AS BANTAH TERLIBAT PENGGULINGAN SOEHARTO

AS BANTAH TERLIBAT PENGGULINGAN SOEHARTO[1]

 

Jakarta, Republika

Amerika Serikat menyangkal tudingan negara itu ada di belakang upaya penggulingan Presiden Soeharto. Duta Besar AS Stapleton Ray mengungkap hal itu, Sabtu, ketika menerima delegasi DPR.

Enam anggota DPR, Abu Hasan Sazili Marjani, Aminullah Ibrahim, AR Zamharir, Khofifah Indar Parawansa, Syamsul Bachri, dan Yasril Ananta Baharuddin, menemui Ray untuk menyampaikan surat kepada Presiden AS Bill Clinton dan Kongres AS.

Dalam surat itu, kalangan DPR menyatakan menghargai bantuan AS untuk meningkatkan pelaksanaan HAM, demokrasi, dan lingkungan hidup di Indonesia. Mereka juga mengharapkan perlunya pengawasan bantuan secara efektif agar digunakan untuk pendekatan kesejahteraan. Disebutkan pula dalam surat itu agar AS tidak mencampuri urusan dalam negeri Indonesia.

Kedua surat itu merupakan surat pribadi 89 anggota DPR. Disebut pribadi karena pembubuhan tandatangan tidak melalui mekanisme di fraksi masing-masing.

Delegasi DPR diterima langsung Dubes di kediamannya. Mereka bertemu sekitar satu setengah jam. Dalam pertemuan itu, anggota DPR menanyakan berbagai hal menyangkut hubungan Amerika dan Indonesia. Ada di antaranya yang secara langsung mempertanyakan dugaan sebagian masyarakat Indonesia bahwa AS membantu upaya-upaya untuk menjatuhkan Presiden Soeharto.

“Pemerintah AS tidak pernah berniat atau berencana secara langsung maupun tak langsung menjatuhkan pemerintahan Soeharto.” ujar ungkap Yasril menirukan penjelasan Dubes AS.

Kepada anggota DPR itu, Ray mengatakan, pemerintah AS adalah salah satu dari sedikit negara yang sejak awal mendukung pemerintahan baru Indonesia di bawah Presiden BJ Habibie. Bahkan, ia menyebutkan pula, dalam waktu dekat ini pemerintah AS akan mengutus seorang pejabat senior di bidang ekonomi ke Jakarta untuk membicarakan masalah ekonomi dengan Presiden Habibie.

Di dalam pertemuan itu, anggota DPR juga meminta agar tokoh-tokoh yang datang dari Amerika hendaknya juga berkomunikasi dengan DPR.

“Jadi, jangan hanya ke pemerintah.” ujar mereka.

Dubes AS berjanji akan mengirimkan surat tersebut pada Presiden dan Kongres AS pada Senin (15/6) ini. Sementara anggota DPR juga minta balasan dari surat tersebut. Selain untuk Clinton dan Kongres AS, anggota DPR juga membuat surat pada dana moneter internasional (IMF). Surat itu menyatakan agar lembaga dunia tersebut segera memenuhi komitmen, mencairkan dana, dan tidak terpengaruh kepentingan tertentu pada Indonesia.

Sumber : REPUBLIKA (15/06/1998)

________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 670-671.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.