AS AKAN KELUARKAN KEBIJAKAN TENTANG HUTANG DUNIA KETIGA

AS AKAN KELUARKAN KEBIJAKAN TENTANG HUTANG DUNIA KETIGA[1]

 

Jakarta, Antara

AS merencanakan untuk mengeluarkan kebijakan baru dalam rangka mengurangi beban hutang negara-negara paling terbelakang di Afrika dan Pasifik.

Hal itu terungkap melalui pernyataan Ketua GNB Presiden Soeharto kepada Wakil Menlu Jepang Koichiro Matsuura di kediaman Jalan Cendana Jakarta Kamis, sebagaimana dikutip Kepala Badan Pelaksana Ketua GNB Nana Sutresna, bahwa Presiden AS Bill Clinton telah menyampaikan hal tersebut kepada Ketua GNB ketika bertemu di Tokyo sebelum KTT G7 dirnulai 7-9 Juli lalu.

Menurut Nana, Presiden Soeharto sengaja tidak mengungkapkan hal itu kepada pers seusai pertemuannya dengan Clinton agar Presiden AS itu memiliki kesempatan untuk mengajukannya terlebih dulu pada KTT Tokyo.

“Perubahan sikap AS terhadap hutang negara-negara berkembang akan dilakukan dalam waktu dekat,” katanya. Matsuura datang ke Jakarta Rabu untuk menyampaikan basil-basil KTT Tokyo kepada Ketua GNB Presiden Soeharto. Ia juga akan mengunjungi Singapura dan Beijing (RRC) untuk tujuan yang sama.

Jepang sendiri dalam waktu dekat juga akan mengambil kebijakan barn dalam hutang negara berkembang karena hal tersebut telah diputuskan dan dimuat dalam komunike KIT Tokyo, demikian Matsuura.

Belum Didiskusikan

Sementara itu Menlu Ali Alatas, yang menghadap Presiden Soeharto bersama dengan Mensesneg Moerdiono dan Menparpostel Joop Ave sebelum kedatangan Matsuura, mengatakan kepada pers bahwa ASEAN belum mendiskusikan ide AS tentang konferensi pemimpin ekonomi Asia Pasifik.

Presiden AS Bill Clinton pekan lalu mengusulkan agar para pemimpin dari anggota Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) yang di dalamnya termasuk ASEAN melakukan konferensi bersama di Seattle, AS, November mendatang.

Sebelumnya PM Malaysia Mahathir Mohammad menyatakan pihaknya tidak akan menghadiri konferensi tersebut karena hal itu hanya akan menjadikan APEC sebuah kelompok perdagangan regional yang formal.

Alatas mengatakan, isu tersebut kemungkinan besar menjadi salah satu agenda pembicaraan dalam pertemuan dengan Mahathir beberapa hari mendatang. (T/PU.l7/EU08/15/07/9316:04)

Sumber: ANTARA (15/07/1993)

___________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XV (1993), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 494-495.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.