AKIBAT DARI LEMAHNYA PENDIDIKAN POLITIK

AKIBAT DARI LEMAHNYA PENDIDIKAN POLITIK

Anggota DPR-RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Drs. Suryadi berpendapat, lemahnya pendidikan politik akan membuat ketidakseimbangan sosial dalam masyarakat.

Oleh karena itu menilai instruksi Presiden yang tertuang dalam instruksi nomor 12 tahun 1982 tentang perlunya digalakkan pendidikan politik bagi generasi muda sangat tepat.

"Saya menyambut gembira keluarnya instruksi tersebut, dan hal ini menunjukkan kearifan Presiden Soeharto yang dapat menangkap isyarat2 kehidupan kenegaraan dalam masyarakat," kata Suryadi dalam percakapannya dengan pers di Gedung DPR Rl Jakarta hari Sabtu.

Dikatakan, jika pendidikan politik berhasil kesadaran politik masyarakat tinggi, kesadaran berbangsa dan bernegara tinggi, disiplin nasional tinggi dan ketahanan nasional tinggi pula.

"Kalau pendidikan politik itu berhasil, pembangunan kehidupan bernegara dan berbangsa di semua sektor tidak lagi digerakkan oleh sistem komando, melainkan atas dasar kesadaran yang tinggi," ia menjelaskan.

Berbahaya

Sebaliknya, jika pendidikan politik tidak berhasil, akan melemahkan peran serta masyarakat, dengan akibat kehidupan sosial masyarakat menjadi tidak seimbang, dan kalau ini dibiarkan terus sangat membahayakan kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Bahaya komunikasi bisa kambuh kembali, demikian pula liberalisme, sehingga Pancasila dan UUD 1945 bisa terancam," ia memperingatkan.

Ia mengharapkan agar pendidikan politik bagi generasi muda di Indonesia dilakukan secara terbuka dan seluas mungkin, sehingga tidak ada satu golongan atau lapisan masyarakat yang luput dari jangkauannya.

Dalam hal ini partai-partai politik yang ada hendaknya diberi kesempatan utk melakukan pendidikan politik seluas mungkin, ia menambahkan.

Ia menilai, pendidikan politik di Indonesia sekarang ini perlu ditangani secara serius, dan mendapatkan prioritas yang lebih besar, mengingat banyak orang mengatakan pengedepanan pendidikan politik kini sudah terlambat. (RA)

Jakarta, Berita Buana

Sumber : BERITA BUANA (23/08/1982)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku VI (1981-1982), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 810-811.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.