Amanah Allah

Lhokseumawe, 21 Mei 1998

Yang berbahagia

Bapak Haji Muhammad Soeharto & keluarga

di Jakarta

AMANAH ALLAH [1]

 

Assalamu’alaikum wr. wb.

Meskipun kami hanya rakyat kecil yang tinggal jauh di ujung bagian barat Indonesia, namun semua kejadian yang terjadi di negeri ini sebenarnya tidak terlepas dari pantauan kami. Ya, meskipun hanya sejauh pantauan dari berita-berita yang disiarkan oleh radio, atau televisi. Dunia terlihat semakin kecil dan menyempit. Itu semua tidak lepas karena pembangunan dan teknologi yang kita serap dan terapkan dalam beberapa dekade terakhir ini. Bapak adalah salah seorang yang ditunjuk Allah untuk punya andil di dalamnya.

Jabatan hanyalah titipan dan amanah Allah yang akan diambil kembali. Tiada seorang pun yang sanggup menolak bila diberi-Nya; dan tidak seorang pun yang akan sanggup menerima tanpa seijin-Nya. Keputusan Bapak untuk mau dan berani mengembalikan amanah kepada yang berhak sesuai konstitusi adalah sangat menyentuh. Kami percaya ini adalah sikap patriot dan pahlawan tanpa ada paksaan dari pihak manapun dan dengan izin Allah tentunya.

Melalui lembaran ini kami hanya mampu menyampaikan simpati yang sangat dalam dan doa, semoga Allah mudahkan segala urusan Bapak sekeluarga, dan kalau kebetulan ada langkah untuk ke Aceh, singgahlah di gubug kami.

Allah akan selalu bersama kita, selama kita tidak meninggalkan­Nya. Yakinlah. Dan tidak pernah ada istilah terlambat untuk melakukan amal shaleh selama hayat masih di kandung badan.

Jabat eratku. saudara seiman. (DTS)

Zulkarnain Husein

Lhokseumawe – Aceh

[1]       Dikutip langsung dari dalam sebuah buku berjudul “Empati di Tengah Badai: Kumpulan Surat Kepada Pak Harto 21 Mei – 31 Desember 1998”, (Jakarta: Kharisma, 1999), hal 221. Surat ini merupakan salah satu dari 1074 surat  yang dikirim masyarakat Indonesia dari berbagai pelosok, bahkan luar negeri, antara tanggal 21 Mei – 31 Desember 1998, yang menyatakan simpati setelah mendengar Pak Harto mengundurkan diri. Surat-surat tersebut dikumpulkan dan dibukukan oleh Letkol Anton Tabah.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.