AUSTRALIA DUKUNG ASEAN TOLAK ISU NON-­PERDAGANGAN DI WTO

AUSTRALIA DUKUNG ASEAN TOLAK ISU NON-­PERDAGANGAN DI WTO[1]

Jakarta, Antara

Australia mendukung sikap ASEAN untuk menolak pembahasan isu non­perdagangan dalam Sidang Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) yang pertama kalinya di Singapura akhir tahun ini.

Wakil Perdana Menteri/Menteri Perdagangan Australia Philip Burdon menegaskan di Jakarta, Jumat, WTO seharusnya memfokuskan pembicaraan mereka pada masalah-masalah perdagangan sehingga tidak berkembang kepada isu kontroversial non-perdagangan.

Menjawabpertanyaan wartawan seusai jumpa pers bersama menyusul pertemuan Konsultasi ASEAN-CER, Burdon menggaris-bawahi pernyataan Presiden Soeharto yang disampaikan ketika membuka sidang AEMM ke-28 awal pekan ini.

Dalam sambutannya, Presiden Soeharto mengatakan WTO harus menghindari pembicaraan masalah kontroversial di luar perdagangan.

Presiden pada saat itu menekankan, WTO diharapkan menjadi lembaga efektif untuk menciptakan sistem perdagangan multilateral yang adil, terbuka dan saling menguntungkan.

Mengenai upaya memasukkan standar tenaga-kerja dalam agenda pembicaraan di WTO, Burdon kembali menegaskan sikap negaranya yang menolak upaya tersebut.

“Australia tidak mendukung upaya memasukkan masalah tenaga kerja ke dalam pembicaraan di WTO karena masalah itu sebaiknya dibicarakan dalam organisasi tenagakerja dunia (ILO).” ujarnya.

Burdon menggambarkan, ILO adalah organisasi tenaga kerja yang efektif sehingga untuk membicarakan masalah ketenagakerjaan tidak diperlukan lagi lembaga lain yang tidak relevan.

“Meski ketenagakerjaan dapat dikaitkan dengan perdagangan tapi hal itu bukan inti masalah.” tegasnya.

Dukungan Australia itu, menurut Burdon, merupakan sikap konsisten negaranya yang terus mengambil langkah-langkah meningkatkan kerja sama dengan negara­-negara dikawasan ASEAN.

Sumber : ANTARA (13/09/1996)

_________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 426-427.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.