ASIA-PASIFIK SAMBUT KEPUTUSAN SOEHARTO

ASIA-PASIFIK SAMBUT KEPUTUSAN SOEHARTO[1]

 

Jakarta, Pers Biro

Sejumlah pemimpin Asia-Pasifik menyambut baik niat Presiden Soeharto menggelar Pemilu dalam waktu dekat dan diajuga menghargai rencana pengunduran diri Kepala Negara.

PM Australia John Howard menyatakan sangat menghargai keputusan itu.

“Pemerintah Australia sangat menghargai pengumuman (rencana Pemilu dan pengunduran diri) oleh Presiden Soeharto.” tutur Howard seperti dikutip AFP di Sydney.

Dia menilai Presiden telah menciptakan jalan terbaik bagi transisi kekuasaan secara jelas dan teratur yang diharapkan bisa menghindarkan pertumpahan darah di Indonesia.

“Australia menunggu pesta demokrasi dan penunjukan Presiden serta Wapres yang baru secepat mungkin.” ujarnya.

Canberra, menurut Howard, tetap menjalin hubungan yang erat dengan siapapun yang menggantikan posisi Presiden Soeharto.

“Saya salut dengan langkah bijaksana yang telah ditunjukkan Presiden Soeharto.”

PM Australia itu menilai keputusan Pak Harto tepat dan sudah waktunya. Dia juga memuji sumbangan tenaga dan pikiran yang telah diberikan Presiden Soeharto bagi pembangunan bangsa.

Sambutan atas rencana pengunduran Presiden Soeharto setelah Pemilu juga dilontarkan Menteri Luar Negeri Filipina Domingo Siazon di Manila. Tapi dia mencemaskan apakah langkah Kepala Negara itu bisa memulihkan stabilitas di Indonesia.

“Jika (pengunduran diri Pak Harto) tersebut merupakan hasil dari konsultasi di antara berbagai kalangan, kenapa tidak?”

Siazon menekankan perlunya masyarakat Indonesia termasuk ABRI menjaga stabilitas. Dubes Filipina untuk Indonesia Eusebio Abaquin mengatakan lebih dari 1.000 warga Filipina telah meninggalkan Jakarta menyusul kerusuhan minggu lalu.

Sementara itu, dari Beijing dilaporkan Cina tidak memberikan komentar tentang rencana pengunduran Presiden Soeharto usai Pemilu namun berharap stabilitas di Indonesia terjaga.

“Ini urusan dalam negeri Indonesia dan kami tidak mencampuri urusan orang lain.” kata Jubir Deplu Cina Zhu Bangzao.

Sebagai sahabat dekat Indonesia, kata dia, Beijing berharap situasi Indonesia cepat pulih.

Ketika ditanya mengenai evakuasi warga Cina, Zhu mengatakan langkah tersebut sudah diambil untuk para warga negara Cina termasuk Hong Kong. Sementara itu, dari Singapura Reuters kemarin melaporkan Menlu Selandia Baru Don McKinnon menyebut kebijakan Kepala Negara sebagai syarat Indonesia akan bergerak ke arab yang benar.

“Perlu kita tunggu apakah janji ini menjadi kenyataan. Tapi dari pernyataan Presiden Soeharto terbaca dia memang menginginkan reformasi politik di Indonesia.” ucapnya.

Sumber : BISNIS INDONESIA (20/03/1998)

_________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 429-430.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.