AWAK PHINISI DITERIMA PRESIDEN

AWAK PHINISI DITERIMA PRESIDEN

 

 

Presiden Soeharto di Bina Graha Sabtu kemarin menerima seluruh awak kapal Phinisi Nusantara yang berhasil mengarungi samudera Pasifik sampai di Vancouver, Kanada dan para Taruna Akademi

Angkatan Laut yang berlayar dengan kapal latih KRI Dewa Ruci.

Dalam pertemuan yang berlangsung akrab itu juga hadir Menteri Tenaga Kerja Sudomo, Menteri Sumarlin yang mempelopori ekspedisi itu serta pembuat kapal Phinisi Nusantara Haji Damang, Panglima ABRI Jenderal L.B. Moerdani, Kasal Laksda TNI R. Kasenda dan Gubernur AAL Laksda TNI Soegiatmo.

Kepada para awak kapal Phinisi Nusantara maupun Taruna AAL, Presiden Soeharto pada kesempatan itu mengatakan semangat bahari harus senantiasa tumbuh di hati bangsa Indonesia, sesuai dengan kodratnya di mana negara kita mempunyai wilayah yang terdiri dari kepulauan dan lautan.

Tanpa ada semangat dan jiwa bahari itu maka kita tidak mungkin menghubungkan satu pulau dengan pulau lainnya, sebagai satu kesatuan wilayah.

Ditambahkannya bahwa laut mutlak dikuasai, karena tanpa menguasai laut, hubungan antar pulau tidak bisa dilakukan.

Tentang keberhasilan awak kapal Phinisi Nusantara mengarungi samudra, Presiden mengatakan, ini merupakan bekal untuk membina generasi yang akan datang. Sebab Indonesia mutlak memerlukan semangat dan jiwa bahan untuk mempersatukan wilayah nusantara.

Presiden juga menyatakan kegembiraannya karena Kapal Latih Dewa Ruci walaupun sudah berusia tua tetap terpelihara baik.

Demikian pula Phinisi Nusantara buatan bangsa Indonesia walaupun dengan tehnologi yang sederhana tetapi masih mampu hidup bersama dengan kemajuan tehnologi yang tinggi di mana hal itu telah dibuktikan dengan kemampuannya menyeberangi samudera Pasifik.

Presiden juga mengemukakan pentingnya peranan perahu layar untuk sarana perhubungan antarpulau di samping kapal-kapal yang modern. Kepada PAL juga telah ditugaskan untuk meneliti pembuatan kapal layar dengan kekuatan 2.000 – 3.000 bobot mati.

Dalam pertemuan itu Presidenjuga berdialog dengan para awak kapal Phinisi Nusantara dan menanyakan pengalaman-pengalaman mereka selama berlayar sampai ke Vancouver, Kanada. (RA)

 

Jakarta, Prioritas

Sumber : PRIORITAS (27/10/1986)

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku VIII (1985-1986), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 615-616.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.