ALIM ULAMA SE-SUMBAGSEL USULKAN JENDRAL (PUR) SOEHARTO SEBAGAI PRESIDEN RI 1983-1988

ALIM ULAMA SE-SUMBAGSEL USULKAN JENDRAL (PUR) SOEHARTO SEBAGAI PRESIDEN RI 1983-1988

Para alim ulama, pemda, masyarakat dan adat se-Sumatera bagian Selatan, meliputi Propinsi Jambi, Bengkulu, Lampung dan Sumatera Selatan, sepakat memberikan gelar kehormatan kepada Jendral Soeharto sebagai Bapak Pembangunan Nasional. Mengusulkan kepada MPR hasil Pemilu 1982 yang akan datang, agar memilih dan mengangkat kembali Jenderal (Pur) Soeharto sebagai Presiden RI periode 1983-1988, dan mohon kesediaan Jenderal (Pur) Soeharto untuk dicalonkan kembali sebagai Presiden RI.

Isi kebulatan tekad itu disampaikan melalui Menteri Agama H. Alamsyah Ratu Perwiranegara, dalam acara tatap muka, berlangsung di gubernuran, jalan Pakjo Palembang, Sabtu malam.

Hadir pada acara itu, para sesepuh masyarakat Sumbagsel di Jakarta, di antaranya Jendral (Pur) H. Harun Sohar dan Jenderal (Pur) H. Makmun Murad, Gubernur H. Sainan Sagiman, Pangdam IV Sriwijaya Brigjen TNI Try Soetrisno, Ketua Dewan A. Badaruddin, Walikota Palembang Drs H.A. Dahlan HY, pemuka masyarakat, adat, alim ulama dan undangan lainnya.

Pernyataan itu ditanda-tangani masing-masing dari Jambi, alim ulamanya Prof. Syekh. H.M.O. Bafadhal dan K.H.M.Saman A. Muhyi, dari pemuka masyarakat/adat, H. Abdul Manap dan H. Nurdin Hamzah.

Propinsi Bengkulu H. Adenan Ilyas, H.A. Rusly Ishak BA dan K.H.Abdul Muthalib serta A.F. Ramly Ali Budin gelar, Ariyo Boegis Hidayatullah dan Tajudin Kawi gelar Raja Chalifah. Dari Lampung K.H. Harun Gani gelar St.Alrasjid, K. Mansyur Yatim dan K.A. Yasin serta A.Sanusi PPA gelar Pangeran Puseran Agung, Ibrahim Syarif, Hasanul Ainy gelar Sutan Ratu Marga, Rahmat gelar Pangeran Putih Kuning dan Fuad Arief.

Dar Sumsel, Prof. H.H. ZainalAbidin Fikri, K.H. Wahab Saidi, Drs. Azom Romli, dan K.H.A. Rasjid Siddig serta R.H.M. Akib, Bustan Mansyur dan M.Rawas.

Kebulatan tekad itu disampaikan dengan memperhatikan pemerintahan Orde Baru telah berhasil melaksanakan pembangunan fisik material dan mental spiritual yang berencana terarah, berkesinambungan serta menjangkau sampai ke pelosok tanah air.

Pemerintah Orde Baru di bawah kepemimpinan Soeharto, telah dapat menciptakan stabilitas nasional yang mendorong lebih cepat lajunya pembangunan nasional dalam rangka mewujudkan cita-cita Proklamasi 1945.

Atas dasar itulah para ulama, pemuka masyarakat dan adat di Sumbagsel menyampaikan kebulatan tekadnya itu dengan penuh keikhlasan yang dibacakan di hadapan Menteri Agama oleh Bustan Marisyur gelar Prabu Wira Menggala.

Menteri Agama H. Alamsyah Ratu Perwiranegara ketika menerima pernyataan itu mengucapkan terima kasih, dan akan menyampaikannya kepada pihak2 yang bertanggung jawab. (DTS)

Palembang, Antara

Sumber: ANTARA (16/11/1981)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku VI (1981-1982), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 265-266.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.