AKSI BELI MARAK, IHSG BEJ KEMBALI TERANGKAT 0,5 PERSEN

AKSI BELI MARAK, IHSG BEJ KEMBALI TERANGKAT 0,5 PERSEN[1]

 

Jakarta, Antara

Meskipun diwarnai aksi “profit taking” pada beberapa saham, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Jakarta (BEJ), Rabu, masih mampu menguat karena tingginya minat beli investor yang antara lain terdorong oleh membaiknya iklim pasar modal regional Asia dan tidak adanya perubahan suku bunga Fed (FOMC).

IHSG BEJ ditutup pada posisi 542,201 atau naik sekitar 0,5 persen (2,596 poin) dibanding posisi penutupan sebelumnya yang berada pada ketinggian 539,605.

“Perdagangan kali ini lumayan bagus. Minat beli investor asing terlihat semakin tinggi dan ini antara lain berkaitan dengan membaiknya sebagian besar kinerja bursa regional Asia.” kata seorang pengamat dari sebuah sekuritas asing.

Menurut dia, kembalinya minat asing tersebut memberi isyarat bahwa rumor-rumor politik dalam negeri mulai agak dilupakan oleh investor, apalagi pemerintah cukup tangkas untuk menepis rumor tersebut antara lain terlihat dari pidato tahunan Presiden Soeharto dalam rangka peringatan hari kemerdekaan beberapa hari lalu.

Saham yang mendapat banyak perhatian pada perdagangan Rabu antara lain adalah Indosat dan Telkom yang terpicu oleh naiknya harga dua saham BUMN tersebut di luar negeri.

Indosat mengalami perbaikan harga sebesar Rp 225 menjadi Rp 7.375, sedangkan Telkom memberi gain sebesar Rp 25 menjadi Rp 3.300.

Selain kedua saham tersebut, saham lain yang banyak mendapat perhatian adalah Duta Anggada yang dikabarkan menjalin kerja sama dengan salah satu konglomerat Singapura. Harga saham perusahaan properti itu naik sebesar Rp 50 menjadi Rp 2.375 dengan volume transaksi mencapai 15,574 lembar atau yang terbesar dari seluruh saham yang ditransaksikan Rabu.

Transaksi juga diramaikan spekulasi investor lokal di saham lapis kedua dan ketiga seperti Berlian Laju Tangker, Sona Topas, Sari Husada, Miwon, dan Sudarpo.

Sementara itu, aksi jual untung (profit taking) terjadi antara lain pada saham Anwar Sierad, Lippo Life, Voksel Electric, Aneka Kimia Raya, dan Keramik Indonesia.

Berikut beberapa indikator perdagangan di BEJ, Rabu :

IHSG                           542,201

Saham menguat          45

Saham melemah         39

Saham tetap                53

Volume                       110.079.754 lembar

Nilai                            256 .821.115.700 rupiah

Indeks sektoral          :

Keuangan                    120,769 (+0,804)

Barang konsumsi        106,838 (-0,046)

Industri Dasar             93,787 (+0,837)

Aneka Industri            79,866  (-0,012)

Properti                       135,664 (+0,204)

Perdagangan              101,438 (-0,643)

Pertanian                     264,901 (+ 1,620)

Tambang                     121,690 (-0,400)

Infrastruktur               106,223 (+ 1,248)

Manufaktur                 98,111 (+0,318)

Sumber : ANTARA (21/08/1996)

_________________________________________________________
[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 392-394.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.