AKHIR PELITA VII DIHARAPKAN TAK ADA LAGI KEMISKINAN DI INDONESIA

AKHIR PELITA VII DIHARAPKAN TAK ADA LAGI KEMISKINAN DI INDONESIA[1]

 

 

Padang, Antara

Pemerintah dalam jangka panjang menargetkan mengikis habis kemiskinan di muka bumi Indonesia, sehingga pada akhir Pelita VII diharapkan tidak akan ada lagi masyarakat Indonesia yang hidup di bawah garis kemiskinan.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Muhammadiyah, H Lukman Harun, kepada ANTARA di Padang Panjang, Sumatera Barat, Kamis (1/5) malam, menegaskan, pemerintah telah menetapkan beberapa program guna mendorong rakyat meningkatkan taraf kehidupannya.

“Selain melalui program IDT, Takesra dan Kukesra, saat ini Presiden Soeharto juga tengah mengumpulkan dana dari para konglomerat untuk penanggulangan kemiskinan di bumi tercinta ini. Para konglomerat diwajibkan menyisihkan dua persen keuntungannya untuk program ini.” jelas Lukman.

Seusai bertindak sebagai juru kampanye partai berlambang pohon beringin di kota Serambi Mekah itu, Lukman mengemukakan rasa optimisnya terhadap keberhasilan target pengentasan kemiskinan pada akhir Pelita VII.

“Berkaca kepada perjuangan pemerintah Orde Baru yang telah dituangkan dalam beberapa program sebelumnya, saya optimis pada akhir Pelita VII tidak ada lagi masyarakat miskin di Indonesia.” ujar dia.

Pada tahun 1993 di Indonesia masih terdapat sekitar 25 juta masyarakat miskin, namun pada tahun 1996 jumlahnya berkurang menjadi 22 juta jiwa.

“Dalam tempo tiga tahun kita berhasil menurunkan jumlah angka kemiskinan sebesar tiga juta jiwa. Ini suatu keberhasilan yang sangat luar biasa dan merupakan sebuah pekerjaan besar.” ungkap Lukman.

Namun demikian, ia menilai tujuan mulia guna mengikis habis kemiskinan tetap tidak akan mungkin tercapai jika hanya dilaksanakan oleh pemerintah tanpa dukungan dan sokongan dari masyarakat itu sendiri.

“Masyarakat juga harus mau bekerja keras dalam berupaya mengubah nasib mereka sendiri. Jadi harus datang dari dua pihak, pemerintah dan masyarakat itu sendiri.” lanjut dia.

Ketua Solidaritas Islam Sedunia itu juga menyinggung pentingnya pengentasan kemiskinan iman, karena menurut dia, tuntasnya kemiskinan tanpa dibarengi dengan kekayaan iman tidak akan pernah seutuhnya mensejahterakan kehidupan masyarakat.

“Secara kongkrit, kemiskinan iman ini juga harus menjadi perhatian serius, sehingga terjadi suatu keseimbangan antara sukses ekonomi dan agama.” tambah dia.

Keseimbangan itulah yang menurut Lukman Harun menjadi dasar perjuangan pemerintahan Orde Baru yang notabene merupakan pemerintahan Golkar.

Sumber : ANTARA (02/05/1997)

____________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 795-796.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.