AS SELALU SIAP DUKUNG INDONESIA

AS SELALU SIAP DUKUNG INDONESIA[1]

 

 

Jakarta, Suara Karya

Pengunduran diri Soeharto dari jabatan presiden, mendapat sorotan dari para pemimpin di berbagai negara di dunia, khususnya yang mempunyai hubungan dekat dengan Indonesia.

Presiden AS, Bill Clinton menyambut gembira pengunduran diri Soeharto, Kamis, dan mendesak agar segenap rakyat Indonesia bekerja bersama untuk demokrasi.

Selain itu pihak Amerika sedang mempertimbangkan rencana darurat untuk memberikan pengasingan kepada Soeharto apabila kepergiannya diperlukan untuk menghindarkan pertumpahan darah di negaranya.

“Kami menyambut gembira keputusan Soeharto, karena memberikan kesempatan untuk memulai proses menuju transisi demokratis yang sesungguhnya bagi Indonesia, dan kesempatan bagi rakyat Indonesia untuk bekerja bersama dan membangun demokrasi yang stabil di masa depan.” kata Clinton dalam pernyataan singkatnya.

“Kami mendesak para pemimpin Indonesia untuk segera melangkah maju dalam proses damai yang mendapat dukungan dan masyarakat luas.” kata Presiden AS, menambahkan,

“AS selalu siap untuk mendukung Indonesia bila memerlukan perubahan demokrssi.” kata Clinton dalam mengakhiri pernyataannya.

Sementara itu Korps Marinir AS bersiap-siap untuk mengevaluasi warga sipil Amerika dari Indonesia. Sedangkan Menteri Luar Negeri AS, Madeleine Albright hari Rabu telah mendesak agar Presiden Soeharto mengundurkan diri. Dalam suatu pidato di Connecticut, Albright menyatakan,

“Soeharto harus meninggalkan jabatannya untuk mengamankan peninggalannya”.

Seorang pejabat AS yang dikutip oleh harian New York Times, Kamis, menyatakan, Habibie yang menggantikan Soeharto, jelas tidak cocok untuk berperan sebagai presiden, dan kelihatannya tidak akan berlangsung lama dalam jabatannya.

“Kita harus melihat dulu Habibie karena tidak seorang pun akan menerimanya sebagai presiden untuk masa yang tidak pendek.” kata seorang pejabat yang terlibat dalam kebijakan Indonesia.

Pejabat-pejabat itu menyatakan bahwa Gedung Putih, Kementerian Luar Negeri dan Pentagon sedang mempertimbangkan kemungkinan darurat untuk memberikan suaka kepada Soeharto jika keberangkatannya itu mungkin menghindarkan pertumpahan darah di negara itu.

Mereka menyatakan, bahwa setidak-tidaknya, mereka dapat memberikan transportasi yang aman bagi Soeharto untuk meninggalkan Indonesia dengan pesawat terbang militer AS. Para pejabat AS menyadari bahwa Washington hanya mempunyai pengaruh terbatas terhadap Indonesia.

Dari Jepang

Perdana Menteri Jepang, Ryutaro Hashimoto, Kamis, menyatakan mendukung reformasi untuk Indonesia setelah pengunduran diri Soeharto.

“Kini Indonesia akan mengubah pemerintahan menjadi baru dan saya dengan tulus berharap pemulihan stabilitas sosial dan ekonomi akan terwujud secepatnya.” kata Hashimoto dalam pernyataan tertulis. Hashimoto memuji Soeharto yang memerintah Indonesia selama 32 tahun.

“Sekali lagi saya menyatakan terima kasih kepada Soeharto atas peningkatan hubungan bilateral.” kata Hashimoto.

“Saya juga berterima kasih padanya karena memberikan sumbangan besar sebagai pemimpin ASEAN untuk perdamaian dan stabilitas dalam masyarakat internasional.” kata Hashimoto.

“Saya berharap Indonesia segera memulihkan kembali stabilitas sosial dan ekonominya secepatnya sehingga rakyat Jepang yang pulang dapat kembali tanpa, khawatir.” katanya.

Investasi Jepang di Indonesia mencapai 20 miliar dolar AS, dan pinjaman dari bank-bank Jepang mencapai 23 miliar dolar AS untuk Indonesia.

Demokrasi

Perdana Menteri Australia, John Howard menyatakan, Kamis, bahwa Australia akan bekerja sama dengan Presiden baru Indonesia, BJ Habibie, namun menekankan pentingnya reformasi di negara raksasa tetangganya itu.

