ABRI TAK SANGSIKAN PRESIDEN PASCA-SOEHARTO

ABRI TAK SANGSIKAN PRESIDEN PASCA-SOEHARTO[1]

 

Jakarta,  Suara Karya

ABRI dan PPP tidak menyangsikan Presiden mendatang pasca Presiden Soeharto karena diyakini pemimpin berikut juga merupakan putra terbaik bangsa yang mampu menjamin kesinambungan pembangunan.

“Kalau dari kacamata ABRI ,tidak ada masalah. Yang sehebat beliau (Pak Harto) sekarang ini tentu belum kita lihat, tapi kalau muncul pemimpin yang berikutnya, tidak kita sangsikan.” Kata Kassospol ABRI Letjen TNI Syarwan Hamid di Jakarta, Kamis, saat dimintai tanggapannya soal pernyataan Ketua Umum ICMl BJ Habibie bahwa tidak perlu khawatir soal kesinambungan program pembangunan, kehidupan politik, dan kestabilan di Indonesia pasca kepemimpinan Soeharto dan generasi Angkatan 45.

Habibie dalam sambutan pada Pembukaan Silaknas ICMI di Jakarta, Rabu (4/12) antara lain mengemukakan, bangsa Indonesia tidak ada alasan prihatin akan kesinambungan politik Indonesia.

“Tak ada pesimisme terhadap kondisi pasca Soeharto dan abad yang akan datang.” katanya.

Ketika ditanyakan apakah pemimpin bangsa pasca Soeharto sebagaimana dinyatakan Habibie itu tidak menjadi masalah, Kassospol yang ditemui seusai berceramah pada Orientasi Juru Kampanye PPP di Asrama Haji Pondok Gede mengatakan

“Tidak ada masalah. Semua bisa dijalankan setelah Pak Harto.”

“Bagaimana agar pemikiran sesudah Pak Harto tetap berjalan?” tanya wartawan.

“Kita berjalan dengan GBHN. Saya kira Pancasila dan UUD 1945 bukan milik satu generasi. Ini milik bangsa Indonesia, selamanya. Tuntunan kita Pancasila dan UUD 1945, dijabarkan dalam GBHN. Ini yang menjadi acuan-acuan dalam konsep pembangunan.” Jawabnya.

“Apakah format politik seperti sekarang inibisa dijalankan setelah Pak Harto?” tanya wartawan lagi.

“Pada dasarnya formal disesuaikan dengan perkembangan keadaan. Konsep­ konsep politik tidak akan fixed, apalagi operasionalisasinya. Operasionalisasi sangat sesuai dengan situasi. Format besarnya tetap mengacu pada Pancasila dan UUD 1945. Itu tidak kita ubah, tapi penjabarannya perlu disesuaikan. Kalau tidak, nanti tidak akan valid dalam menjawab tantangan.” katanya.

Sebelumnya dalam kesempatan tanyajawab dengan peserta, Kassospol antara lain mengemukakan.

“Memang kita belum tahu era pasca Pak Harto, karena hingga kini Pak Harto yang memiliki legitimasi kepemimpinan yang kuat dan tangguh, tapi bukan berarti tidak akan muncul kepemimpinan yang baru dan kuat pula sesudahnya.”

Jamin Kesinambungan

Sementara itu Ketua Umum DPP PPP Ismail Hasan Metareum di tempat yang sama, ketika dimintai tanggapannya terhadap persoalan tersebut, menyatakan sependapat dengan Habibie.

“Saya juga tidak pesimis. Saya sependapat dengan Pak Habibie. Kepemimpinan Pak Harto sudah baik dan mantap. Lalu soal kepemimpinan pasca Pak Harto, saya yakin akan muncul putera terbaik bangsa yang juga mampu menjamin kesinambungan pembangunan.” katanya.

Ketika ditanyakan siapa putra terbaik itu, Buya panggilan akrab Ismail mengatakan,

“Sekarang inibelum ada, karena masih ada Pak Harto.”

Buya mengatakan, Indonesia banyak memiliki kader pemimpin bangsa, sehingga tidak perlu diragukan soal suksesi kepemimpinan nasional mendatang danpasti ada calon yang lebih baik dari yang lain untuk muncul sebagai Presiden mendatang.

“Saya juga yakin dalam suksesi nanti tidak akan ada guncangan.” tegasnya saat menjawab apakah dalam pergantian kepemimpinan nasional nanti tidak akan timbul guncangan.

Sumber : SUARA KARYA (06/12/1996)

_______________________________________________________
[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 36-37.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.