ANAK YATIM BERSYUKUR KARENA PAK HARTO MUNDUR

ANAK YATIM BERSYUKUR KARENA PAK HARTO MUNDUR[1]

 

 

Jakarta, Suara Karya

Sebanyak 200 orang anak yatim melaksanakan doa bersama di Kampus Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (Uhamka) Jakarta, Kamis siang. Doa bersama ini sebagai ungkapan rasa syukur atas mulai adanya tanda-tanda tuntutan reformasi yang diperjuangkan para mahasiswa dan kaum intelektual berhasil dengan baik.

“Ya Allah, Engkaulah yang memberi kekuasaan kepada siapa saja yang Engkau kehendaki, dan Engkau pula yang mencabut kekuasaan dari orang yang Engkau kehendaki. Ya Allah, kami rindu dipimpin oleh pemimpin yang Engkau ridhai.”  bunyi doa yang dikemukakan seorang dari anak yatim itu.

Para anak yatim itu selain berdoa juga mendapat santunan dari keluarga besar Uhamka. Acara doa ini dinilai punya makna religius mendalam, terlebih lagi baru saja Pak Harto menyatakan dirinya berhenti dari jabatan sebagai Presiden, dan kemudian digantikan oleh BJ Habibie.

“Ini langkah awal keberhasilan upaya kita semua bersama untuk reformasi di segala bidang. Sasaran utama yang dituntut kalangan pro-reformasi, yakni agar pak Harto lengser keprabon, sudah terpenuhi. Namun upaya reformasi belum semua berhasil, masih banyak yang perlu diperjuangkan, dan itu memerlukan doa dari kita semua.” kata Rektor Uhamka Drs. H. Qomari Anwar MA.

Doa anak yatim, menurut ajaran agama sangat didengar oleh Tuhan YME. Jika sejumlah anak yatim ikhlas mendoakan seseorang atau sesuatu upaya agar berhasil baik dan membawa kemaslahatan bagi umat manusia, maka dapat diyakini semua itu akan dikabulkan.

“Kita berharap reformasi benar-benar sesuai dengan aspirasi kita semua. Kita tidak menginginkan informasi dibelokkan sehingga bukannya mendatangkan kebaikan tapi malah malapetaka. Perjuangan reformasi masih panjang, dan kita tak inginkan ada yang mengotori dengan tindakan merusak, memecah belah persatuan bangsa.” kata Pembantu Rektor III Uhamka Drs. Edy Sukardi.

Menyinggung tampilnya BJ Habibie menggantikan Pak Harto, Rektor Uhamka Qomari Anwar menyatakan, semuanya memang masih berjalan sesuai konstitusi.

Namun, kini Habibie perlu diberi kesempatan bekerja untuk menindaklanjuti perjuangan mewujudkan reformasi dalam kehidupan segala bidang.

“Sekarang ini yang perlu kita lakukan adalah memberikan kontribusi bagi kelangsungan guliran reformasi. Habibie jangan hanya mendengar keinginannya sendiri, tetapi juga harus bisa menampung tokoh-tokoh kritis yang selama ini menggulirkan bola reformasi.” kata Qomari.

Sumber : SUARA KARYA (22/05/1998)

________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 921-922.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.