ASPIRASI BERAGAM MUNCUL DARI INTELEKTUAL DI DAERAH

ASPIRASI BERAGAM MUNCUL DARI INTELEKTUAL DI DAERAH[1]

 

Jakarta, Suara Karya

Berbagai reaksi muncul dari daerah-daerah atas keputusan berhentinya H. Muhammad Soeharto dan pengangkatan BJ Habibie sebagai Presiden RI. Umumnya semua menyambut keputusan HM Soeharto berhenti. Namun, terhadap BJ Habibie ada yang mendukung sementara yang lain menolak dan tetap menuntut diselenggarakannya Sidang Istimewa (SI) MPR.

Kalangan mahasiswa di Bandung menyambut gembira keputusan berhentinya Pak Harto sebagai Presiden RI. Sikap kegembiraan mahasiswa ini diekspresikan para mahasiswa melalui acara syukuran di Posko Satgas setiap kampus.

Meskipun demikian, kalangan mahasiswa di Bandung umumnya menegaskan, perjuangan reformasi belum selesai. Krisis kepercayaan terhadap pemerintah orde baru tidak bisa dipulihkan hanya dengan pernyataan berhenti Pak Harto sebagai Presiden RI.

“Saya pribadi ingin melihat dulu kemampuan Pak Habibie dalam memimpin bangsa maupun mengambil keputusan politik.” Kata Ayu, salah seorang pengurus Presidium Forum Mahasiswa Bandung, yang merupakan aliansi mahasiswa dari 35 perguruan tinggi di Bandung.

Di ITB, pengumuman berhentinya Pak Harto disambut dengan bentangan spanduk bebas yang dipasang di sepanjang jalan Ganesha. Sama seperti di Unpad, di posko Satgas mahasiswa ITB juga diwarnai teriakan gembira antar mahasiswa. Sesama mahasiswa tampak saling menunjukkan kepalan tangan ke atas sambil berteriak,

“hidup reformasi”

Pemandangan serupa juga terlihat di posko Satgab kampus Unisba dan Unpas. Sementara itu, 12 guru besar Unpad yang tergabung dalam Kelompok Kerja Pengkajian Reformasi Nasional Unpad tetap mendesak agar MPR/DPR melaksanakan SI MPR.

Pawai Keliling

Setelah mendengar pernyataan Pak Harto, mahasiswa Ujungpandang kembali melakukan aksi pawai keliling kota dengan mengendarai Bus Damri, truk dan kendaraan roda dua sambil mengibarkan bendera Merah Putih dan meneriakkan yel-yel,

“Selamat datang kembali kedaulatan rakyat”

Mahasiswa Unhas yang menyebut aksinya sebagai Solidaritas Mahasiswa Unhas menyampaikan pernyataan sikap yang intinya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada rakyat Indonesia yang turut berpartisipasi mendukung dan memberikan doa restu terhadap perjuangan reformasi. Mereka juga mengimbau masyarakat Indonesia agar mengibarkan bendera Merah Putih satu tiang penuh selama 7 hari.

Kendati Pak Harto sudah menyatakan berhenti sebagai Presiden RI, mahasiswa Ujungpandang mengaku perjuangan belum berakhir. Menurut mereka, perjuangan itu baru akan berakhir setelah kehidupan demokrasi dalam berbangsa dan bernegara betul-betul tercipta di Bumi Indonesia.

Sementara pakar hukum komunikasi, Prof. Dr. H, Muis SH mengemukakan, tidak tertutup kemungkinan mahasiswa akan menuntut pula agar BJ habibie juga mengundurkan diri. Jika ini sampai terjadi, maka ada dua alternatif yang bisa ditempuh yakni tetap diselenggarakannya SI MPR sambil meminta Presiden BJ Habibie meletakkan mandatnya selaku Kepala Negara. Sementara alternatif lainnya tetap membiarkan BJ Habibie memegang roda kepemimpinan nasional hingga pemilu dilaksanakan. Jika alternatif kedua dipilih, sementara kepemimpinan Habibie tidak menghasilkan suatu perbaikan, maka otomatis alternatif pertama harus ditempuh yaitu SI MPR harus dilaksanakan.

Sujud Syukur

Ratusan mahasiswa yang menamakan diri Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Yogyakarta mengadakan sujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas keinginan berhenti Pak Harto sebagai Presiden RI. Aksi damai seperti itu juga dilakukan di Boulevard UGM. Mereka selain melakukan sujud syukur juga melakukan doa dan sholat ghoib bagi para pahlawan reformasi.

Sementara pengurus Sema UGM kemarin menggunduli rambutnya masing­masing guna memenuhi nazar salah satu tuntutannya dipenuhi, sebanyak 23 anggota Sema UGM termasuk ketuanya Ridaya La Ode Engkowa itu kemarin bergabung dengan aksi di Boulevard UGM dengan kepala gundul.

Aksi gundul rambut juga dilakukan oleh aktivis mahasiswa pro reformasi di Semarang. Setidaknya 10 mahasiswa melakukan nazar potong rambut gundul di bawah patung Diponegoro, tak jauh dari tugu Air Mancur. Dan di tugu itu pula ratusan mahasiswa menceburkan diri sebagai tanda kegembiraan atas tumbangnya rezim Soeharto.

Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Purwokerto meluapkan rasa gembiranya dengan mengadakan arak-arakan kendaraan keliling kota selesai arak­arakan mereka mengadakan sujud syukur.

“Ini merupakan awal kemenangan gerakan reformasi yang dimotori para mahasiswa.” kata seorang aktivis mahasiswa Unsoed saat menyampaikan orasinya.

Berbeda dengan sehari sebelumnya, Kota Purwokerto dan kota-kota lain di wilayah eks karisidenan Banyumas seperti Purbalingga, Cilacap dan Banjar Negara, Kamis kemarin kembali hidup.

Sementara masyarakat Surabaya menilai berhentinya Pak Harto sebagai Presiden RI merupakan kemenangan perjuangan reformasi.

Sementara dari Medan kalangan mahasiswa dan politisi menyambut gembira pernyataan Pak Harto ini. Mereka juga mendesak agar SI MPR segera dilaksanakan guna memilih Presiden baru.

Di Aceh ribuan mahasiswa menyambut gembira pernyataan Pak Harto itu. (Tim SK)

Sumber : SUARA KARYA (22/05/1998)

___________________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 922-924.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.