Howard menyatakan, Australia ingin pembaruan politik lebih lanjut di Indonesia, tetapi itu tergantung pada rakyat Indonesia untuk menentukan derap perubahannya.

“Australia telah bertindak sebagai sahabat sejati dan membantu semestinya selama periode yang sangat sulit..” katanya, dan hubungan bilateral kedua negara berjalan baik.

Presideo Pilipina, Fidel Ramos menyatakan Kamis,bahwa kejatuhan Presiden Soeharto membuktikan bahwa demokrasi ‘merupakan pendekatan yang benar’ dan memuji pemimpin Indonesia itu karena mengambil ‘keputusan yang sangat sulit’.

“Saya menyambut pengumuman pengunduran diri Soeharto dari jabatannya sebagai Presiden Indonesia.” kata Ramos, yang juga menyambut Presiden BJ Habibie dalam jaba puncak itu.

Ramos melihat pengunduran diri Soeharto setelah berkuasa 32 tahun sebagai langkah pertama untuk pemulihan negara itu.

“Kami mengharapkan yang terbaik bagi rakyat Indonesia dalam kondisi seperti ini.” katanya.

Hubungan Baik

Malaysia tetap menginginkan hubungan baik dengan Indonesia tetap berlanjut di bawah kepemimpinan presiden baru, BJ Habibie, demikian dikatakan Menteri Luar Negeri Abdullah Ahmad Badawi, Kamis.

“Kami berharap hubungan baik antara Indonesia dan Malaysia yang telah dibangun di bawah pemerintahan Soeharto dapat berlanjut di bawah Habibie.” Kata Abdullah kepada Sistem Televisi Malaysia dari Cartagena, di Colombia.

“Kedua, kami berharap kepemimpinan Habibie dapat membantu menenangkan dan menstabilisasikan politik di Indonesia dan memulai langkah-langkah menuju pemulihan ekonomi dan ini akan, memberikan dampak positif bagi ekonomi di kawasan ini.” katanya.

Perdana Menteri Thailand, Chuah Leekpat menyatakan kelegaannya, Kamis, atas pengunduran diri Presiden Soeharto, dengan mengatakan, itu merupakan penyelesaian terbaik bagi Indonesia dan bagi kawasan.

“Pengunduran diri itu tidak hanya baik bagi Indonesia, tetapi juga bagi seluruh kawasan karena perdamaian dapat pulih.” kata Chuan kepada wartawan yang berkumpul di luar gedung parlemen.

Cina Menunggu

Kementerian luar negeri Cina belum mengeluarkan reaksi atas pengunduran diri Presiden Soeharto tetapi sedang merumuskan tanggapan, kata seorang juru bicara.

“Kami belum dapat memberikan reaksi. Kami akan mengundang Anda nanti.” kata juru bicara itu kepada kantor berita AFP.

Suatu tajuk rencana surat kabar resmi Harian Cina, Kamis, mengingatkan bahwa meningkatnya kekerasan di Indonesia dapat mengarah pada berulang kembalinya pembunuhan massal yang terjadi antara tahun 1965-1966 yang diperkirakan 500 ribu orang kehilangan nyawa.

“Dengan tiadanya tanda-tanda berkurangnya ketegangan, orang-orang mulai bertanya-tanya dalam diri mereka, apa yang dapat dilakukan untuk mencegah terulangnya tragedi seperti sebelumnya.” kata tulisan itu.

Etnis Cina

Etnis Cina Indonesia di Hong-kong menyatakan kegembiraan atas pengunduran Presiden Soeharto dan mengharapkan agar mereka dapat melakukan bisnis seperti biasanya.

“Harapan kami hanyalah agar terjadi stabilitas sehingga kami dapat kembali ke kehidupan kami.” kata seorang usahawan keturunan Cina yang menyebutkan namanya Cheung.

Kini terdapat 38.300 warga Indonesia di Hongkong sejak akhir Februari, menurut catatan Imigrasi. Namun di tengah kegembiraan, mereka juga menyatakan was-was atas pengganti Soeharto.

John Kok, seorang etnis Cina, keturunan Indonesia yang menjalankan bisnis di Hongkong menyatakan ia tidak begitu percaya dengan Habibie.

“Habibie hampir seperti Anak Soeharto.” katanya.

“Ia seorang intelektual, tetapi ia tidak dapat memimpin negara.” katanya. (S-3)

Sumber : SUARA KARYA (22/05/1998)

_________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 489-492.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.