ABURIZAL : INDONESIA HARUS PERJUANGKAN MOBNAS

ABURIZAL : INDONESIA HARUS PERJUANGKAN MOBNAS[1]

 

Medan, Antara

Ketua Umum Kadin Indonesia, Aburizal Bakrie, menegaskan , penyelesaian perselisihan mengenai mobil nasional (Mobnas) Indonesia dengan Jepang, Amerika Serikat (AS), dan Uni Eropa (UE) harus diperjuangkan secara sungguh-sungguh.

“Mobnas adalah masalah nasional yang harus tetap kita perjuangkan penuh sampai di manapun.” katanya ketika dimintai komentarnya tentang upaya penyelesaian perselisihan mengenai apa yang disebut Mobnas Indonesia di Medan, Rabu.

Ical panggilan akrab Aburizal Bakrie berada di Medan guna menghadiri acara pembukaan Musyawarah Daerah II Kadinda Sumut yang diikuti 300 peserta dan dibuka Gubernur Sumut H.Raja Inal Siregar.

Menurut dia, apapun basil perjuangan itu nantinya, Indonesia harus siap.

“Jangan bicara kalah menang dulu, karena upaya mencari penyelesaian perselisihan itu masih berjalan. Kita harus tetap perjuangkan, apapun hasilnya.” katanya menegaskan.

Sementara itu dilaporkan bahwa Amerika Serikat dan Indonesia, Senin (4/11), di Jenewa memulai konsultasi bilateral sebagai upaya menyelesaikan perselisihan mengenai Mobnas.

Pembicaraan dijadwalkan berlangsung sehari, tetapi kedua belah pihak sepakat bahwa bila dibutuhkan maka putaran selanjutnya dapat diadakan kemudian, kata juru bicara pada Kantor Perwakilan Perdagangan AS.

Pertemuan ini merupakan langkah pertama yang perlu dilakukan sesuai dengan prosedur penyelesaian perselisihan yang digariskan oleh Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

AS, Jepang, dan Uni-Eropa (UE) bulan lalu secara resmi mengajukan keluhan kepada WTO mengenai program Mobnas Indonesia.

Jakarta meminta dilakukannya pembicaraan secara terpisah dengan ketiga pihak yang mempermasalahkan Indonesia.

Indonesia meluncurkan program Mobnas awal tahun ini dengan memberikan pengecualian tarif dan pajak barang mewah atas mobil Timor yang ditunjuk sebagai pelaksana program Mobnas.

Sedan Timor diproduksi oleh PT. Timor Putra Nasional milik Tommy (putra Presiden Soeharto), yang bekerjasama dengan Kia Corp. dari Korea Selatan.

Saat ini mobil Timor masih dibuat di Korsel dengan mendapatkan fasilitas pembebasan pajak impor.

AS, UE, dan terutama Jepang sebelum ini dikenal sebagai tiga kekuatan utama yang menguasai pasar mobil di Indonesia.

Mereka menilai program Mobnas sebagai proyek yang  diskriminatif dan menuduh telah melanggar aturan-aturan WTO.

Indonesia melakukan pembicaraan serupa dengan Jepang hari Selasa (5/11) dan dengan USE akhir pekan ini.

Men urut ketentuan WTO, andai kesepakatan tidak dapat dicapai dalam konsultasi bilateral maka AS, Jepang, dan USE dapat membawa persoalan ini ke tingkat panel penyelesaian perselesihan.

Sumber : ANTARA (07/11/1996)

______________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 492-494.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.