AKSI JUAL LANDA BEJ, IHSG TURUN TAJAM 0,92 PERSEN

AKSI JUAL LANDA BEJ, IHSG TURUN TAJAM 0,92 PERSEN[1]

 

Jakarta, Antara

Kondisi perdagangan saham di BEJ, Kamis, dilanda aksi jual sehingga mengakibatkan indeks harga saham gabungan (IHSG) turun 0,92 persen atau 5,459 poin dari posisi sebelumnya 594,071 menjadi 588,612, kata para pialang.

Seorang pialang PDFCI Securities di Jakarta, Kamis, mengatakan aksi jual itu terjadi karena kekhawatiran investor yang terpengaruh isu yang merebak di lantai bursa bahwa Presiden Soeharto sedang menderita sakit.

“Ketika memasuki sesi sore terbetik isu Presiden Soeharto sakit, serta merta investor BEJ melakukan aksi jual. Mereka sedikit panik, maka segala saham yang dipegang dijual dan akibatnya saham yang seharusnya kuat menjadi ikut tertekan harganya.” katanya.

Namun demikian, katanya, setelah keluar bantahan dari Mensesneg Moerdiono bahwa Presiden Soeharto masih tetap sehat dan menjalankan kegiatan seremonialnya, lantai bursa kembali menguat, meski belum sampai posisi sebelumnya.

Pergerakan IHSG selama sesi pagi dari sejak dibuka sebenarnya hanya dalam kisaran sempit karena tidak ada faktor penggerak pasar. Namun memasuki sesi kedua yang marak isu Presiden sakit, indeks sempat jatuh 9,57  poin sampai posisi terendah nya 584,498, sebelum ditutup pada posisi 588,612.

Saham Telkom yang menguat satu poin menjadi Rp 3.525 dan Timah naik satu poin menjadi Rp 4.325 merupakan saham yang telah menyelamatkan indeks BEJ dari penurunan terlalu tajam.

Adapun saham besaryang turun harganya sehingga memberikan kontribusi IHSG jatuh,  antara lain saham HM Sampoerna yang turun 28 poin menjadi Rp 24.800, Gudang Garam turun 25 poin menjadi Rp 9.900, Bimantara turun empat poin menjadi Rp 2.700, Barito Pacific Timber turun dua poin menjadi Rp 1.400 dan Indocement turun lima poin menjadi Rp 7.975.

Selama dua sesi, saham yang paling aktif ditransaksikan masih saham Sona Topas yang meraih volume sebanyak 11,43 juta lembar saham,meski harganya tertekan dua poin menjadi Rp 975.

“Aksi jual saham Sona Topas itu sekaligus juga dimanfaatkan untuk ‘profit taking’ (ambil untung -red) setelah sehari sebelumnya menguat tajam. Jadi penurunan saham Topas bukan terbawa arus jual yang melanda bursa.” katanya.

Secara keseluruhan dari 137 jenis saham yang diperjualbelikan, saham yang menguat hanya 17 jenis saham, sebaliknya yang melemah 78 jenis saham dan yang tidak berubah harganya 42 jenis saham. Sedang volume total mencapai 119,33 juta lembar saham senilai Rp 364,67 miliar. Kemudian dari 10 sektor, tercatat satu sektor tidak berubah indeksnya yaitu sektor pertanian, kemudian dua sektor menguat indeksnya yaitu sektor pertambangan dan infrastruktur.

Sebaliknya, tujuh sektor melemah indeksnya dengan penurunan paling tajam sektor barang kon sumen sebesar 2,628 poin menjadi  119,600 diikuti sektor manufaktur, perdagangan, keuangan, industri dasar, properti dan aneka industri.

Sumber : ANTARA (05/07/1996)

_______________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 332-333.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.