AZWAR MINTA BERITA “BONEK” JANGAN BERLEBIHAN

AZWAR MINTA BERITA “BONEK” JANGAN BERLEBIHAN[1]

 

 

Jakarta, Antara

Ketua Umum PSSI Azwar Anas minta media massa untuk tidak memberitakan kegiatan para suporter sepakbola asal Jawa Timur yang dijuluki “bondo nekad” (bonek) secara berlebihan karena hal itu bisa mengakibatkan mereka merasa menjadi “pahlawan” sekalipun tidak menghasilkan apapun yang positif untuk bangsa ini.

Setelah menemui Presiden Soeharto di Istana Merdeka, Senin, selaku Menko Kesra, Azwar mengatakan liputan pers secara berlebihan hanya akan mengakibatkan mereka seolah-olah menjadi pahlawan.

“Mereka pasti merasa senang jika disorot oleh televisi. Tanpa berbuat apa pun mereka merasa pasti telah dilihat orang-orang lain,” kata Azwar.

Ketika ditanya bagaimana pembicaraannya dengan Kepala Negara, Azwar menyebutkan Presiden menanyakan kenapa final Liga Indonesia itu dilaksanakan sekarang ini.Final seharusnya berlangsung 27 Juli, saat sejumlah orang memperingati peristiwa 27 Juli 1996, yaitu penyerbuan kantor DPP-PDI di Jalan Diponogoro, Jakarta Pusat.

Azwar mengatakan PSSI sedang mengkaji berbagai aspek penyelenggaraan di masa mendatang termasuk kemungkinan tidak melaksanakan pertandingan final di Jakarta.

Ia menyebutkan, pengurus PSSI khawatir bahwa terlalu seringnya tindakan brutal para “bonek” itu akan merusak nama Indonesia terutama di mata Konfederasi Sepakbola Asia (AFC).

(T/eu-Ol/OK01/B/28/07/9715:41/SR2)

Sumber: ANTARA  (07/08/1997)

_____________________________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 583.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.