AKTIVIS MYANMAR JADIKAN INDONESIA INSPIRASI

AKTIVIS MYANMAR JADIKAN INDONESIA INSPIRASI[1]

 

Bangkok, Republika

Aneka ragam pernyataan dan komentar terlontar dari banyak pihak di luar negeri, menyangkut keputusan Soeharto untuk berhenti dari jabatan yang digenggamnya selama 32 tahun sebagai Presiden Republik Indonesia kemarin. Selain para kepala negara mancanegara, Amnesty International di London dan aktivis mahasiswa prodemokrasi Myanmar di Bangkok juga menyampaikan komentar mereka.

Front Demokratik Seluruh Mahasiswa Burma (ABSDF) yang bermarkas di Thailand, misalnya, dari Bangkok kemarin menandaskan bahwa Indonesia menjadi inspirasi dari pendorong sangat berharga buat masyarakat Myanmar (Burma) dalam memperjuangkan agenda demokrasi mereka.

“Keberhasilan people power di Indonesia akan memberikan dampak yang hebat pada masyarakat Burma. Ini akan menjadi pendorong yang dahsyat buat mereka.” demikian pernyataan organisasi itu, seperti dikutip Sekjennya, Aung Thu Nyein.

“Tak lama setelah masyarakat Burma mengikuti perkembangan pembangunan di Filipina setelah Ferdinand Martos didepak, mereka secara seksama hingga kini mengikuti berita tentang Indonesia.” lanjut Nyein.

Keberhasilan people power di Filipina menjatuhkna rezim Marcos medio 1980 an, tulis AFP, segera dicontoh oleh sejumlah negara di Asia, kendati tak semuanya berhasil, termasuk oleh Burma pada 1988, lapangan berdarah Tiananmen di Cina setahun kemudian, dan Thailand pada 1992.

Organisasi prodemokrasi ABSDF yang oleh militer Myanmar dicap sebagai kelompok teroris bersenjata menandaskan bahwa apa yang terjadi di Jakarta dalam pekan-pekan terakhir ini segera menularkan kericuhan yang sama di Yangon (Rangoon).

Sementara itu dalam pernyataan resminya, Amnesty International (AI) yang berbasis di London mengatakan mundurnya Soeharto bukanlah ‘satu-satunya jawaban’ untuk sekian banyak problem di Indonesia, di mana seluruh tatanan institusi dan reformasi hukum dibutuhkan.

“Persoalan terakhir yang kini dibutuhkan Indonesia adalah bersihnya negeri ini dari pemimpin-pemimpin otoriter yang menempatkan diri mereka di atas hukum dan tidak, menghargai hak asasi manusia,” lanjut organisasi pengamat pelaksanaan HAM di seluruh dunia itu.

Menurut AI, selama periode transisi,

“Militer Indonesia memegang peran penting dan karenanya perhatian serius harus ditujukan pada mereka untuk memastikan bahwa segenap kebiakan yang diambil demi perbaikan tidak sampai melanggar HAM lebih jauh lagi.”

Tak semua pihak informal menyatakan komentar kurang optimistisnya. Para pelaku bisnis di Jepang, misalnya, kemarin sama berdoa agar Indonesia di bawah kendali Presiden BJ Habibie segera sembuh kembali dari penyakit kronisnya akibat krisis ekonomi dan politik yang melanda negeri ini.

“Kami berharap situasi politik Indonesia segera stabil dan ekonominya kembali membaik di bawah presiden yang baru Habibie.” kata Shoichiro Toyoda, ketua federasi organisasi-organisasi ekonomi (Keidanren).

Kosaku Inaba, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) setempat, mengatakan pergantian kepemimpinan yang mendadak dari Soeharto kepada Habibie adalah hal yang tidak bisa ditolak mengingat chaos yang terjadi di bawah pemerintahan Soeharto.

Sedang Masatake Kusamichi, Presiden Nissho Iwai Corp berkata,

“Indonesia adalah penyuplai sumber daya terbesar di Asia, dan apa pun situasi yang terjadi di sana pasti memberi dampak yang hebat buat seluruh negeri di kawasan ini. Karenanya kami berharap kericuhan di negeri itu segera berakhir dan krisis ekonomi dan politiknya segera dibangun kembali”.

Selama 32 tahun kekuasaan Soeharto, sesuai data kantor berita Kyodo, para pelaku bisnis Jepang telah melakukan investasi di Indonesia sebanyak 248 dolar AS. Setelah kerusuhan di Jakarta 14 Mei lalu, hampir semua pengusaha ini diberitakan menghentikan usaha dan kantor-kantor mereka di Indonesia.

Mundurnya Soeharto dari kursi kepresidenan, sejauh pengamatan Republika, kemarin mendapat porsi sangat besar dari sejumlah kantor berita dan media elektronik asing. Kantor berita AFP, misalnya, diperkirakan menjadikan berita di seputar pergantian kepemimpinan ini 70 persen dari seluruh porsi pemberitaannya. Rekornya hanya bisa ditandingi oleh berita tewasnya mantan PM Israel Yitzak Rabin dua tahun lalu.

Media elektronik internasional semacam CNBC BBC London atau CNN misalnya seperti saling berlomba memberitakan ‘secara langsung pergantian kepemimpinan di Indonesia’ ini. CNN bahkan menayangkan secara langsung pidato pertama Presiden BJ Habibie di televisi, persis ketika pidato yang sama juga ditayangkan di seluruh jaringan televisi lokal di Indonesia. Sesekali, baik CNN maupun BBC London tampak menayangkan sorak sorai masyarakat Indonesia, khususnya mereka yang berdemonstrasi di gedung DPR/MPR RI, tak lama begitu Soeharto menyatakan berhenti dari jabatannya.

Sumber : REPUBLIKA (22/05/1998)

________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 481-483.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.