ATAS NASEHAT TIM DOKTER KEPRESIDENAN PAK HARTO PERIKSA KESEHATAN KE EROPA

ATAS NASEHAT TIM DOKTER KEPRESIDENAN PAK HARTO PERIKSA KESEHATAN KE EROPA[1]

 

Jakarta, Merdeka

Presiden Soeharto, Minggu (7/7) besok, dijadwalkan melakukan perjalanan ke luar negeri untuk menjalani pemeriksaan kesehatan di salah satu negara Eropa. Kaberangkatan Pak Harto untuk beberapa hari itu, hanya didampingi oleh tim kecil tanpa seorang pun pejabat setingkat menteri.

Secara medis, kata Moerdiono, Presiden dalam keadaan sehat walafiat. Kepergiannya ke Eropa itu dalam rangka pemeriksaan kesehatan secara rutin.

“Seperti anda saksikan. Pak Harto menunaikan tugas-tugas kenegaraan seperti biasa.” katanya.

Sampai kemarin, Pak Harto, tetap melaksanakan tugas kenegaraan dengan jadwal padat. Presiden juga beramah taman dengan para atlit ketika menerima kontingen Indonesia yang akan berangkat mengikuti Olympiade di Atlanta, AS, kemarin pagi. Presiden juga menerima laporan Menpera Akbar Tanjung dan Ketua DPA Soedomo.

Moerdiono yang ditanya wartawan, tidak bersedia mengungkapkan sampai kapan Presiden akan menjalani pemeriksaan kesehatan di luar negeri.

“Tentu saya tidak bisa memperkirakan waktunya. Karena pemeriksaan kesehatan memerlukan waktu, paling tidak beberapa hari.” ujarnya.

Dijelaskan Mensesneg, selama ini, Presiden menjalani pemeriksaan kesehatan secara rutin sekali dalam enam bulan oleh tim dokter kepresidenan Pemeriksaan terakhir dilakukan 29 Juni 1996. Setelah pemeriksaan rutin, atas nasihat tim dokter ahli kepresidenan diputuskan perlunya didalami lebih lanjut pemeriksaan kesehatan Presiden dengan menggunakan alat-alat yang lebih canggih.

“Saya kira medical check up adalah satu hal normal yang dilakukan.” kata

Mensesneg. Malah, tambahnya menjawab pertanyaan, tidak hanya menteri, tapi pejabat-pejabat tinggi eselon I dan eselon II juga diwajibkan mengadakan medical check-up.

Presiden, kata Mensesneg, dijadwalkan berangkat ke luar negeri hari Minggu (7/7). Karena tujuan utamanya melakukan pemeriksaan kesehatan, perjalanan kali ini hanya disertai sebuah staf sangat kecil yang bertanggungjawab memberikan pengaturan-pengaturan administrative.

“Tidak ada menteri yang mengikuti perjalanan Presiden kali ini, karena tujuan utamanya pemeriksaan kesehatan.” kata Mensesneg.

Menjawab pertanyaan, Mensesneg mengemukakan, selama kepergian Presiden, penyelenggaraan pemerintahan negara sebagaimana biasanya apabila Presiden mengadakan perjalanan ke luar negeri tetap dijalankan oleh Presiden.

“Tidak ada perubahan dalam pengendalian-pengendalian pemerintahan Negara..” ujarnya.

Mensesneg mengungkapkan, saat ini sejumlah tim ahli telah berada di luar negeri, di salah satu negara di Eropa, dan secara berkala melaporkan persiapan-persiapan yang dilakukan di sana ke Jakarta.

Ketika ditanya, apakah salah satu negara Eropa yang dimaksud itu Jerman, Mensesneg menolak merincinya kecuali mengulang.

“Di salah satu negara Eropa.” Mensesneg juga menjelaskan alasan mengapa Presiden baru berangkat hari

Minggu (7/7) mendatang, kendati pemeriksaan tim dokter sudah dilakukan Sabtu 29/atau seminggu sebelumnya.

Menurutnya, karena dibutuhkan waktu untuk mengadakan persiapan yang sebaik-baiknya di luar negeri sehingga seluruh perjalanan Presiden berjalan efektif.

Ditanya apakah putera-puteri Presiden akan ikut mendampingi, Moerdiono menjelaskan, sedianya itu, disesuaikan dengan kegiatan masing-masing, ya tentu putra-putri presiden ada yang akan mengikuti perjalanan Beliau. Sebelum ke Eropa, Pak Harto, kemarin melepas kontingen Indonesia ke Olimpiade XXVI Atlanta.

Presiden Berangkat

Presiden Soeharto beserta tim dokter kepresidenan hari Minggu (7/7) malam berangkat menuju salah satu negara Eropa, dengan menggunakan pesawat MD 11, Garuda, dari Bandara Halim Perdanakusuma. Kepala Negara akan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin atau medical check-up untuk beberapa hari lamanya. Ikut mendampingi Presiden dalam kepergiannya ke luar negeri kali ini, putra­ putrinya Sigit Haryojudhanto, Ny Siti Hediyati Prabowo (Titiek), dan Siti Hutami Endang Adiningsih (Mamiek). Kepala Negara antara Jain dilepas oleh Pangdam Jaya Mayjen TNI Sutiyoso, Mensesneg Moerdiono, Menseskab Saadilah Mursjid, dan Bambang Triatmodjo.

Sumber : MERDEKA (06/07/1996)

______________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 653-654.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.