ASEAN LAHIR UNTUK TUJUAN DAMAI

ASEAN LAHIR UNTUK TUJUAN DAMAI

Presiden Soeharto menegaskan kembali, bahwa kesatuan dan kesetia kawanan ASEAN memang sangat terasa perlunya dalam usaha kita untuk mewujudkan terciptanya perdamaian, kesejahteraan dan kestabilan di wilayah ini.

Hal itu dikemukakan Presiden Soeharto di Istana Merdeka Sabtu yang lalu dalam pidato jawabannya ketika menerima surai-surat kepercayaan Kongphei Suchhatitkul, Dubes Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Kerajaan Thailand yang baru untuk Indonesia.

Dasar utama yang melahirkan ASEAN adalah tujuan damai, karena itu kita mempunyai keyakinan penuh bahwa perhimpunan kita ini akan dapat menyumbangkan usaha-usaha konstruktif dalam menyelesaikan masalah-masalah yang dapat membahayakan kehidupan rukun dan damai di kawasan ini.

Kita memang sungguh-sungguh menginginkan, agar semua negara di sekitar ini dapat hidup berdampingan serta rukun dengan berpegang teguh kepada prinsip-prinsip saling menghormati atas kemerdekaan, kedaulatan dan kebutuhan wilayah masing­masing, sebab kerja sama yang bermanfaat bagi usaha mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan bagi semua bangsa di kawasan ini, demikian Presiden Soeharto.

Sebelumnya ditempat yang sama Presiden Soeharto secara berturut-turut telah menerima Perrti a.o. Karkkainen dan Guillermo Coronamunoz masing-masing Dubes Luar Biasa berkuasa penuh Finlandia dan Mexico yang baru untuk Indonesia.

Dalam pidato jawabannya yang singkat ketika menerima surat-surat kepercayaan dubes Finlandia yang baru, Presiden Soeharto menyatakan al. hubungan persahabatan dan kerja sama yang erat antara kedua negara kita masih dapat terus kita tingkatkan lagi, karena adanya persamaan yang menjadi dasar kebijaksanaan politik luar negeri kedua negara kita.

Politik Luar negeri Finlandia yang berciri netralitas aktif dan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif sama-sama bertujuan untuk menciptakan dunia yang damai dan lebih adil, sehingga semua bangsa dapat hidup rukun dan sejahtera.

Karena itu tidaklah mengherankan jika dalam menjalankan politik luar negerinya antara kedua negara kita mempunyai persaman-persamaan sikap dan pandangan dalam berbagai persoalan dunia.

Presiden Soeharto juga gembira melihat perhatian besar dari Finlandia dalam usaha membina dan meningkatkan kerja sama dalam bidang ekonomi dengan Indonesia.

Perhatian antara lain tampak, dgn akan diselenggarakannya simposium tentang teknologi dari Finlandia di Jakarta Bulan Januari yang akan datang.

Saya harap agar usaha itu memberi hasil yang bermanfaat bagi kedua belah pihak, sebab dihadapan kita terbuka berbagai kemungkinan kerja sama yang lebih luas yang dapat bermanfaat bagi kedua bangsa kita, demikian Presiden Soeharto.

Sementara itu dalam pidato jawabannya ketika menerima surat-surat kepercayaan Dubes Mexico yang baru, Presiden Soeharto menyatakan al. meskipun letak kedua negara kita memang sangat berjauhan, tapi hal itu tidaklah mempengaruhi eratnya hubungan persahabatan dan adanya saling pengertian yang baik antara kedua negara kita.

Sebab hubungan persahabatan dan saling pengertian yang baik antara kedua negara kita itu didukung dan dilandasi oleh dasar-dasar yang kuat yaitu kesamaan cita-cita dan prinsip-prinsip hubungan antar bangsa.

Kedua negara kita sama sama berjuang untuk mewujudkan dunia yang penuh dengan kedamaian dan keadilan. Kitajuga sama-sama menjunjung tinggi prinsip hidup berdampingan secara damai tanpa mencampuri urusan dalam negeri negara lain.

Hubungan persahabatan yang erat dan saling pengertian yang baik antara kedua negara itu telah memperlancar kerja sama yang bermanfaat bagi kedua negara kita.

Namun kita sadar bahwa hubungan yang demikian itu masih perlu kita tingkatkan lagi, agar dimasa-masa yang akan datang akan dapat tercapai hubungan kerja sama yang lebih kokoh dan menguntungkan bagi kedua rakyat kita yang sedang berjuang untuk meningkatkan mutu hidupnya, demikian Presiden Soeharto. (RA)

Jakarta, Berita Buana

Sumber : BERITA BUANA (15/11/1982)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku VI (1981-1982), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 932-933.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.