ABRI HARUS LEBIH MENDALAM DAN DJUDJUR MENGADAKAN INTROPEKSI

Menjongsong Hari Ulang Tahun ABRI ke-24

ABRI HARUS LEBIH MENDALAM DAN DJUDJUR MENGADAKAN INTROPEKSI [1]

  • Pangad Panggabean: Tugas Hakiki A.D. Bukan Hanja Memenangkan Pertempuran, Tapi Memenangkan Pembangunan
  • Pangal Muljadi: Apakah Slagorde ABRI Sudah Memenuhi Harapan Rakjat?
  • Pangau Amin: ABRI Belum Sanggup Menghilangkan Ketertiban Masjarakat.

 

Djakarta, Kompas

Panglima Angkatan Darat Djend. Panggabean menjatakan, bahwa antara perdjuangan ’45 dengan perdjuangan kini terdapat ketidak-seimbangan jang besar. Dulu pada tahun 1945 semangat perdjuangan menjala2, hingga sanggup menghasilkan kemerdekaan jang tak ternilai, sekalipun alat2 persendjataan mini. Kini alat2 persendjataan sudah tjukup lengkap dan modern, namun hasil perdjuangan tak sebanding dengan pesatnja perkembangan persendjataan dan perlengkapannja.

Sambutan Djen. Panggabean itu diberikan sehubungan dengan Hari Ulang Tahun Angkatan Bersendjata ke-24 jang djatuh pada tgl. 5 Okt. 1969.

Disamping Panglima Angkatan Darat djuga telah memberikan pesan2 Panglima Angkatan Laut, Panglima Angkatan Udara dan Kepada Kepolisian Negara (telah termuat dalam edisi “Kompas” hari Djum’at)

Tugas A.D. Bukan Hanja Bertempur

Selandjutnja Pangad dalam pesannja pada seluruh perwira bintara dan tamtama Angkatan Darat menjatakan, bahwa perdamaian jang memberikan ketrampilan dan kesedjahteraan rohaniah belum dapat dinikmati masjarakat Indonesia, meski telah lama merdeka.

Maka ditandaskannja, bahwa tugas hakiki Angkatan Darat bukan hanja memenangkan pertempuran, tetapi memenangkan perdamaian dengan mengisinja dengan pembangunan jang memberikan kesedjahteraan djasmaniah dan rohaniah.

Tapi bukan Djend. Maraden Panggabean memerintahkan kepada seluruh warga AD. untuk menegakkan kembali disiplin jang dilandasi kedjiwaan pradjurit Sapta Marga, hingga sikap dan amal perbuatan mempunjai wibawa jang memberikan ketentraman dan kepertjajaan masjarakat terhadap ABRInja.

ABRI Sudah Memenuhi Harapan Rakjat

Adapun Intisari sambutan Panglima Angkatan Laut adalah seruannja agar pada tabun ini ABRI harus lebih mendalam dan djudjur mengadakan introspeksi. Ia bertanja: Apakah pada saat ini ABRI seorang demi seorang, kesatuan demi kesatuan maupun seluruh slagorde ABRI sudah benar2 memenuhi tuntunan dan harapan rakjat?

Pertanjaan itu perlu dikemukakannja mengingat pada saat ini ada tendensi, bahwa sepak terdjang ABRI agak menjauhi rakjat. Hal itu berbeda dengan tadjam oleh masjarakat. Hal itu berbeda, dengan masa ’45 dimana ABRI selalu berdampingan dengan rakjat.

Namun Pangal Muljadi masih mempunjai harapan agar di-tahun2 jad. kekurangan2 dalam tindak & perdjuangan ABRI itu diperbaiki, sebab waktu masih terpapar luas dihadapan.

Belum Sanggup Menghidangkan Ketertiban Masjarakat

Sedang Panglima Angkatan Udara Laksamana Rusmin Nurjadin mengkonstantir sekalipun selama 24 tahun ABRI telah menghiasi lembaran2 sedjarah RI dengan menumpas matjam2 pemberontakan-membebaskan Irian Barat-menumpas Gestapu, namun ia belum bisa menghilangkan ketertiban masjarakat. Hal mana telah lama di-nanti2kan oleh masjarakat.

Dinjatakan bahwa ketertiban dan keamanan merupakan prasarana utk suksesnja pembangunan. Dalam rangka kegiatan pengamanan diperlukan kelangsungan pembinaan dan pengembangan kemampuan ABRI dalam taktik dan tehnik tempur dengan sistim kesendjataan masing2 disertai dengan pemupukan disiplin, peningkatan pendidikan dan intensifikasi latihan2 setjara terarah.

Ditandaskan untuk mentiapai hasil & daja-guna maksimal diperlukan koordinasi dalam lingkungan. (DTS)

Sumber: KOMPAS (04/10/1969)

 

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku II (1968-1971), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 391-393.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.