Agresi Militer Kedua

Agresi Militer Kedua[1]

 

INTUISI militer Letnan Kolonel Soeharto diuji kembali manakala pasukan Belanda berhasil menduduki Yogyakarta, 19 Desember 1948—agresi militer Belanda kedua.

Dalam agresi itu tentara Belanda berhasil menangkap dan menawan Presiden, Wakil Presiden, dan beberapa Menteri. Praktis pemerintahan Republik Indonesia sudah lumpuh bahkan dapat dikatakan sudah tidak ada.

Penaklukkan Ibukota perjuangan Yogyakarta dan penangkapan pemimpin Indonesia diberitakan dengan keras dan lantang oleh Belanda ke dunia internasional–pimpinan Republik Indonesia berikut Pengikut Republik Bersenjata (TNI) sudah tidak ada.

____________________________________________________________

[1]Noor Johan Nuh,  “Pak Harto dari Mayor ke Jenderal Besar”, Jakarta : Yayasan Kajian Citra Bangsa, hlm 13-14.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.