AGAR BULOG PENUHI PERMINTAAN PASAR

AGAR BULOG PENUHI PERMINTAAN PASAR

INSTRUKSI PRESIDEN SOEHARTO :

Presiden Soeharto menginstruksikan kepada Badan Urusan Logistik Nasional (Bulog) agar tidak menahan persediaan pangan yang ada guna memenuhi permintaan pasar karena persediaan memang cukup banyak. Presiden mengatakan hal itu ketika menerima Kepala Bulog Bustanil Arifin SH di Bina Graha, Selasa.

Menurut Ka Bulog persediaan beras yang ada di Badan Urusan Logistik tersebut sekarang ini berjumlah sekitar 2,3 juta ton, jumlah ini cukup banyak, katanya.

Kalau persediaan ini disalurkan untuk keperluan pasar, masih cukup sampai bates yang lama, setidaknya sampai panen mendatang pada saat pengadaan pangan stock nasional diadakan lagi.

Bustanil Arifin mengatakan, penyaluran beras persediaan Bulog apa yang disebut "Operasi Pasar" cukup banyak dan meningkat terus akhir2 ini.

Sekarang Operasi Pasar menyerap rata-rata 12.000 ton persediaan Bulog. Operasi Pasar terbesar dilakukan di Jakarta, dan sejak awal Nopember operasi ini menyerap sekitar 200 ton/hari. Akan tetapi dalam akhir Nopember ini sudah meningkat menjadi 3000 ton/hari.

Mengenai persediaan pangan stok nasional, Bustanil Arifin menjelaskan tahun ini lebih besar duapersen dari tahun lalu. Jumlah yang dikumpulkan dari para petani sekitar dua juta ton setara beras untuk stok pangan nasional.

Bustanil Arifin mengatakan, instruksi Presiden untuk melayani kebutuhan pasar beberapa saja jumlahnya bukan hanya untuk beras, tetapi juga untuk gula, terigu dan bahar lain yang dikuasai Bulog. "Semuanya memang tersedia cukup," katanya.

Menurut Ka Bulog, persediaan gula saja lebih dari satu juta ton. "Pokoknya mereka yang mau merayakan Natal dan Tahun Baru tenang-tenang saja, tidak ada masalah semua tersedia cukup," ujar Bustanil Arifin.

Mengenai harga ia mengatakan stabil, walaupun diakuinya ada beberapa tempat yang harga berasnya naik Rp.10/kg.

PHK

Sementara itu ketika menerima Ketua Umum DPP-FBSI, Presiden Soeharto mengimbau kepada para pengusaha agar menghindari sejauh mungkin terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) sehubungan dengan keadaan resesi ekonomi dunia saat ini.

Tetapi, kata Presiden Soeharto, jika memang benar-benar tidak bisa dihindari diharapkannya agar kepada buruh yang dibcrhentikan diberikan pesangon sesuai dengan peraruran dan perundang-undangan yang berlaku.

Presiden Soeharto menurut Agus Sudono juga mengimbau kepada buruh jika sampai terjadi PHK terhadap dirinya, uang pesangon yang diterima hendaknya dihemat, kalau mungkin dijadikan modal untuk berusaha di bidang yang baru.

Ketua DPP-FBSI Agus Sudono mengatakan kepada wartawan agar perusahaan tidak perlu tutup dan mengadakan PHK, caranya yakni dengan mengurangi semua gaji pegawainya, dan pimpinan tertinggi sampai kepada tukang sapu dengan cara yang proporsional dan didukung oleh semangat solidaritas.

Ia mengemukakan pentingnya semuapihak untuk ikut menghadapi dan menyadari adanya resesi dunia yang akibatnya telah melanda berbagai bidang usaha di Indonesia sekarang ini.

Atas pertanyaan wartawan, Agus Sudono mengatakan, hingga saat ini ia telah menerima laporan adanya lebih kurang 500 orang yang mengalami PHK. Mereka itu umumnya bekerja di pabrik tekstil dan elektronik.

Ketua DPP FBSI itu mengimbau kepada para buruh agar mereka juga ikut memahami akibat resesi dunia saat ini yang membawa akibat tidak menguntungkan bagi sejumlah perusahaan di Indonesia.

Koperasi Buruh

Presiden Soeharto ketika menerima ketuaFBSl itu mengimbau pula agar organisesi itu dapat ikut membantu meningkatkan koperasi-koperasi buruh di Indonesia.

Menurut Agus Sudono, pada 10.000 perusahaan yang telah mempunyai basis FBSl, baru hanya 700 koperasi primer yang terbentuk. (RA)

Jakarta, Pelita

Sumber : PELITA (08/10/1982)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku VI (1981-1982), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 994-996.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.