari hidup di negeri tercinta ini. Namun sebagai orang beriman, saya mempunyai pengharapan dan keyakinan yang pasti bahwa badai ini pasti berlalu. Ini semboyan Bapak sendiri pada saat menghadapi badai krisis moneter dan ekonomi beberapa  waktu lalu.

Bapak Soeharto yang saya kasihi,

Saya dapat merasakan perasaan Bapak dan keluarga (walaupun tidak langsung) dalam menyimak situasi sekarang ini. Khususnya semua tudahan dan kritikan masyarakat yang ditujukan kepada Bapak dan anak-anak serta cucu-cucu.

Untuk itu saya mau mengatakan hal ini kepada Bapak dan mudah­mudahan Bapak mau menerimanya. Yaitu: Tuhan Yesus Kristus yang saya imani telah berfirman “marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Injil Matius II :28). Dan Tuhan Yesus juga telah berfirman bahwa “Ia adalah gembala yang baik, yang tidak membiarkan domba-domba-Nya terlantar, Ia setia melindungi dan memelihara dengan kekuatan kuasa­Nya”.

Dan di dalam ketidakpastian hidup yang dihadapi oleh umat­ Nya, Tuhan Yesus memberikan jaminan yang pasti, yaitu “Aku-lah jalan dan kebenaran hidup, tidak seorang pun yang datang kepada Allah Bapa di surga, kalau tidak melalui Aku” (Injil Yohanes 14: 6).

Bapak Soeharto yang kekasih, Saya dan keluarga berdoa, kiranya Tuhan senantiasa memberikan ketabahan hati, kekuatan fisik, dan iman dalam menghadapi pergumulan ini. Dan kiranya Bapak dan keluarga tidak salah bertindak dan mengambil langkah-langkah yang salah.

Tetapi menyerahkan semuanya kepada kuasa dan kasih Tuhan Yesus Kristus saja. Ia yang telah mati dan bangkit bagi Bapak dan keluarga, Ia sanggup menolong Bapak dan keluarga dalam menghadapi dan menyelesaikan semuanya ini.

Ijinkan saya menyampaikan semuanya ini dengan hati yang tulus, sebagai ungkapan beban dan peduli saya sebagai hamba Allah yang diutus oleh-Nya untuk memberitakan berita suka cita dan keselamatan bagi semua orang, dan secara khusus kepada bapak Soeharto dan keluarga. (DTS)

Teriring kasih dan doa,

Pendeta Pieter Maspaitella, STh

Bekasi Selatan

[1]     Dikutip langsung dari dalam sebuah buku berjudul “Empati di Tengah Badai: Kumpulan Surat Kepada Pak Harto 21 Mei – 31 Desember 1998”, (Jakarta: Kharisma, 1999), hal 790-791. Surat ini merupakan salah satu dari 1074 surat  yang dikirim masyarakat Indonesia dari berbagai pelosok, bahkan luar negeri, antara tanggal 21 Mei – 31 Desember 1998, yang menyatakan simpati setelah mendengar Pak Harto menyatakan berhenti dari kursi Kepresidenan. Surat-surat tersebut dikumpulkan dan dibukukan oleh Letkol Anton Tabah.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.