APEC BUKAN BLOK EKONOMI

APEC BUKAN BLOK EKONOMI[1]

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto hari Senin di Istana Merdeka menerima sembilan pemimpin ekonomi anggota APEC dan pada umumnya mereka sepakat bahwa APEC bukan merupakan blok ekonomi. Masalah ini dikemukakan Mensesneg Moerdiono ketika menjelaskan sembilan pertemuan yang dilakukan Presiden Soeharto mulai pukul 09.00 hingga pk 13.00. Para pejabat yang diterima Presiden Soeharto adalah PM PNG Julius Chan, PM Kanada Jean Chretien, Pemimpin Ekonomi Hongkong Hamisha Mac Leod, Presiden Chili Eduardo Frei, Presiden Meksiko Carlos Salinas, Presiden Filipina Fidel Ramos, PM Malaysia Mahathir Mohamad, PM Australia Paul Keating serta PM Thailand Chuan Leek Pai. Pada pertemuan-pertemuan  ini, Presiden Soeharto kembali menekankan pandangannya tentang apa yang sebaiknya menjadi keputusan pertemuan para pemimpin ekonomi APEC (AELM) di Istana Bogor 15 November.

“Presiden Soeharto mengemukakan karena ekonomi ke-18 anggota APEC berbeda-beda, maka sangat penting adanya sikap kemitraan dan sating menghormati,” kata Moerdiono mengutip pernyataan Presiden.

Kesadaran tentang perbedaan tingkat ekonomi itu mengharuskan negara anggota yang ekonominya kuat membantu mitranya yang lemah.

”Namun, mereka yang ekonorninya lemah hendaknya tidak menggantungkan diri seterusnya pada yang kuat melainkan harus berusaha meningkatkan kemampuannya,” katanya.

Ketika menjelaskan pelaksanaan kesepakatan-kesepakatan yang akan diambil pada pertemuan Bogor itu, Moerdiono mengatakan kesepakatan itu memerlukan pelaksanaan yang bertahap justru karena adanya perbedaan-perbedaan ekonomi itu.

“Negara yang maju hendaknya membuka diri lebih dahulu dari pada negara berkembang,” kata Moerdiono ketika menjelaskan pelaksanaan perdagangan bebas di kawasan APEC.

Sementara itu, ketika menyebutkan sikap Presiden Soeharto mengenai AELM, Moerdiono mengemukakan kehadiran ke 17 pemimpin ekonomi APEC itu sudah membuktikan kesuksesan APEC itu sendiri. “Mereka sudah saling bertemu dan itu juga mencerminkan pentingnya AELM. Kalau tidak penting mereka pasti tidak akan melakukan pertemuan-pertemuan dengan sangat intensif,”katanya. Moerdiono mengemukakan pula, “saya kira wajar bahwa AELM akan menyepakati hal-hal pokok serta apa yang akan dikerjakan bersama-sama di masa datang”. Pada hari Jumat Presiden telah menerima Sultan Hassanal Bolkiah dari Brunei Darusalam dan hari Minggu menerima Presiden Korsel Kim Young Sam. (L.EU02/EU06/16:29/RU3 / 16.45).

Sumber: ANTARA(14 / 11/1994)

___________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVI (1994), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 435-436.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.